Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Influencer, Modal Murah, Hasil Mewah

25 September 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Influencer, Modal Murah, Hasil Mewah

Annisa Rahma saat mereviu kuliner di sebuah objek wisata. (FARISMA ROMAWAN/radarmojokerto.id)

Share this      

Ruang digital kini telah berevolusi menjadi peluang usaha baru potensial. Termasuk Influencer sebagai satu dari sekian bentuk digital marketing yang paling diminati. Karena, dengan modal yang minimalis, bisa meraup untung maksimal jika dilakoni secara konsisten.

Dunia digital Mojokerto juga tak luput dari serbuan puluhan hingga ratusan influencer yang berkembang. Khususnya di medsos Instagram (IG) yang banyak digemari kaum milenial. Annisa Rahma, adalah satu dari sekian influencer dan konten kreator yang turut merasakan segarnya uang dari hasil ngontennya.

Review kuliner dan jajanan khas di Mojokerto menjadi topik yang ia pilih sejak awal membangun akun IG @kontenkuliner awal tahun 2020 lalu. Bahkan, Nisa mengaku membangun akunnya mulai dari 0 hingga kini tembus 53 ribu followers cukup dengan bermodalkan handphone dan uang saku sekolah yang ia sisihkan setiap hari.

Baca juga: Dinkes Terjunkan Nakes RS ke Desa

’’Memang, pada dasarnya suka kuliner. Setiap kali makan, pasti aku jadikan konten. Modalnya dari uang saku Rp 5 ribu atau Rp 10 aku sisihkan tiap hari untuk beli makanan atau jajan yang akan aku review. Dari situ ternyata banyak tawaran endorse via Direct Message (DM) meskipun saat itu tawarannya cuman Rp 50 ribu,’’ ujarnya.

Dari banyaknya tawaran itu, gadis 17 tahun ini tertantang untuk mengembangkan secara profesional. Tentunya dengan target profit yang tak sedikit. Kualitas visual konten ia perbaiki dan tingkatkan agar menggapai banyak view dan followers. Bahkan Nisa juga rela merogoh kocek dari hasil endorse agar kontennya kian menarik. ’’Ya dulu awalnya pake HP biasa, sekarang sudah HP dengan spesifikasi kamera high quality,’’ tandasnya.

Setelah dua tahun eksis sebagai infulencer, pendapatan ABG kelas XII ini pun naik drastis. Bahkan sudah menyamai standar upah minimum kabupaten (UMK) sebesar Rp 4,2 juta perbulan meski ia masih berstatus pelajar.

Namun. hasil jerih payahnya itu diakui Nisa bukan tanpa tantangan berat. Psikologinya juga sempat down lantaran dicap netizen hanya sekedar jualan fisiknya yang good looking untuk menarik followers. Padahal, jauh dari lubuk hatinya paling dalam, niatnya me-review kulineran di Mojokerto adalah untuk mengangkat UMKM agar segera bangkit setelah diterpa Pandemi Covid-19.

Namun dengan tantangan itulah, Nisa sadar jika medsos bukan sekedar ajang meraup untung, juga harus bisa menjadi ladang dalam menumbuhkan kesadaran sosial bagi semua penikmatnya. ’’Yang namanya medsos kan harus sadar bagaimana bersosial. Kalau bisa justru dengan medsos, jiwa sosial kita terhadap sesama bisa tumbuh tanpa ada jarak,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ron/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia