alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Lima Orang Yang Diisolasi Negatif Korona

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Uji sampel swab sebanyak lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Mojokerto telah keluar, Selasa (24/3) kamarin. Hasilnya, kelima warga tersebut dinyatakan negatif alias tidak terinfeksi coronavirus disease (Covid-19) atau virus korona.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, menyatakan, hasil uji laboratorium spesimen swab lima orang berstatus PDP Cocid-19 telah diterimanya Selasa (24/3) sore. Dari tes tersebut, tidak ada satu pun yang terkonfirmasi positif virus korona. ’’Semuanya negatif, lima orang (PDP) itu negatif semua,’’ terangnya.

Sampel kelima PDP tersebut diambil dan dikirim sejak Jumat (20/3) lalu. Masing-masing berasal dari pasien yang dirawat di ruang isolasi di RSUD Prof dr Soekandar. Masing-masing adalah pasien berusia 52 tahun yang memiliki riwayat perjalanan dari Pulau Dewata. Selain itu juga ada bayi laki-laki berusia 4 tahun yang diiolasi sepulang dari Bandung, Jawa Barat. Keduanya masuk rumah sakit (MRS) sejak Selasa (17/3).

Baca Juga :  Ning Ita Temukan Migor Dijual di Atas HET

Kemudian pada Rabu (18/3) rumah sakit pelat merah kembali mengisolasi pasien laki-laki 27 tahun yang sehari-hari bekerja di wilayah Surabaya. Di hari yang sama itu pula, disusul seorang mahasiswi kisaran usia 23 tahun memiliki rekam jejak dari Kota Apel, Malang.

Sujatmiko menyebutkan, hasil tes tersebut juga termasuk seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Mojokerto yang sempat berstatus PDP dan meninggal di RSUD Prof dr Soekandar, Sabtu (21/3). ’’Ya, termasuk yang meninggal itu juga negatif korona,’’ tandasnya.

Dia menyebutkan, hasil uji laboratorium Covid-19 tersebut diterimanya dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI (Litbangkes) Jakarta. ’’Barusan saya terima sore ini tadi (kemarin, Red) dari Litbangkes,’’ ungkap Sekretaris Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini.

Baca Juga :  Unas SMA Diundur, Libur Diperpanjang

Sujatmiko menambahkan, terkait penanganan selanjutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada tim dokter RSUD Prof dr Soekandar. Hingga kemarin, empat pasien masih dilakukan perawatan di ruang isolasi.

Namun, mantan Direktur RSUD Prof dr Soekandar ini menyebutkan, jika gejala klinis sudah sembuh, maka pasien bisa dipulangkan dari rumah sakit. ’’Tapi lihat nanti pertimbangan dari dokternya. Mungkin ada tes-tes selanjutnya atau bagaimana, nanti tim medis dari rumah sakit yang memutuskan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan update data pemantauan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per Selasa, 24 Maret, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 64 orang. Jumlah tersebut tersebar di 13 wilayah kecamatan dari 18 wilayah se-kabupaten.

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Uji sampel swab sebanyak lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Mojokerto telah keluar, Selasa (24/3) kamarin. Hasilnya, kelima warga tersebut dinyatakan negatif alias tidak terinfeksi coronavirus disease (Covid-19) atau virus korona.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, menyatakan, hasil uji laboratorium spesimen swab lima orang berstatus PDP Cocid-19 telah diterimanya Selasa (24/3) sore. Dari tes tersebut, tidak ada satu pun yang terkonfirmasi positif virus korona. ’’Semuanya negatif, lima orang (PDP) itu negatif semua,’’ terangnya.

Sampel kelima PDP tersebut diambil dan dikirim sejak Jumat (20/3) lalu. Masing-masing berasal dari pasien yang dirawat di ruang isolasi di RSUD Prof dr Soekandar. Masing-masing adalah pasien berusia 52 tahun yang memiliki riwayat perjalanan dari Pulau Dewata. Selain itu juga ada bayi laki-laki berusia 4 tahun yang diiolasi sepulang dari Bandung, Jawa Barat. Keduanya masuk rumah sakit (MRS) sejak Selasa (17/3).

Baca Juga :  Ning Ita Temukan Migor Dijual di Atas HET

Kemudian pada Rabu (18/3) rumah sakit pelat merah kembali mengisolasi pasien laki-laki 27 tahun yang sehari-hari bekerja di wilayah Surabaya. Di hari yang sama itu pula, disusul seorang mahasiswi kisaran usia 23 tahun memiliki rekam jejak dari Kota Apel, Malang.

Sujatmiko menyebutkan, hasil tes tersebut juga termasuk seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Mojokerto yang sempat berstatus PDP dan meninggal di RSUD Prof dr Soekandar, Sabtu (21/3). ’’Ya, termasuk yang meninggal itu juga negatif korona,’’ tandasnya.

Dia menyebutkan, hasil uji laboratorium Covid-19 tersebut diterimanya dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI (Litbangkes) Jakarta. ’’Barusan saya terima sore ini tadi (kemarin, Red) dari Litbangkes,’’ ungkap Sekretaris Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini.

Baca Juga :  Banyu Panas Pacet Dikuras
- Advertisement -

Sujatmiko menambahkan, terkait penanganan selanjutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada tim dokter RSUD Prof dr Soekandar. Hingga kemarin, empat pasien masih dilakukan perawatan di ruang isolasi.

Namun, mantan Direktur RSUD Prof dr Soekandar ini menyebutkan, jika gejala klinis sudah sembuh, maka pasien bisa dipulangkan dari rumah sakit. ’’Tapi lihat nanti pertimbangan dari dokternya. Mungkin ada tes-tes selanjutnya atau bagaimana, nanti tim medis dari rumah sakit yang memutuskan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan update data pemantauan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per Selasa, 24 Maret, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 64 orang. Jumlah tersebut tersebar di 13 wilayah kecamatan dari 18 wilayah se-kabupaten.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/