alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

RSI Sakinah Mojokerto Raih Akreditasi Paripurna dari KARS

MOJOKERTO – Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah, Kabupaten Mojokerto, berhasil menjadi rumah sakit yang terakreditasi paripurna. Tingkatan ini merupakan capaian akreditasi tertinggi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Dengan diraihnya akreditasi paripurna tersebut, RSI Sakinah terbukti lulus dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan. Baik pelayanan kepada pasien hingga fasilitas kesehatan yang terstandar.

 Ketua Umum Pengurus Perkumpulan Kesehatan Sakinah, H. Mahsun Arif S.Sos, mengungkapkan, hasil akreditasi paripurna itu didapat berdasarkan hasil survei oleh tim KARS.

Tim surveyor melakukan pengamatan langsung selama tiga hari pada 15-16 November 2017 lalu. ’’Setelah itu, tim KARS menyatakan bahwa kita lulus akreditasi paripurna pada Desember lalu. Kemudian penerimaan sertifikat akreditasi kami erima pada 22 Januari,’’ terangnya. 

Mahsun menyatakan, atas capaian predikat paripurna itu, seluruh jajaran pengurus maupun manajemen RSI Sakinah mengucapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya ke hadirat Allah SWT.

Baca Juga :  Ekskavasi Situs Kumitir Terganjal Anggaran

Karena, seluruh usaha dan doa yang dilakukan selama proses akreditasi berlangsung dengan lancar dan sukses hasil. ’’Jujur, persiapan akreditasi tidak ringan. Tapi alhamdulillah sudah terlampaui dengan baik,’’ paparnya.

Dia mengatakan, pasca diterimanya akreditasi ini, bukan berarti sampai pada garis finis. Menurut Mahsun, ke depan, justru dihadapkan dengan tantangan yang lebih berat lagi. ’’Meraih itu memang sulit, tapi ada yang lebih berat lagi. Yaitu, mempertahankannya,’’ ulasnya.

Karena itu, pihaknya mengajak semua elemen RSI Sakinah, mulai dari tingkat karyawan, manajemen, hingga tingkat pengurus, untuk bersama-sama mempertahankan akreditasi paripurna ini.

Caranya, dengan terus meningkatkan pelayanan kepada maysarakat. Karena akreditasi merupakan bentuk penghargaan atas kepercayaan masyarakat kepada RSI Sakinah. ’’Kami akan terus menyempurnakan yang belum sempurna. Sekecil apapun masalah atau kekurangan harus kita perbaiki,’’ ulasnya.

Bahkan, target ke depan, RSI Sakinah tidak sekadar mempertahankan puncak akreditasi, namun juga bisa naik peringkat. Yakni, menjadikan RSI Sakinah yang sekarang masuk dalam kategori rumah sakit tipe C, akan naik peringkat menjadi tipe B.

Baca Juga :  Tergerus Sungai, Separo Jalan Ambles

’’Mudah-mudahan, seluruh stakeholder memiliki semangat yang sama agar tercapai cita-cita itu,’’ imbuh Wakil Ketua Umum Pengurus Perkumpulan Sakinah, Ir Mahmud Tontowi.

Dia menambahkan, untuk menyongsong itu semua, RSI Sakinah tidak membedakan masyarakat kelas atas, menengah, mapun kelas bawah. Semua akan dilayani dengan pelayanan yang sama. Sebagai rumah sakit yang dinaungi bendera organisasi Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU), tentu pelayanan juga dilakukan dengan nilai-nilai yang diajarkan NU.

’’Salah satu pelayanan unggulan di RSI Sakinah adalah bimbingan rohani (bimroh). Kami punya tim khusus dan terjun langsung ke semua pasien. Karena bukan hanya ikhtiar fisik, tapi ikhtiar batin juga sangat penting,’’ pungkasnya. 

MOJOKERTO – Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah, Kabupaten Mojokerto, berhasil menjadi rumah sakit yang terakreditasi paripurna. Tingkatan ini merupakan capaian akreditasi tertinggi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Dengan diraihnya akreditasi paripurna tersebut, RSI Sakinah terbukti lulus dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan. Baik pelayanan kepada pasien hingga fasilitas kesehatan yang terstandar.

 Ketua Umum Pengurus Perkumpulan Kesehatan Sakinah, H. Mahsun Arif S.Sos, mengungkapkan, hasil akreditasi paripurna itu didapat berdasarkan hasil survei oleh tim KARS.

Tim surveyor melakukan pengamatan langsung selama tiga hari pada 15-16 November 2017 lalu. ’’Setelah itu, tim KARS menyatakan bahwa kita lulus akreditasi paripurna pada Desember lalu. Kemudian penerimaan sertifikat akreditasi kami erima pada 22 Januari,’’ terangnya. 

Mahsun menyatakan, atas capaian predikat paripurna itu, seluruh jajaran pengurus maupun manajemen RSI Sakinah mengucapkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya ke hadirat Allah SWT.

Baca Juga :  Hari Valentine, Satpol PP Sisir Hotel dan Karaoke

Karena, seluruh usaha dan doa yang dilakukan selama proses akreditasi berlangsung dengan lancar dan sukses hasil. ’’Jujur, persiapan akreditasi tidak ringan. Tapi alhamdulillah sudah terlampaui dengan baik,’’ paparnya.

- Advertisement -

Dia mengatakan, pasca diterimanya akreditasi ini, bukan berarti sampai pada garis finis. Menurut Mahsun, ke depan, justru dihadapkan dengan tantangan yang lebih berat lagi. ’’Meraih itu memang sulit, tapi ada yang lebih berat lagi. Yaitu, mempertahankannya,’’ ulasnya.

Karena itu, pihaknya mengajak semua elemen RSI Sakinah, mulai dari tingkat karyawan, manajemen, hingga tingkat pengurus, untuk bersama-sama mempertahankan akreditasi paripurna ini.

Caranya, dengan terus meningkatkan pelayanan kepada maysarakat. Karena akreditasi merupakan bentuk penghargaan atas kepercayaan masyarakat kepada RSI Sakinah. ’’Kami akan terus menyempurnakan yang belum sempurna. Sekecil apapun masalah atau kekurangan harus kita perbaiki,’’ ulasnya.

Bahkan, target ke depan, RSI Sakinah tidak sekadar mempertahankan puncak akreditasi, namun juga bisa naik peringkat. Yakni, menjadikan RSI Sakinah yang sekarang masuk dalam kategori rumah sakit tipe C, akan naik peringkat menjadi tipe B.

Baca Juga :  Ekskavasi Situs Kumitir Terganjal Anggaran

’’Mudah-mudahan, seluruh stakeholder memiliki semangat yang sama agar tercapai cita-cita itu,’’ imbuh Wakil Ketua Umum Pengurus Perkumpulan Sakinah, Ir Mahmud Tontowi.

Dia menambahkan, untuk menyongsong itu semua, RSI Sakinah tidak membedakan masyarakat kelas atas, menengah, mapun kelas bawah. Semua akan dilayani dengan pelayanan yang sama. Sebagai rumah sakit yang dinaungi bendera organisasi Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU), tentu pelayanan juga dilakukan dengan nilai-nilai yang diajarkan NU.

’’Salah satu pelayanan unggulan di RSI Sakinah adalah bimbingan rohani (bimroh). Kami punya tim khusus dan terjun langsung ke semua pasien. Karena bukan hanya ikhtiar fisik, tapi ikhtiar batin juga sangat penting,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/