alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Wednesday, August 10, 2022

50 Persen Armada Barang dan Angkutan Tak Sesuai Kir

Pengereman dan Kaki-Kaki Sering Bermasalah
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tidak semua kendaraan muatan barang dan penumpang yang diujikan di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) DPRKP2 Kabupaten Mojokerto memenuhi ketentuan yang berlaku. Masih banyak kendaraan angkutan harus balik akibat sistem pengereman kurang prima saat uji kir.

Kepala UPT PKB DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Imam Handoko mengatakan, masih banyak pemilik kendaraan angkutan barang dan penumpang yang nekat melakukan uji kir meski armadanya tidak dalam kondisi optimal. Dari sejumlah elemen yang diperiksa saat uji kendaraan bermotor, banyak pendaftar uji kir yang harus kembali lantaran sistem pengereman armadanya tidak memenuhi ketentuan.

”Dari sekitar 50-60 kendaraan yang uji kir dalam sehari, mungkin sekitar 50 persen tidak sesuai ketentuan. Sekitar 30 persennya (dari 50 persen) itu terkait sistem pengereman kendaraan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penyidik Mabes Polri Periksa Keluarga Bripda Yosua di Jambi

Diterangkannya, sistem pengereman yang tidak optimal itu bakal tampak jelas ketika armada melintasi alat uji. Saat roda kendaraan turut berputar seiring dengan roller alat uji meski pedal rem sudah diinjak, artinya armada itu tidak lolos uji kir. ”Selain pengereman, yang kedua adalah masalah kaki-kaki mobil. Pengereman dan kaki-kaki ini yang biasa jadi masalah kendaraan angkutan,” terangnya.

Dijelaskannya, ada sejumlah elemen uji yang mesti dilakoni kendaraan angkutan untuk mengantongi surat berlaku uji kir. Yakni, sistem pengereman, kaki-kaki mobil, fungsi daya pancar lampu, emisi gas buang, tingkat kebisingan kendaraan, keakuratan sistem kemudi, akurasi speedometer, hingga kedalaman alur ban. ”Dan ujir kir ini harus rutin dilakukan setiap enam bulan sekali,” tegasnya.

Baca Juga :  Pecah! Dewa United Juarai eSports Tournament For Stronger Indonesia

Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menambahkan, masih ada elemen uji kir yang dianggap sepele oleh para pemilik angkutan. Yakni, kaca mobil, fungsi mesin, karburator, transmisi, dan fungsi klakson. Ketika armada tidak lulus uji di salah satu elemen, mereka harus kembali dengan membenahi kekurangan tersebut sesuai ketentuan. Hingga benar-benar dinyatakan lolos uji laik jalan sesuai ketentuan yang berlaku.

”Misal yang paling sepele, kaca filmnya terlalu gelap, ya tidak lolos. Mereka kami beri kesempatan ke bengkel untuk dibenahi kekurangannya. Mereka balik besok harinya pun tidak masalah karena mereka sudah terdaftar,” tegas Rachmat. (vad/ron)

Pengereman dan Kaki-Kaki Sering Bermasalah
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tidak semua kendaraan muatan barang dan penumpang yang diujikan di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) DPRKP2 Kabupaten Mojokerto memenuhi ketentuan yang berlaku. Masih banyak kendaraan angkutan harus balik akibat sistem pengereman kurang prima saat uji kir.

Kepala UPT PKB DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Imam Handoko mengatakan, masih banyak pemilik kendaraan angkutan barang dan penumpang yang nekat melakukan uji kir meski armadanya tidak dalam kondisi optimal. Dari sejumlah elemen yang diperiksa saat uji kendaraan bermotor, banyak pendaftar uji kir yang harus kembali lantaran sistem pengereman armadanya tidak memenuhi ketentuan.

”Dari sekitar 50-60 kendaraan yang uji kir dalam sehari, mungkin sekitar 50 persen tidak sesuai ketentuan. Sekitar 30 persennya (dari 50 persen) itu terkait sistem pengereman kendaraan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rp 1,7 triliun Dana ACT Lebih dari Setengahnya ke Entitas Pribadi

Diterangkannya, sistem pengereman yang tidak optimal itu bakal tampak jelas ketika armada melintasi alat uji. Saat roda kendaraan turut berputar seiring dengan roller alat uji meski pedal rem sudah diinjak, artinya armada itu tidak lolos uji kir. ”Selain pengereman, yang kedua adalah masalah kaki-kaki mobil. Pengereman dan kaki-kaki ini yang biasa jadi masalah kendaraan angkutan,” terangnya.

Dijelaskannya, ada sejumlah elemen uji yang mesti dilakoni kendaraan angkutan untuk mengantongi surat berlaku uji kir. Yakni, sistem pengereman, kaki-kaki mobil, fungsi daya pancar lampu, emisi gas buang, tingkat kebisingan kendaraan, keakuratan sistem kemudi, akurasi speedometer, hingga kedalaman alur ban. ”Dan ujir kir ini harus rutin dilakukan setiap enam bulan sekali,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkot-Pemkab Siapkan Isoter

Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menambahkan, masih ada elemen uji kir yang dianggap sepele oleh para pemilik angkutan. Yakni, kaca mobil, fungsi mesin, karburator, transmisi, dan fungsi klakson. Ketika armada tidak lulus uji di salah satu elemen, mereka harus kembali dengan membenahi kekurangan tersebut sesuai ketentuan. Hingga benar-benar dinyatakan lolos uji laik jalan sesuai ketentuan yang berlaku.

- Advertisement -

”Misal yang paling sepele, kaca filmnya terlalu gelap, ya tidak lolos. Mereka kami beri kesempatan ke bengkel untuk dibenahi kekurangannya. Mereka balik besok harinya pun tidak masalah karena mereka sudah terdaftar,” tegas Rachmat. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/