alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Ribuan Calon Penerima Jargas di Kota Mojokerto Gigit Jari

MOJOKERTO – Warga miskin yang berharap mendapatkan sambungan jaringan gas (jargas) gratis di Kota Mojokerto harus ekstrasabar. Lantaran, alokasi penerima program sambungan jaringan gas (jargas) di Kota Onde-Onde dikepras separo lebih.

Pengeprasan itu menutup harapan ribuan warga kurang mampu. Harapan bisa mendapat sambungan jargas gratis. Sebab, sebelumnya, alokasi penerima bantuan gratis ini telanjur diplot 10 ribu lebih sambungan. Namun, alokasinya menyusut menjadi 4 ribu sambungan.

Disebut-sebut adanya perubahan alokasi penerima sambungan dari pemerintah pusat terhadap program sambungan jargas secara nasional. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, pengurangan alokasi sambungan jargas itu terjadi setelah adanya kebijakan dari Kemen ESDM.

Disebutkan, alokasi program sambungan gratis itu mengalami pengeprasan anggaran dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 500 miliar. Imbasnya, alokasi penerima jargas di kota dikepras separo lebih. Dikonfirmasi terkait kabar pengeprasan alokasi penerima jargas, Kabag Perekonomian Sekdakot Sumarmi, membenarkannya.

Baca Juga :  Jelang Liga 3, Persem Incar Pengusaha Travel

’’Semua dapat 4 ribu kuota,’’ ucapnya Minggu (24/2). Ia mengatakan, seluruh daerah penerima sambungan jargas praktis diberi jatah 4 ribu saja. Rencana awal Kota Mojokerto memang dapat alokasi 10 ribu sambungan.

Hal itu bahkan diseriusi Kemen ESDM dengan menggelar FEED dan DEDC yang merupakan tahapan perencanaan dan pendataan calon penerima dengan asumsi 10 ribu penerima. Hanya saja, dalam perkembangannya setelah masa pembahasan APBN 2019, muncul kebijakan pengurangan anggaran jargas di seluruh Indonesia.

’’Untuk tahun ini yang dipasang 4 ribu. Kalau tahun depan ada program jargas, 6 ribu lainnya akan langsung pasang,’’ tukas Sumarmi. Adanya pengeprasan itu, disebutkan pula tidak ada pengumpulan ulang data calon penerima jargas.

Baca Juga :  Puluhan Sapi di Dawarblandong Mendadak Lemas dan Sariawan

Hanya saja, Sumarmi menyebutkan, yang menentukan calon penerima itu dari kementerian ESDM. ’’Tidak ada pendataan ulang. Karena nanti yang menentukan pusat. Berdasarkan jalur yang efisien,’’ sambungnya.

Diketahui, alokasi jatah sambungan jargas bagi Kota Mojokerto dijanjikan Kementerian ESDM RI mencapai 10 ribu. Itu sempat disebutkan Menteri ESDM RI Ignasius Jonan ketika meresmikan jargas di lingkungan Surodinawan, Febuari 2018. Sebelumnya, Kota mendapatkan bantuan 5 ribu sambungan jargas untuk warga miskin di lima kelurahan.

MOJOKERTO – Warga miskin yang berharap mendapatkan sambungan jaringan gas (jargas) gratis di Kota Mojokerto harus ekstrasabar. Lantaran, alokasi penerima program sambungan jaringan gas (jargas) di Kota Onde-Onde dikepras separo lebih.

Pengeprasan itu menutup harapan ribuan warga kurang mampu. Harapan bisa mendapat sambungan jargas gratis. Sebab, sebelumnya, alokasi penerima bantuan gratis ini telanjur diplot 10 ribu lebih sambungan. Namun, alokasinya menyusut menjadi 4 ribu sambungan.

Disebut-sebut adanya perubahan alokasi penerima sambungan dari pemerintah pusat terhadap program sambungan jargas secara nasional. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, pengurangan alokasi sambungan jargas itu terjadi setelah adanya kebijakan dari Kemen ESDM.

Disebutkan, alokasi program sambungan gratis itu mengalami pengeprasan anggaran dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 500 miliar. Imbasnya, alokasi penerima jargas di kota dikepras separo lebih. Dikonfirmasi terkait kabar pengeprasan alokasi penerima jargas, Kabag Perekonomian Sekdakot Sumarmi, membenarkannya.

Baca Juga :  Wajah Gajah Mada Hasil Interpretasi M. Yamin Tahun 1945

’’Semua dapat 4 ribu kuota,’’ ucapnya Minggu (24/2). Ia mengatakan, seluruh daerah penerima sambungan jargas praktis diberi jatah 4 ribu saja. Rencana awal Kota Mojokerto memang dapat alokasi 10 ribu sambungan.

Hal itu bahkan diseriusi Kemen ESDM dengan menggelar FEED dan DEDC yang merupakan tahapan perencanaan dan pendataan calon penerima dengan asumsi 10 ribu penerima. Hanya saja, dalam perkembangannya setelah masa pembahasan APBN 2019, muncul kebijakan pengurangan anggaran jargas di seluruh Indonesia.

- Advertisement -

’’Untuk tahun ini yang dipasang 4 ribu. Kalau tahun depan ada program jargas, 6 ribu lainnya akan langsung pasang,’’ tukas Sumarmi. Adanya pengeprasan itu, disebutkan pula tidak ada pengumpulan ulang data calon penerima jargas.

Baca Juga :  DLH Beri Deadline Dua Minggu

Hanya saja, Sumarmi menyebutkan, yang menentukan calon penerima itu dari kementerian ESDM. ’’Tidak ada pendataan ulang. Karena nanti yang menentukan pusat. Berdasarkan jalur yang efisien,’’ sambungnya.

Diketahui, alokasi jatah sambungan jargas bagi Kota Mojokerto dijanjikan Kementerian ESDM RI mencapai 10 ribu. Itu sempat disebutkan Menteri ESDM RI Ignasius Jonan ketika meresmikan jargas di lingkungan Surodinawan, Febuari 2018. Sebelumnya, Kota mendapatkan bantuan 5 ribu sambungan jargas untuk warga miskin di lima kelurahan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/