alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dianiaya Oknum TNI, Mata Kanan Anggota Satpol PP Masih Buram

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Anggota Satpol PP Kota Mojokerto yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum perwira TNI AL berpangkat letnan kolonel (letklol) kembali masuk rumah sakit. Angga Ardiyan Wijaya, 29, harus menjalani perawatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo lantaran kondisinya drop.

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryanan Dodik Murtono mengatakan, Angga sempat mendapat penanganan di rumah sakit, Sabtu siang (23/10). Terdapat sejumlah luka yang harus dijahit. ’’Terus setelah balik ke rumah. Kok masih pusing, mual, terus matanya buram,’’ terangnya kemarin.

Selesai dari rumah sakit, dia mengeluh kepalanya pusing dan perutnya mual. Selain itu, penglihatan Angga mengalami masalah. Mata sebelah kanannya buram akibat pukulan. Akhirnya, Angga kembali dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 15.00. Dodik menyebut, saat ini Angga menjalani opname dengan perawatan insentif. ’’Sekarang masih dirawat diinfus,’’ kata dia.

Pihaknya mengaku telah mengirim surat secara resmi kepada pihak berwenang. Isinya permintaan untuk memindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan oleh anggota TNI AL yang menimpa anggotanya tersebut. Dodik mengaku belum tahu menahu terkait upaya mediasi antara terduga pelaku dan korban. Yang jelas, pihaknya berharap proses hukum tetap jalan.

Baca Juga :  Kebocoran Tabung Elpiji dan Kelalaian Jadi Pemicu

’’Secara institusi kita sudah menyampaikan surat ke yang berwenang untuk memproses pelaku sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya kirim surat ke Pak Dandim (0815/Mojokerto) selaku komandan Subgar (Sub Kogartap 0815/Mojokerto) secara organisatoris atas kejadian penganaiayaan itu untuk diteruskan ke POM (Pusat Polisi Militer) TNI-nya,’’ jelas Dodik.

Dugaan aksi penganiayaan terjadi di pos penjagaan pintu masuk Kantor Wali Kota Mojokerto, Jumat malam (22/10). Terduga pelaku yang berjumlah dua orang langsung menghampiri korban yang tengah piket. Dodik mengatakan, pintu masuk tersebut memang tidak pernah dikunci. Paling-paling pintu hanya ditutup separo lantaran terdapat fasilitas ATM di area kantor yang diperuntukkan warga umum. ’’Karena di dalam ada ATM di sebelah pos. Jadi pintunya pemkot tidak selalu tertutup,’’ terangnya.

Dari pagi sampai pukul 21.00, gerbang masuk selalu dibiarkan terbuka lebar. Setelahnya, pukul 21.00 ke atas, akses masuk tersebut akan ditutup separo. ’’Kejadian (pemukulan) itu sebelum pukul 21.00, jadi pintunya terbuka lebar dan dia (terduga pelaku) langsung masuk,’’ terangnya.

Baca Juga :  Proyek Revitalisasi tanpa Anggaran

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Sub Komando Garnisun Tetap (Sub Kogartap) 0815/Mojokerto terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan perwira TNI AL berpangkat letkol tersebut. Satuan penegak hukum terhadap anggota TNI ini masih enggan berkomentar banyak. ’’Nanti sek. Ini masih perjalanan jauh dari Jawa Tengah,’’ ucap Seksi Operasional (Pasiops) Sub Kogartap 0815/Mojokerto Kapten Agus Budiyanto saat dihubungi kemarin petang.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan bermula saat Angga bersama sejumlah rekannya berusaha menolong seorang pemotor perempuan dan anak yang mengalami kecelakaan di jalur putar balik depan Kantor Wali Kota, Jumat (22/10) sekitar pukul 17.30. Kepadanya, perempuan itu sempat marah karena berpikir dia yang menabrak. Dia juga tidak terima saat dimintai KTP oleh Angga.

Puncaknya, ketika perempuan itu kembali ke TKP bersama suami dan seorang rekan yang mengaku anggota TNI dan lansung memukuli Angga. ’’Intinya di sini kami menjembatani pihak-pihak terkait. Kalau pihak satpol PP ingin diselesaikan secara kedinasan, akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku,’’ kata Seksi Operasional (Pasiops) Sub Kogartap 0815/Mojokerto Kapten Agus Budiyanto, Sabtu (23/10). 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Anggota Satpol PP Kota Mojokerto yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum perwira TNI AL berpangkat letnan kolonel (letklol) kembali masuk rumah sakit. Angga Ardiyan Wijaya, 29, harus menjalani perawatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo lantaran kondisinya drop.

