alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

Dorong UMKM Masuk E-Katalog, Jadi Penyedia Barang dan Jasa Produk Lokal

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendaftarkan produknya ke e-katalog. Saat ini, Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/Jasa Pemerintah (LKPP) telah membuka sebanyak sepuluh etalase untuk menampung produk lokal dari Kota Mojokerto.

Kabag Pengadaan Barang/Jasa dan Pembangunan (PBJ) Setdakot Mojokerto Muraji mengatakan, setidaknya sudah ada 68 pelaku UMKM yang yang mengajukan diri untuk menjadi penyedia di e-katalog LKPP. Namun, pelaku yang sebagaian besar bergerak pada usaha makanan dan minuman ini masih perlu dilakukan pendampingan untuk bisa mendaftarkan produknya secara e-purchasing. ”Sekarang kami masih berjalan untuk mengajarkan untuk cara masuk, membuat akun, dan seterusnya,” terangnya.

Baca Juga :  Dua Buah Hati Penenang Hati

Hingga kemarin, baru lima pelaku UMKM yang sudah berhasil menjadi penyedia di e-katalog LKPP. Dari total 78 jenis produk, seluruhnya masuk dalam etalase makanan dan minuman.

Dikatakan Muraji, jumlah penyedia ditargetkan akan bertambah setelah tahap pendampingan tuntas. ”Sambil berjalan nanti jumlahnya pasti akan terus berkembang,” imbuh mantan Sekretaris DPUPRPRKP Kota Mojokerto ini.

Terlebih, selain makanan dan minuman, LKPP juga meneyediakan 9 etalase lainnya berdasarkan kategori pengadaan barang/jasar. Di antaranya alat tulis kantor (ATK), bahan material, bahan pokok, pakaian dinas dan kain tradisional, jasa servis kendaraan, hingga penyedia aspal dan beton ready mix.

Dikatakannya, upaya mendorong pelaku UMKM untuk mendaftar sebagai penyedia di e-katalog merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) 2/2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk UMKM dan Koperasi. Sehingga, organisasi perangkat daerah (OPD) yang melakukan melakukan pengadaan barang/jasa diminta untuk mengakses e-katalog. ”Sementara memang baru 10 etalase yang dibuka LKPP. Tapi kalau nanti daerah memandang perlu untuk menambah, kita bisa mengajukan permohonan sesuai kebutuhan daerah,” tandasnya.

Baca Juga :  KPPN Mojokerto Siaga Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2019

Di sisi lain, terdaftarnya pelaku UMKM Kota Mojokerto sebagai penyedia di e-katalog juga membuka peluang pangsa pasar yang lebih luas. Karena pembelian secara elektronik tersebut bisa diakses dari pemerintah daerah lainnya. ”Penyedia dan pembeli juga langsung transaksi di aplikasi e-katalog, sehingga tidak melalui pihak lain,” pungkasnya. (ram/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendaftarkan produknya ke e-katalog. Saat ini, Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/Jasa Pemerintah (LKPP) telah membuka sebanyak sepuluh etalase untuk menampung produk lokal dari Kota Mojokerto.

Kabag Pengadaan Barang/Jasa dan Pembangunan (PBJ) Setdakot Mojokerto Muraji mengatakan, setidaknya sudah ada 68 pelaku UMKM yang yang mengajukan diri untuk menjadi penyedia di e-katalog LKPP. Namun, pelaku yang sebagaian besar bergerak pada usaha makanan dan minuman ini masih perlu dilakukan pendampingan untuk bisa mendaftarkan produknya secara e-purchasing. ”Sekarang kami masih berjalan untuk mengajarkan untuk cara masuk, membuat akun, dan seterusnya,” terangnya.

Baca Juga :  Pastikan Sawah Terairi, Bupati Cek Sumber Irigasi

Hingga kemarin, baru lima pelaku UMKM yang sudah berhasil menjadi penyedia di e-katalog LKPP. Dari total 78 jenis produk, seluruhnya masuk dalam etalase makanan dan minuman.

Dikatakan Muraji, jumlah penyedia ditargetkan akan bertambah setelah tahap pendampingan tuntas. ”Sambil berjalan nanti jumlahnya pasti akan terus berkembang,” imbuh mantan Sekretaris DPUPRPRKP Kota Mojokerto ini.

Terlebih, selain makanan dan minuman, LKPP juga meneyediakan 9 etalase lainnya berdasarkan kategori pengadaan barang/jasar. Di antaranya alat tulis kantor (ATK), bahan material, bahan pokok, pakaian dinas dan kain tradisional, jasa servis kendaraan, hingga penyedia aspal dan beton ready mix.

Dikatakannya, upaya mendorong pelaku UMKM untuk mendaftar sebagai penyedia di e-katalog merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) 2/2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk UMKM dan Koperasi. Sehingga, organisasi perangkat daerah (OPD) yang melakukan melakukan pengadaan barang/jasa diminta untuk mengakses e-katalog. ”Sementara memang baru 10 etalase yang dibuka LKPP. Tapi kalau nanti daerah memandang perlu untuk menambah, kita bisa mengajukan permohonan sesuai kebutuhan daerah,” tandasnya.

Baca Juga :  Kabar Gres! Sanksi Dicabut, PS Mojokerto Putra Bisa Merumput di Liga 3
- Advertisement -

Di sisi lain, terdaftarnya pelaku UMKM Kota Mojokerto sebagai penyedia di e-katalog juga membuka peluang pangsa pasar yang lebih luas. Karena pembelian secara elektronik tersebut bisa diakses dari pemerintah daerah lainnya. ”Penyedia dan pembeli juga langsung transaksi di aplikasi e-katalog, sehingga tidak melalui pihak lain,” pungkasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/