alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Pendidikan Berbasis Qurani dalam Menghadapi Era Smart Society

SD Islam Miftahul Hikmah Kota Mojokerto

SEKOLAH Dasar Islam Islam (SDI) Miftahul Hikmah Kota Mojokerto menjadikan knowledge, skills, attitude, dan value sebagai empat pilar kompetensi wajib dalam pembelajaran. Penerapan ini untuk menyongsong era smart society 5.0.

Dengan begitu, diperlukan integrasi antara perkembangan teknologi dan juga ilmu keagamaan berbasis Qurani yang bertujuan mencegah degradasi moral serta menurunnya pengetahuan agama pada generasi penerus.

Kepala SDI Miftahul Hikmah Mukhammad Khoirul Anam, S.Pd.I, mengungkapkan pendidikan berbasis Qurani diterapkan dalam rangka pembentukan nilai-nilai karakter dan juga kepribadian siswa.

Dalam pendidikan, hal itu diimplementasikan dengan pemahaman akhaqul karimah dengan teknik peneladanan, pembiasaan, penegakan peraturan, serta pemberian motivasi. ”Sehingga gagasan dalam Alquran menjadi dasar sebagai karakter pendidikan,” terangnya.

Menurutnya, penerapan tersebut selaras dengan yang diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pada Bab II Pasal 3 menyebutkan, tujuan pendidikan adalah berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. ”Maka, iman dan takwa dapat menjadi poin yang diadopsi dari Alquran. Karena pada dasarnya iman dan takwa menjadi kewajiban seorang makhluk yang diatur dan dijelaskan dalam Alquran,” tandas Khoirul Anam.

Baca Juga :  Wali Kota Mutasi Pejabat di Rumah Rakyat Sambil Berjemur

Di samping itu, SDI Miftahul Hikmah Kota Mojokerto berupaya untuk mengintegrasikan dua poin penting dalam kegiatan belajar mengajar. Yakni dengan menyeimbangkan perkembangan teknologi dan pendidikan Qurani.

Sebagaimana yang telah tertuang dalam jargon lembaga ’’Tekun dalam Berzikir, Cerdas dalam Berpikir, Cermat dalam Bertindak’’ sekaligus visi- misi dan tujuan SDI Miftahul Hikmah Kota Mojokerto. ”Sehingga kami implementasikan juga dalam proses pembelajaran dan program kegiatan sekolah di SDI Miftahul Hikmah,” tegas dia.

Di antaranya dengan menggulirkan program Taman Pendidikan Quran (TPQ). Khoirul Anam menjelaskan, TPQ menjadi program wajib yang diikuti oleh seluruh peserta didik SDI Miftahul Hikmah setiap hari. Dengan durasi waktu 2 jam pelajaran.

Baca Juga :  Ning Ita Gowes Bareng Komunitas, Keliling Permukiman

Program ini menggunakan metode yanbu’a dengan didampingi ustaz dan ustazah yang berkompeten dan sudah memiliki syahadah atau ijazah Muqri’il Quran yang diterbitkan Lajnah Muroqobah Yanbu’a.

Selain itu, juga terdapat program tahsin dan kitab. Tahsin Alquran atau memperbaiki bacaan kitab suci ini menjadi program unggulan SDI Miftahul Hikmah. ”Karena program ini memiliki target untuk peserta didik bukan hanya mampu mengaji secara tartil sesuai mahkraj, tajwid, dan kaidah bacaan Alquran, tetapi juga mampu memperdalam kitab,” papar Khoirul Anam.

Di sisi lain, peserta didik juga ditarget mampu untuk menghafalkan ayat suci Alquran dalam program tahfidz. Program ini merupakan kelanjutan dari program TPQ yang pembinaannya didampingi hafiz dan hafizoh yang dilaksakan secara bekala dengan sistem setoran hafalan serta tasmi’. (ram/ron)

SD Islam Miftahul Hikmah Kota Mojokerto

SEKOLAH Dasar Islam Islam (SDI) Miftahul Hikmah Kota Mojokerto menjadikan knowledge, skills, attitude, dan value sebagai empat pilar kompetensi wajib dalam pembelajaran. Penerapan ini untuk menyongsong era smart society 5.0.

Dengan begitu, diperlukan integrasi antara perkembangan teknologi dan juga ilmu keagamaan berbasis Qurani yang bertujuan mencegah degradasi moral serta menurunnya pengetahuan agama pada generasi penerus.

Kepala SDI Miftahul Hikmah Mukhammad Khoirul Anam, S.Pd.I, mengungkapkan pendidikan berbasis Qurani diterapkan dalam rangka pembentukan nilai-nilai karakter dan juga kepribadian siswa.

Dalam pendidikan, hal itu diimplementasikan dengan pemahaman akhaqul karimah dengan teknik peneladanan, pembiasaan, penegakan peraturan, serta pemberian motivasi. ”Sehingga gagasan dalam Alquran menjadi dasar sebagai karakter pendidikan,” terangnya.

Menurutnya, penerapan tersebut selaras dengan yang diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pada Bab II Pasal 3 menyebutkan, tujuan pendidikan adalah berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. ”Maka, iman dan takwa dapat menjadi poin yang diadopsi dari Alquran. Karena pada dasarnya iman dan takwa menjadi kewajiban seorang makhluk yang diatur dan dijelaskan dalam Alquran,” tandas Khoirul Anam.

Baca Juga :  Juara Internasional Taekwondo dan Juara 3 Vlog
- Advertisement -

Di samping itu, SDI Miftahul Hikmah Kota Mojokerto berupaya untuk mengintegrasikan dua poin penting dalam kegiatan belajar mengajar. Yakni dengan menyeimbangkan perkembangan teknologi dan pendidikan Qurani.

Sebagaimana yang telah tertuang dalam jargon lembaga ’’Tekun dalam Berzikir, Cerdas dalam Berpikir, Cermat dalam Bertindak’’ sekaligus visi- misi dan tujuan SDI Miftahul Hikmah Kota Mojokerto. ”Sehingga kami implementasikan juga dalam proses pembelajaran dan program kegiatan sekolah di SDI Miftahul Hikmah,” tegas dia.

Di antaranya dengan menggulirkan program Taman Pendidikan Quran (TPQ). Khoirul Anam menjelaskan, TPQ menjadi program wajib yang diikuti oleh seluruh peserta didik SDI Miftahul Hikmah setiap hari. Dengan durasi waktu 2 jam pelajaran.

Baca Juga :  Ciptakan Siswa Berprestasi Mandiri dan Kreatif

Program ini menggunakan metode yanbu’a dengan didampingi ustaz dan ustazah yang berkompeten dan sudah memiliki syahadah atau ijazah Muqri’il Quran yang diterbitkan Lajnah Muroqobah Yanbu’a.

Selain itu, juga terdapat program tahsin dan kitab. Tahsin Alquran atau memperbaiki bacaan kitab suci ini menjadi program unggulan SDI Miftahul Hikmah. ”Karena program ini memiliki target untuk peserta didik bukan hanya mampu mengaji secara tartil sesuai mahkraj, tajwid, dan kaidah bacaan Alquran, tetapi juga mampu memperdalam kitab,” papar Khoirul Anam.

Di sisi lain, peserta didik juga ditarget mampu untuk menghafalkan ayat suci Alquran dalam program tahfidz. Program ini merupakan kelanjutan dari program TPQ yang pembinaannya didampingi hafiz dan hafizoh yang dilaksakan secara bekala dengan sistem setoran hafalan serta tasmi’. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/