Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Satgas Covid Optimistis Level PPKM Turun

25 November 2021, 14: 15: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Satgas Covid Optimistis Level PPKM Turun

PPKM: Suasana lalu lintas di masa kebijakan PPKM pada awal tahun ini di Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kerja keras tim Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto membuahkan hasil. Capaian vaksin dosis satu untuk lansia sudah memenuhi target 60 persen. Mereka pun optimistis daerah dengan 18 kecamatan itu bisa turun level PPKM, dari level 2 menjadi 1.

’’Alhamdulillah, akhirnya cakupan capaian vaksin sudah sesuai target. Jadi kami optimis jika dilihat dari indikator yang sudah kita penuhi, evaluasi berikutnya bisa turun ke level 1,’’ ungkap Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna, kemarin.

Ada enam indikator yang dijadikan acuan perubahan level. Salah satunya capaian vaksinasi dosis satu daerah 70 persen untuk masyarakat umum dan 60 persen untuk lansia. Meski sebelumnya banyak kendala, Langit menegaskan, per dua hari ini, cakupan vaksin dosis pertama akhirnya sudah memenuhi target. Sesuai dashboard data Sistem Informasi (SI) Satu Data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), data cakupan vaksin Covid-19 di Jawa Timur per Selasa (23/11) sudah tembus 62,86 persen dosis satu untuk lansia dan 78,89 persen dosis satu untuk masyarakat umum. ’’Tapi, kita tetap kejar 100 persen. Kita maksimalkan semaksimal mungkin. Termasuk dengan sistem pendekatan lewat door-to-door,’’ tegasnya.

Baca juga: Pemerintah-Pers Harus Tegakkan Prinsip Pagar Api

Langit memaparkan, lima indikator lainnya yang memengaruhi penurunan level juga sudah aman. Tren kasus aktif harian yang sudah berkurang drastis misalnya. Kini, per minggu, rata-rata pasien terkonfirmasi positif hanya 1-5 kasus dari per 100 ribu penduduk. Hal itu juga diimbangi dengan ketentuan tracing di semua wilayah dengan ketentuan 1 banding 15. Termasuk keterisian tempat tidur, juga hanya 1-5 per minggu dari semua rumah sakit yang ada.

Capaian target dari indikator itu berkat kerja keras bersama. Pemda, TNI, dan Polri, mulai tingkatan kabupaten, hingga desa. ’’Meski semua indikator kita tercapai, penentuan status tetap menunggu keputusan pemerintah pusat. Kita tetap menunggu juknis dari pusat. Apalagi libur Nataru nanti, juga ada wacana semua daerah dimasukan level 3,’’ paparnya. (ori/abi)

(mj/ori/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia