alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Ditikam di Persawahan, Terkapar di Tepi Jalan

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan dihebohkan dengan penemuan sesosok jasad tergeletak di pinggir Jalan Candi Bajang Ratu, Selasa (24/8). Korban adalah Rizki Ardiyanto, 27, warga Dusun Bandaran, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Jasadnya ditemukan dalam kondisi tengkurap dan berlumuran darah akibat luka di tubuhnya. Diduga, Rizki merupakan korban pembunuhan.

Kepala Dusun Kraton Syaifudin, 53, mengungkapkan, dirinya baru mengetahui peristiwa tersebut usai mendapat laporan warga sekitar pukul 14.30. Dia menjelaskan, warga setempat sempat mendengar suara minta tolong dari korban. ”Warga sempat mendengar korban teriak minta tolong sambil lari (dari areal persawahan menuju jalan) minta tolong. Tahu-tahu korban sudah tengkurap di situ (TKP),” ujarnya di lokasi.

Syaifudin mengaku tak tahu pasti terkait kronologi kejadian tersebut. Namun, pihaknya mendapati korban sudah tengkurap bersimbah darah di pinggir jalan. Menurutnya, korban tewas akibat mengalami sejumlah luka di tubuhnya. ”Saya ndak tahu persis lukanya di mana. Saya ndak berani buka, karena prosesnya sudah saya serahkan ke kepolisian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dispendik Mendadak Ubah Metode Seleksi PPDB SMP Negeri di Malam Hari

Dia menambahkan, warga setempat juga tak tahu persis terkait peristiwa tersebut. ”(Warga) ndak ada yang tahu korban itu sendirian atau gimana dan pelakunya juga ndak ada yang tahu,” imbuhnya.

Yuni, 45, warga setempat, menambahkan, dirinya sempat mendengar Rizki meminta tolong saat korban tengah berjalan di belakang rumahnya menuju jalan raya. Namun, karena saat itu dia tengah sibuk mengurusi anaknya, sehingga tak sempat menengok korban. Hingga akhirnya dia mendapati Rizki tergeletak tak bernyawa sekitar lima meter di timur rumahnya.

”Iya dengar suara minta tolong dari belakang rumah, tapi ndak sempat lihat. Tahunya waktu keluar rumah sudah ada orang yang tergeletak. Belakang rumah itu kan sawah, mungkin korban itu lari dari sawah menuju ke jalan situ,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi menjelaskan, dugaan sementara korban tewas akibat sejumlah luka yang dialami. Hanya saja, pihaknya masih belum bisa menyebutkan sejumlah luka yang dialami korban.

Sebab, hal tersebut tengah dalam penyelidikan Tim Identifikasi Polres Mojokerto. ”Kemungkinan korban ditikam di belakang rumah warga (areal persawahan) yang akhirnya terjatuh di pinggir jalan ini,” terangnya. Darah korban tercecer hingga sejauh sekitar 50 meter dari lokasi korban tergeletak. Diduga, korban berlari menyeberangi areal persawahan di belakang pemukiman warga sebelum akhirnya ditemukan tewas di pinggir jalan. ”Sekitar 100 meter di belakang bambu-bambu (persawahan) ada jalan menuju Dusun Kepiting (Desa Temon),” ujarnya.

Baca Juga :  Mal Pelayanan Publik Bakal Dibuka

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan sepasang sandal dan HP milik korban. Petugas juga memeriksa sejumlah saksi dari keluarga korban hingga warga yang melaporkan peristiwa nahas itu. ”Terkait sepeda motor korban masih belum ada informasi lebih lanjut. Nanti hasil pengembangan lebih lanjut akan disampaikan Satreskrim Polres Mojokerto,” tukas Imam.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, saat Tim Identifikasi Polres Mojokerto melakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah kunci di saku korban. Tampak korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Salah satunya, luka tusukan di dada kiri korban. Informasi yang berhasil dihimpun, keseharian Rizki bekerja di salah satu warung sate di utara tempat penimbunan kayu (TPK) Trowulan.

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan dihebohkan dengan penemuan sesosok jasad tergeletak di pinggir Jalan Candi Bajang Ratu, Selasa (24/8). Korban adalah Rizki Ardiyanto, 27, warga Dusun Bandaran, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Jasadnya ditemukan dalam kondisi tengkurap dan berlumuran darah akibat luka di tubuhnya. Diduga, Rizki merupakan korban pembunuhan.

Kepala Dusun Kraton Syaifudin, 53, mengungkapkan, dirinya baru mengetahui peristiwa tersebut usai mendapat laporan warga sekitar pukul 14.30. Dia menjelaskan, warga setempat sempat mendengar suara minta tolong dari korban. ”Warga sempat mendengar korban teriak minta tolong sambil lari (dari areal persawahan menuju jalan) minta tolong. Tahu-tahu korban sudah tengkurap di situ (TKP),” ujarnya di lokasi.

Syaifudin mengaku tak tahu pasti terkait kronologi kejadian tersebut. Namun, pihaknya mendapati korban sudah tengkurap bersimbah darah di pinggir jalan. Menurutnya, korban tewas akibat mengalami sejumlah luka di tubuhnya. ”Saya ndak tahu persis lukanya di mana. Saya ndak berani buka, karena prosesnya sudah saya serahkan ke kepolisian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pegawai Terpapar Covid-19, Giliran BKPP Ditutup

Dia menambahkan, warga setempat juga tak tahu persis terkait peristiwa tersebut. ”(Warga) ndak ada yang tahu korban itu sendirian atau gimana dan pelakunya juga ndak ada yang tahu,” imbuhnya.

Yuni, 45, warga setempat, menambahkan, dirinya sempat mendengar Rizki meminta tolong saat korban tengah berjalan di belakang rumahnya menuju jalan raya. Namun, karena saat itu dia tengah sibuk mengurusi anaknya, sehingga tak sempat menengok korban. Hingga akhirnya dia mendapati Rizki tergeletak tak bernyawa sekitar lima meter di timur rumahnya.

”Iya dengar suara minta tolong dari belakang rumah, tapi ndak sempat lihat. Tahunya waktu keluar rumah sudah ada orang yang tergeletak. Belakang rumah itu kan sawah, mungkin korban itu lari dari sawah menuju ke jalan situ,” bebernya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi menjelaskan, dugaan sementara korban tewas akibat sejumlah luka yang dialami. Hanya saja, pihaknya masih belum bisa menyebutkan sejumlah luka yang dialami korban.

Sebab, hal tersebut tengah dalam penyelidikan Tim Identifikasi Polres Mojokerto. ”Kemungkinan korban ditikam di belakang rumah warga (areal persawahan) yang akhirnya terjatuh di pinggir jalan ini,” terangnya. Darah korban tercecer hingga sejauh sekitar 50 meter dari lokasi korban tergeletak. Diduga, korban berlari menyeberangi areal persawahan di belakang pemukiman warga sebelum akhirnya ditemukan tewas di pinggir jalan. ”Sekitar 100 meter di belakang bambu-bambu (persawahan) ada jalan menuju Dusun Kepiting (Desa Temon),” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Eks Koruptor Ikut Berebut Kursi Kepala Desa Bejijong dan Seduri

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan sepasang sandal dan HP milik korban. Petugas juga memeriksa sejumlah saksi dari keluarga korban hingga warga yang melaporkan peristiwa nahas itu. ”Terkait sepeda motor korban masih belum ada informasi lebih lanjut. Nanti hasil pengembangan lebih lanjut akan disampaikan Satreskrim Polres Mojokerto,” tukas Imam.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, saat Tim Identifikasi Polres Mojokerto melakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah kunci di saku korban. Tampak korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Salah satunya, luka tusukan di dada kiri korban. Informasi yang berhasil dihimpun, keseharian Rizki bekerja di salah satu warung sate di utara tempat penimbunan kayu (TPK) Trowulan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/