alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Pandemi, Selaraskan Intelektual dan Teknologi

TEKNOLOGI sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Apalagi di tengah pandemi ini. Meski Kota Mojokerto memastikan akan membuka pembelajaran tatap muka per 1 Maret nanti, tetapi pelaksanaannya tetap menerapkan metode blended learning. Sehingga sekolah juga tetap menyiapkan pembelajaran secara daring.

Karena itu, baik peserta didik maupun pendidik harus memperbarui pengetahuannya di bidang teknologi. Tentu penggunaannya harus dilakukan secara baik dan bijak.

Hal itulah yang menjadi dasar pemikiran Rejo, S.Pd, M.MPd selaku kepala SMPN 3 Mojokerto. Dalam gagasannya, Pak Re, sapaan akrabnya, berharap semua warga sekolah menambah wawasan dalam bidang teknologi. ’’Jangan jadikan masa pandemi sebagai hambatan dalam belajar dan proses pembelajaran,’’ tandasnya.

Untuk memberi pembekalan itu, pendidik kelahiran Mojokerto 19 Maret 1968 ini berkali-kali mengadakan kegiatan berbasis intelektual dan teknologi. Di antaranya, tahun 2020 lalu pihaknya bekerja sama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang mengadakan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk guru se-Kota Mojokerto. Kegiatan yang dilaksanakan melalui zoom meeting itu berpusat di Laboratorium TIK SMPN 3 Mojokerto.

Di tahun pertamanya sebagai Kepala SMPN 3 Mojokerto, Rejo juga mengadakan simulasi Programme for International Student Assessment (PISA) bagi guru SMP se-Kota Mojokerto. Sebelumnya, dia terpilih untuk mengikuti pelatihan PISA selama seminggu di Surabaya. Sebagaimana diketahui, PISA merupakan penilaian siswa dalam skala internasional. ’’Kebetulan saya yang dikirim mewakili kepala sekolah yang mengikuti pelatihan bersama guru matematika dan bahasa Indonesia dari SMPN 3 Mojokerto,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Lomba Patrol Kapolresta Cup, Semangat Tampilkan Kreasi Terbaik

Rejo juga memiliki terobosan baru di bidang teknologi. Yakni kepemilikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) SMPN 3 Mojokerto. Dalam SIM ini terdapat berbagai informasi tentang sekolah, mulai dari profil sekolah, data pendidik dan tenaga kependidikan, jumlah siswa tiap jenjang, kegiatan sekolah, dan lainnya. Sehingga, siapa pun bisa melihat beberapa informasi tentang SMPN 3 Mojokerto melalui SIM tersebut.

Sasaran peningkatan di bidang teknologi itu tidak hanya untuk pendidik, tetapi juga didedikasikan untuk peserta didik. Salah satunya dalam kegiatan ekstrakurikuler Webster Spen-Ga. Melalui kegiatan eskskul tersebut, siswa diajarkan cara meliput, mengedit, dan membagikan dalam akun media sosial SMPN 3 Mojokerto. ’’Selama beberapa kesempatan, Tim Webster juga meliput kegiatan yang diadakan Dinas P dan K maupun Wali Kota Ika Puspitasari. Dan hasil karyanya diunggah di akun YouTube SMP Negeri 3 Mojokerto,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Bupati Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

Dalam kiprahnya di dunia pendidikan, Rejo juga mengoleksi banyak prestasi. Warga yang tinggal di Desa/Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, ini tercatat pernah menjadi Juara II OSN Guru Matematika di 2014. Di tahun yang sama, dia juga berhasil menyabet Juara I Guru SMP Berprestasi  tingkat Kota Mojokerto. Selain itu, Rejo juga pernah menjabat sebagai Ketua MGMP Matematika periode 2014-2016 dan terlibat di berbagai organisasi profesi yang lain.

Tak hanya prestasi pribadi, di bawah kepemimpinan Rejo, SMPN 3 Mojokerto meraih banyak apresiasi. Antara lain Juara II tari Sekar Cinde, Gudep mewakili di Banyuwangi dan Pionering, Juara I Tilawatil Quran dan masih banyak lagi prestasi lainnya.

Tidakhanyasampai di situ, RejojugamengembangkanSMPN 3 Mojokertodi  bidangwirausaha. Lahan sekolah yang luas dimanfaatkan untukpenanaman toga.Salah satunya jahe. Tidak hanya ditanam, jahe juga diolahmenjadiekstrakdalambentukbubukdandikemas dengan produk JamuNgudiWaras.’’Jahemampumeningkatkandayatahantubuh, tentusangatcocok dikonsumsidi masapandemisepertisaatini,’’ pungkasnya. 

