alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Pasangan Batu Tangga Istana Ditemukan, Situs Kumitir Simpan Bangunan

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Adanya dugaan pusat Kerajaan Majapahit di wilayah Mojokerto mulai ada titik terang. Demikian itu dibuktikan dengan kemunculan beberapa situs purbakala di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo.

Terbukti, pasca ditemukan batu berbentuk tangga istana sepekan lalu, kini ditemukan satu bagian lagi sebagai pasangannya. Jarak anatara batu tangga temuan pertama dan kedua ini sekitar 15-20 meter. Tepatnya di sebelah barat makam.

Temuan kedua ini lebih panjang dari sebelumnya. Namun, temuan pertama lebih tinggi. Panjangnya 100 sentimeter dengan tinggi 120 sentimeter, dan tebal 140 sentimeter. Sementara temuan baru ini panjangnya 153 sentimeter dan tebalnya 94 sentimeter.

Tingginya mencapai 62 sentimeter. ”Temuan ini pasangannya dari temuan batu andesit berbentuk pipi tangga yang ditemukan Minggu kemarin,” kata arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho.

Menurut dia, dengan ditemukannnya dua batu tersebut menguatkan bahwa dua komponen ini adalah pipi tangga dari sebuah bangunan istana atau bangunan peninggalan masa Kerajaan Majapahit.

Baca Juga :  Malam Ini, Ning Ita Buka Lomba Patrol

Menyusul, pada temuan pertama, diduga pipi tangga menuju sebuah bangunan. Bukan pipi tangga bangunan. Namun, setelah ditemukan satu tangga lagi dugaan itu gugur.

”Jadi memang sudah menguatkan dugaan bahwa dua komponen tersebut bisa diidentifikasi sebagai pipi tangga kanan kiri dari sebuah bangunan yang kelihatannya ada di area pemakaman ini,” ungkapnya.

Akan tetapi, lanjut Wicaksono, dirinya tidak bisa memastikan apakah bangunan yang diduga masih terpendam di area tersebut berbentuk candi atau bangunan istana. Sebab, untuk menuju ke sana diperlukan penelitian lebih lanjut dan ekskavasi.

Sementara saat ini pihaknya belum bisa melakukan langkah tersebut, lantaran dalam situasi pandemi Covid-19. ”Ya, tentunya pembuktiannya harus dilakukan ekskavasi,” tegasnya.

Meski demikian, adanya sebuah bangunan di area itu sangat dimungkinkan. Sebab, di kawasan makam tersebut bayak ditemukan batu kuno. Yang sebagian besar sudah tidak ada. Di sisi lain, di area galian batu berbentuk tangga itu banyak ditemukan bongkahan-bongkahan bata.

Baca Juga :  PLN UIT JBM Lakukan Pemeliharaan di GI Sekarputih

”Jadi, sangat dimungkinkan ada bangunan di area makam ini. Tapi nanti pas waktu ekskavasi kami tidak akan menggali makam. Kami akan memulai dari baratnya makam sebagai sampel,” katanya.

Di singgung  terkait dengan peninggalan pada masa keraajaan siapa, dirinya menduga peninggalan Kerajaan Majapahit. Dugaan itu dibuktikan dengan adanya sebuah talud berukuran 400 X 400 di sesi timur makam yang bahan dasar bangunannya dari bata merah khas Majapahit.

”Jadi seperti hepotesis awal. Kumitir itu adalah tempat pendarmaan dari Mahesa Cempaka pada masa Kerajaan Singosari. Kemudian pada zaman Majapahit ini menjadi bagian dari Kota Raja Majapahit,” pungkas dia. (hin)

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Adanya dugaan pusat Kerajaan Majapahit di wilayah Mojokerto mulai ada titik terang. Demikian itu dibuktikan dengan kemunculan beberapa situs purbakala di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo.

Terbukti, pasca ditemukan batu berbentuk tangga istana sepekan lalu, kini ditemukan satu bagian lagi sebagai pasangannya. Jarak anatara batu tangga temuan pertama dan kedua ini sekitar 15-20 meter. Tepatnya di sebelah barat makam.

Temuan kedua ini lebih panjang dari sebelumnya. Namun, temuan pertama lebih tinggi. Panjangnya 100 sentimeter dengan tinggi 120 sentimeter, dan tebal 140 sentimeter. Sementara temuan baru ini panjangnya 153 sentimeter dan tebalnya 94 sentimeter.

Tingginya mencapai 62 sentimeter. ”Temuan ini pasangannya dari temuan batu andesit berbentuk pipi tangga yang ditemukan Minggu kemarin,” kata arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho.

Menurut dia, dengan ditemukannnya dua batu tersebut menguatkan bahwa dua komponen ini adalah pipi tangga dari sebuah bangunan istana atau bangunan peninggalan masa Kerajaan Majapahit.

Baca Juga :  Destinasi Kolam Renang di Atas Awan

Menyusul, pada temuan pertama, diduga pipi tangga menuju sebuah bangunan. Bukan pipi tangga bangunan. Namun, setelah ditemukan satu tangga lagi dugaan itu gugur.

- Advertisement -

”Jadi memang sudah menguatkan dugaan bahwa dua komponen tersebut bisa diidentifikasi sebagai pipi tangga kanan kiri dari sebuah bangunan yang kelihatannya ada di area pemakaman ini,” ungkapnya.

Akan tetapi, lanjut Wicaksono, dirinya tidak bisa memastikan apakah bangunan yang diduga masih terpendam di area tersebut berbentuk candi atau bangunan istana. Sebab, untuk menuju ke sana diperlukan penelitian lebih lanjut dan ekskavasi.

Sementara saat ini pihaknya belum bisa melakukan langkah tersebut, lantaran dalam situasi pandemi Covid-19. ”Ya, tentunya pembuktiannya harus dilakukan ekskavasi,” tegasnya.

Meski demikian, adanya sebuah bangunan di area itu sangat dimungkinkan. Sebab, di kawasan makam tersebut bayak ditemukan batu kuno. Yang sebagian besar sudah tidak ada. Di sisi lain, di area galian batu berbentuk tangga itu banyak ditemukan bongkahan-bongkahan bata.

Baca Juga :  Santap Makanan Hajatan, Warga Alami Keracunan Masal

”Jadi, sangat dimungkinkan ada bangunan di area makam ini. Tapi nanti pas waktu ekskavasi kami tidak akan menggali makam. Kami akan memulai dari baratnya makam sebagai sampel,” katanya.

Di singgung  terkait dengan peninggalan pada masa keraajaan siapa, dirinya menduga peninggalan Kerajaan Majapahit. Dugaan itu dibuktikan dengan adanya sebuah talud berukuran 400 X 400 di sesi timur makam yang bahan dasar bangunannya dari bata merah khas Majapahit.

”Jadi seperti hepotesis awal. Kumitir itu adalah tempat pendarmaan dari Mahesa Cempaka pada masa Kerajaan Singosari. Kemudian pada zaman Majapahit ini menjadi bagian dari Kota Raja Majapahit,” pungkas dia. (hin)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/