alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Undang Tasyakuran tapi Gagal Berangkat Haji, Warga Leminggir Langsung Pingsan

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pegawai dan pengunjung Kemenag Kabupaten Mojokerto dikejutkan dengan seorang calon jamaah haji yang mendadak pingsan di ruang Pelayanan Haji dan Umrah, Rabu (25/5) siang.

Calon jamaah haji tersebut pingsan setelah dia dinyatakan tidak dapat menuaikan ibadah haji tahun ini. Perempuan bernama Astutik, warga Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto tersebut diketahui tidak masuk dalam daftar cadangan keberangkatan haji tahun 2022.

Oleh petugas Kemenag, Astutik lantas diistirahatkan di kursi panjang berada depan ruang PHU. Meski kembali tersadar, Astutik terus merintih dan menangis. Diduga sebelumnya dia mengalami shock dan kaget karena tidak termasuk dalam daftar cadangan keberangkatan haji tahun 2022 dari Kemenag Kabupaten Mojokerto.

Dengan posisi tiduran di kursi tunggu, petugas dan pengunjung yang mengetahui, terus memberikan support dan berusaha menenangkan. Bahkan, membujuk agar Astutik tidak lagi menangis. Dari pengakuan Astutik, kekecewaan yang dirasakan tak sekadar tidak bisa berangkat menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Melainkan, belakangan Astutik sudah mempersiapkan diri menggelar tasyakuran haji. Termasuk, menyampaikan rencana keberangkatan haji kepada keluarga, tetangga, kerabat, hingga teman Muslimat NU.

Baca Juga :  Perbaiki Sekolah, Dispendik Gelontor Rp 5 Miliar

Setelah mendengar semangat dari petugas dan pengunjung, Astutik kemudian beranjak dari kursi panjang. Dia mengaku sudah legawa menerima keputusan tidak bisa berangkat haji tahun ini.

Astutik bahkan sempat menemui langsung Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Barozi. Kepada Barozi, perempuan yang mengenakan busana serbaputih khas KBIH ini sebelumnya memang mendapat informasi jika dirinya bisa berangkat haji tahun ini. Karenanya, dia ingin mengetahui langsung informasi tersebut dengan mendatangi kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto.

Namun, nasib berkata lain. Rencana tasyakuran haji yang sedianya digelar, Kamis (26/5) itu urung dihelat. Setelah Astutik dipastikan tidak termasuk dalam daftar keberangkatan haji tahun ini.

Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Barozi mengungkapkan, Astutik memang masuk dalam daftar 102 calon jamaah haji cadangan. Bahkan, sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji senilai Rp 42 juta lebih. Tetapi, tambah Barozi, kementerian agama memutuskan cadangan calon jamaha haji dari Kabupaten Mojokerto yang dipastikan berangkat tahun ini hanya 16 orang.

Baca Juga :  Calon Haji Mojokerto Tetap Bersiap Berangkat Juni

Barozi menambahkan, agar masyarakat, khususnya calon jamaah haji tidak mudah menerima informasi yang belum diketahui kepastiannya atau hoaks. Sebaikanya, masyarakat menanyakan informasi yang lebih valid lansung kepada kemenag. Terutama soal pelaksanaan ibadah haji.

Tahun ini, kuota calon jamaah haji Kabupaten Mojokerto dipastikan berangkat mencapai 710 orang. Dari sebelumnya yang terdaftar dalam kuota keberangkatan sebanyak 1.261 orang. Mereka merupakan calon jamaah haji tahun 2020 yang mendapat prioritas keberangkatan haji tahun ini. Pengurangan kuota tersebut akibat pengurangan kuota haji internasional dan pembatasan usia calon jamah haji maksimal 65 tahun oleh pemerintah Arab Saudi. (ris/fen)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pegawai dan pengunjung Kemenag Kabupaten Mojokerto dikejutkan dengan seorang calon jamaah haji yang mendadak pingsan di ruang Pelayanan Haji dan Umrah, Rabu (25/5) siang.

Calon jamaah haji tersebut pingsan setelah dia dinyatakan tidak dapat menuaikan ibadah haji tahun ini. Perempuan bernama Astutik, warga Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto tersebut diketahui tidak masuk dalam daftar cadangan keberangkatan haji tahun 2022.

Oleh petugas Kemenag, Astutik lantas diistirahatkan di kursi panjang berada depan ruang PHU. Meski kembali tersadar, Astutik terus merintih dan menangis. Diduga sebelumnya dia mengalami shock dan kaget karena tidak termasuk dalam daftar cadangan keberangkatan haji tahun 2022 dari Kemenag Kabupaten Mojokerto.

Dengan posisi tiduran di kursi tunggu, petugas dan pengunjung yang mengetahui, terus memberikan support dan berusaha menenangkan. Bahkan, membujuk agar Astutik tidak lagi menangis. Dari pengakuan Astutik, kekecewaan yang dirasakan tak sekadar tidak bisa berangkat menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Melainkan, belakangan Astutik sudah mempersiapkan diri menggelar tasyakuran haji. Termasuk, menyampaikan rencana keberangkatan haji kepada keluarga, tetangga, kerabat, hingga teman Muslimat NU.

Baca Juga :  20 CJH Berangkat Lebih Cepat

Setelah mendengar semangat dari petugas dan pengunjung, Astutik kemudian beranjak dari kursi panjang. Dia mengaku sudah legawa menerima keputusan tidak bisa berangkat haji tahun ini.

Astutik bahkan sempat menemui langsung Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Barozi. Kepada Barozi, perempuan yang mengenakan busana serbaputih khas KBIH ini sebelumnya memang mendapat informasi jika dirinya bisa berangkat haji tahun ini. Karenanya, dia ingin mengetahui langsung informasi tersebut dengan mendatangi kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto.

- Advertisement -

Namun, nasib berkata lain. Rencana tasyakuran haji yang sedianya digelar, Kamis (26/5) itu urung dihelat. Setelah Astutik dipastikan tidak termasuk dalam daftar keberangkatan haji tahun ini.

Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Barozi mengungkapkan, Astutik memang masuk dalam daftar 102 calon jamaah haji cadangan. Bahkan, sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji senilai Rp 42 juta lebih. Tetapi, tambah Barozi, kementerian agama memutuskan cadangan calon jamaha haji dari Kabupaten Mojokerto yang dipastikan berangkat tahun ini hanya 16 orang.

Baca Juga :  551 CJH Kabupaten Mojokerto Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Barozi menambahkan, agar masyarakat, khususnya calon jamaah haji tidak mudah menerima informasi yang belum diketahui kepastiannya atau hoaks. Sebaikanya, masyarakat menanyakan informasi yang lebih valid lansung kepada kemenag. Terutama soal pelaksanaan ibadah haji.

Tahun ini, kuota calon jamaah haji Kabupaten Mojokerto dipastikan berangkat mencapai 710 orang. Dari sebelumnya yang terdaftar dalam kuota keberangkatan sebanyak 1.261 orang. Mereka merupakan calon jamaah haji tahun 2020 yang mendapat prioritas keberangkatan haji tahun ini. Pengurangan kuota tersebut akibat pengurangan kuota haji internasional dan pembatasan usia calon jamah haji maksimal 65 tahun oleh pemerintah Arab Saudi. (ris/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/