TEKNOLOGI sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Apalagi di tengah pandemi ini. Meski Kota Mojokerto memastikan akan membuka pembelajaran tatap muka per 1 Maret nanti, tetapi pelaksanaannya tetap menerapkan metode blended learning. Sehingga sekolah juga tetap menyiapkan pembelajaran secara daring.

Karena itu, baik peserta didik maupun pendidik harus memperbarui pengetahuannya di bidang teknologi. Tentu penggunaannya harus dilakukan secara baik dan bijak.

Hal itulah yang menjadi dasar pemikiran Rejo, S.Pd, M.MPd selaku kepala SMPN 3 Mojokerto. Dalam gagasannya, Pak Re, sapaan akrabnya, berharap semua warga sekolah menambah wawasan dalam bidang teknologi. ’’Jangan jadikan masa pandemi sebagai hambatan dalam belajar dan proses pembelajaran,’’ tandasnya.

Untuk memberi pembekalan itu, pendidik kelahiran Mojokerto 19 Maret 1968 ini berkali-kali mengadakan kegiatan berbasis intelektual dan teknologi. Di antaranya, tahun 2020 lalu pihaknya bekerja sama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang mengadakan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk guru se-Kota Mojokerto. Kegiatan yang dilaksanakan melalui zoom meeting itu berpusat di Laboratorium TIK SMPN 3 Mojokerto.

Di tahun pertamanya sebagai Kepala SMPN 3 Mojokerto, Rejo juga mengadakan simulasi Programme for International Student Assessment (PISA) bagi guru SMP se-Kota Mojokerto. Sebelumnya, dia terpilih untuk mengikuti pelatihan PISA selama seminggu di Surabaya. Sebagaimana diketahui, PISA merupakan penilaian siswa dalam skala internasional. ’’Kebetulan saya yang dikirim mewakili kepala sekolah yang mengikuti pelatihan bersama guru matematika dan bahasa Indonesia dari SMPN 3 Mojokerto,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Bus Dikemudikan Kernet

Rejo juga memiliki terobosan baru di bidang teknologi. Yakni kepemilikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) SMPN 3 Mojokerto. Dalam SIM ini terdapat berbagai informasi tentang sekolah, mulai dari profil sekolah, data pendidik dan tenaga kependidikan, jumlah siswa tiap jenjang, kegiatan sekolah, dan lainnya. Sehingga, siapa pun bisa melihat beberapa informasi tentang SMPN 3 Mojokerto melalui SIM tersebut.

- Advertisement -

Sasaran peningkatan di bidang teknologi itu tidak hanya untuk pendidik, tetapi juga didedikasikan untuk peserta didik. Salah satunya dalam kegiatan ekstrakurikuler Webster Spen-Ga. Melalui kegiatan eskskul tersebut, siswa diajarkan cara meliput, mengedit, dan membagikan dalam akun media sosial SMPN 3 Mojokerto. ’’Selama beberapa kesempatan, Tim Webster juga meliput kegiatan yang diadakan Dinas P dan K maupun Wali Kota Ika Puspitasari. Dan hasil karyanya diunggah di akun YouTube SMP Negeri 3 Mojokerto,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Lomba Patrol Kapolresta Cup, Semangat Tampilkan Kreasi Terbaik

Dalam kiprahnya di dunia pendidikan, Rejo juga mengoleksi banyak prestasi. Warga yang tinggal di Desa/Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, ini tercatat pernah menjadi Juara II OSN Guru Matematika di 2014. Di tahun yang sama, dia juga berhasil menyabet Juara I Guru SMP Berprestasi  tingkat Kota Mojokerto. Selain itu, Rejo juga pernah menjabat sebagai Ketua MGMP Matematika periode 2014-2016 dan terlibat di berbagai organisasi profesi yang lain.

Tak hanya prestasi pribadi, di bawah kepemimpinan Rejo, SMPN 3 Mojokerto meraih banyak apresiasi. Antara lain Juara II tari Sekar Cinde, Gudep mewakili di Banyuwangi dan Pionering, Juara I Tilawatil Quran dan masih banyak lagi prestasi lainnya.

Tidakhanyasampai di situ, RejojugamengembangkanSMPN 3 Mojokertodi  bidangwirausaha. Lahan sekolah yang luas dimanfaatkan untukpenanaman toga.Salah satunya jahe. Tidak hanya ditanam, jahe juga diolahmenjadiekstrakdalambentukbubukdandikemas dengan produk JamuNgudiWaras.’’Jahemampumeningkatkandayatahantubuh, tentusangatcocok dikonsumsidi masapandemisepertisaatini,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/