alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengapung di Dam Sipon

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jasad perempuan tanpa busana ditemukan mengapung di pusaran aliran Dam Sipon Sungai Brantas, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (24/11). Warga bersama relawan memakai tali yang diikatkan dengan batang bambu untuk mengevakuasi korban ke tepi sungai.  

Keberadaan mayat tanpa identitas itu kali pertama diketahui Sentot, 56, warga setempat sekitar pukul 06.30. Di tengah derasnya aliran sungai, ia melihat tubuh korban terombang-ambing di pusaran arus. ’’Biasanya kalau pagi olahraga naik turun tangga dam ini. Lha tadi kok tiba-tiba ada mayat itu,’’ ungkap Sentot.

Mulanya ia tak menyadari bahwa yang terapung itu sesosok mayat. Hal itu baru bisa dipastikannya setelah melihat lengan korban terangkat ke atas oleh gulungan pusaran air. ’’Awalnya itu hanya terombang-ambing dari pinggir (sungai) ke tengah (sungai). Begitu terus, sampai akhirnya saya lihat ada tangan yang terangkat. Mayat ini.’’ ujarnya. Menyadari hal tersebut ia segera melapor ke Polsek Gedeg.

Baca Juga :  Belasan Ribu Anak Tak Punya Akta Kelahiran

Aden, 25, salah satu relawan, mengatakan, proses evakuasi jasad korban ke tepi sungai terbilang sulit lantaran posisinya berada di pusaran air Dam Sipon. Meskipun demikian,  warga bersama relawan tetap berusaha menarik tubuh korban ke area jangkauan dengan melemparkan tali tampar yang diikatkan ke bambu. ’’Lumayan lama soalnya lepas-lepas terus,’’ terangnya.

Setelah satu jam proses evakuasi, korban berhasil dipindahkan ke bantaran sungai. Menurutnya, mayat ditemukan dalam kondisi fisik yang mulai rusak. Hal itu diketahui dari kulit korban yang sudah menipis dan mengelupas di sejumlah titik. ’’Kalau tidak pelan-pelan pas narik tadi ya bisa putus. Soalnya memang sudah rapuh,’’ ungkapnya.

Kapolsek Gedeg AKP Edi Purwo mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi membusuk lantaran sudah lama berada di dalam air. Dari ciri fisiknya, diperkirakan perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut sudah meninggal lebih dari seminggu. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui identitas serta penyebab kematian korban.

Baca Juga :  Pasokan Berkurang, Harga Bawang Putih Melonjak

Pihaknya juga belum memastikan usia korban lantaran minimnya ciri fisik yang dapat dikenali. Setelah dievakuasi, jasad perempuan terempuan tersebut dibawa ke RSUD RA Basoeni, Gedeg. ’’Kita masih lakukan pendalaman. Bisa saja dia hanyut dari daerah mana terus nyangkut ke sini,’’ ungkapnya. (adi)

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jasad perempuan tanpa busana ditemukan mengapung di pusaran aliran Dam Sipon Sungai Brantas, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (24/11). Warga bersama relawan memakai tali yang diikatkan dengan batang bambu untuk mengevakuasi korban ke tepi sungai.  

Keberadaan mayat tanpa identitas itu kali pertama diketahui Sentot, 56, warga setempat sekitar pukul 06.30. Di tengah derasnya aliran sungai, ia melihat tubuh korban terombang-ambing di pusaran arus. ’’Biasanya kalau pagi olahraga naik turun tangga dam ini. Lha tadi kok tiba-tiba ada mayat itu,’’ ungkap Sentot.

Mulanya ia tak menyadari bahwa yang terapung itu sesosok mayat. Hal itu baru bisa dipastikannya setelah melihat lengan korban terangkat ke atas oleh gulungan pusaran air. ’’Awalnya itu hanya terombang-ambing dari pinggir (sungai) ke tengah (sungai). Begitu terus, sampai akhirnya saya lihat ada tangan yang terangkat. Mayat ini.’’ ujarnya. Menyadari hal tersebut ia segera melapor ke Polsek Gedeg.

Baca Juga :  Ustad dan Santri Jadi Sasaran Beasiswa Kemenag

Aden, 25, salah satu relawan, mengatakan, proses evakuasi jasad korban ke tepi sungai terbilang sulit lantaran posisinya berada di pusaran air Dam Sipon. Meskipun demikian,  warga bersama relawan tetap berusaha menarik tubuh korban ke area jangkauan dengan melemparkan tali tampar yang diikatkan ke bambu. ’’Lumayan lama soalnya lepas-lepas terus,’’ terangnya.

Setelah satu jam proses evakuasi, korban berhasil dipindahkan ke bantaran sungai. Menurutnya, mayat ditemukan dalam kondisi fisik yang mulai rusak. Hal itu diketahui dari kulit korban yang sudah menipis dan mengelupas di sejumlah titik. ’’Kalau tidak pelan-pelan pas narik tadi ya bisa putus. Soalnya memang sudah rapuh,’’ ungkapnya.

Kapolsek Gedeg AKP Edi Purwo mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi membusuk lantaran sudah lama berada di dalam air. Dari ciri fisiknya, diperkirakan perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut sudah meninggal lebih dari seminggu. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui identitas serta penyebab kematian korban.

Baca Juga :  Truk Pecah Ban, Jembatan Gama Macet

- Advertisement -

Pihaknya juga belum memastikan usia korban lantaran minimnya ciri fisik yang dapat dikenali. Setelah dievakuasi, jasad perempuan terempuan tersebut dibawa ke RSUD RA Basoeni, Gedeg. ’’Kita masih lakukan pendalaman. Bisa saja dia hanyut dari daerah mana terus nyangkut ke sini,’’ ungkapnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/