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryanan Dodik Murtono mengatakan, Angga sempat mendapat penanganan di rumah sakit, Sabtu siang (23/10). Terdapat sejumlah luka yang harus dijahit. ’’Terus setelah balik ke rumah. Kok masih pusing, mual, terus matanya buram,’’ terangnya kemarin.

Selesai dari rumah sakit, dia mengeluh kepalanya pusing dan perutnya mual. Selain itu, penglihatan Angga mengalami masalah. Mata sebelah kanannya buram akibat pukulan. Akhirnya, Angga kembali dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 15.00. Dodik menyebut, saat ini Angga menjalani opname dengan perawatan insentif. ’’Sekarang masih dirawat diinfus,’’ kata dia.

Pihaknya mengaku telah mengirim surat secara resmi kepada pihak berwenang. Isinya permintaan untuk memindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan oleh anggota TNI AL yang menimpa anggotanya tersebut. Dodik mengaku belum tahu menahu terkait upaya mediasi antara terduga pelaku dan korban. Yang jelas, pihaknya berharap proses hukum tetap jalan.

Baca Juga :  Pelajar Dilarang Rayakan Valentine Day

’’Secara institusi kita sudah menyampaikan surat ke yang berwenang untuk memproses pelaku sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya kirim surat ke Pak Dandim (0815/Mojokerto) selaku komandan Subgar (Sub Kogartap 0815/Mojokerto) secara organisatoris atas kejadian penganaiayaan itu untuk diteruskan ke POM (Pusat Polisi Militer) TNI-nya,’’ jelas Dodik.

Dugaan aksi penganiayaan terjadi di pos penjagaan pintu masuk Kantor Wali Kota Mojokerto, Jumat malam (22/10). Terduga pelaku yang berjumlah dua orang langsung menghampiri korban yang tengah piket. Dodik mengatakan, pintu masuk tersebut memang tidak pernah dikunci. Paling-paling pintu hanya ditutup separo lantaran terdapat fasilitas ATM di area kantor yang diperuntukkan warga umum. ’’Karena di dalam ada ATM di sebelah pos. Jadi pintunya pemkot tidak selalu tertutup,’’ terangnya.

- Advertisement -

Dari pagi sampai pukul 21.00, gerbang masuk selalu dibiarkan terbuka lebar. Setelahnya, pukul 21.00 ke atas, akses masuk tersebut akan ditutup separo. ’’Kejadian (pemukulan) itu sebelum pukul 21.00, jadi pintunya terbuka lebar dan dia (terduga pelaku) langsung masuk,’’ terangnya.

Baca Juga :  Puluhan KPM Jadi Korban Penarikan Uang Bantuan Pengganti BPNT

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Sub Komando Garnisun Tetap (Sub Kogartap) 0815/Mojokerto terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan perwira TNI AL berpangkat letkol tersebut. Satuan penegak hukum terhadap anggota TNI ini masih enggan berkomentar banyak. ’’Nanti sek. Ini masih perjalanan jauh dari Jawa Tengah,’’ ucap Seksi Operasional (Pasiops) Sub Kogartap 0815/Mojokerto Kapten Agus Budiyanto saat dihubungi kemarin petang.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan bermula saat Angga bersama sejumlah rekannya berusaha menolong seorang pemotor perempuan dan anak yang mengalami kecelakaan di jalur putar balik depan Kantor Wali Kota, Jumat (22/10) sekitar pukul 17.30. Kepadanya, perempuan itu sempat marah karena berpikir dia yang menabrak. Dia juga tidak terima saat dimintai KTP oleh Angga.

Puncaknya, ketika perempuan itu kembali ke TKP bersama suami dan seorang rekan yang mengaku anggota TNI dan lansung memukuli Angga. ’’Intinya di sini kami menjembatani pihak-pihak terkait. Kalau pihak satpol PP ingin diselesaikan secara kedinasan, akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku,’’ kata Seksi Operasional (Pasiops) Sub Kogartap 0815/Mojokerto Kapten Agus Budiyanto, Sabtu (23/10). 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/