alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Warga Kota Pengidap TBC Terus Meningkat

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penderita Tuberculosis (TBC) di Kota Mojokerto terbilang tinggi. Pasalnya, dalam setahun tercatat ratusan warga terpapar akibat penyakit yang menyerang paru-paru ini.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily menuturkan jumlah kasus TBC mengalami kenaikan. Tercatat, pada tahun 2020 ditemukan sebanyak 363 kasus yang terjadi. Lalu, tahun lalu terdapat sejumlah 108 kasus baru. ’’Itu sudah direkap dari data yang ditangani RS di kota. Jadi kasusnya meliputi warga kota dan warga luar Mojokerto namun mendapatkan perawatan di sini,’’ terangnya. Sehingga, kasus TBC saat ini jumlahnya mencapai 471.

Baca Juga :  Polisi Sisir dan Warning Pelaku Usaha Tak Patuh

Mantan Plt Kepala Puskesmas Mentikan itu merinci, pada tahun 2020 lalu, total pasien yang berasal dari kota ada 226 orang. Sedangkan luar kota yang menjalani perawatan ada 137 orang. Kemudian, tahun lalu dari 471 kasus, sebanyak 271 pasien merupakan warga kota. Sisanya merupakan warga luar kota. ’’Jadi peningkatannya hampir sama. Baik warga kota dan luar kota memang mengalami penambahan kasus,” ulasnya.

Lily melanjutkan, peningkatan kasus ini dipicu karena masih banyak pasien yang memiliki TBC namun tak melanjutkan pengobatan. Sehingga, lingkungan sekitarnya pun terdampak. ’’Sumber penularan atau orang yang sakit TBC tidak mau berobat. Sehingga menjadi sumber penularan bagi lingkungan sekitarnya,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dua Minggu Harus Berubah Warna

Guna mencegah penularan penyakit TBC semakin meluas, saat ini pihaknya terus melakukan skrining. Namun belum semua terdata. Selain itu, saat ini penemuan kasus penyakit tersebut terus dilakukan dengan cara melakukan penulusuran melalui setiap puskesmas. ’’Upaya case finding sebanyak-banyaknya bisa memutus mata rantai TBC. Kita galakkan lagi skrining TBC dan layanan konsul TBC di puskesmas agar pasien tidak malas minum obat,’’ pungkasnya. (oce/fen)


KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penderita Tuberculosis (TBC) di Kota Mojokerto terbilang tinggi. Pasalnya, dalam setahun tercatat ratusan warga terpapar akibat penyakit yang menyerang paru-paru ini.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily menuturkan jumlah kasus TBC mengalami kenaikan. Tercatat, pada tahun 2020 ditemukan sebanyak 363 kasus yang terjadi. Lalu, tahun lalu terdapat sejumlah 108 kasus baru. ’’Itu sudah direkap dari data yang ditangani RS di kota. Jadi kasusnya meliputi warga kota dan warga luar Mojokerto namun mendapatkan perawatan di sini,’’ terangnya. Sehingga, kasus TBC saat ini jumlahnya mencapai 471.

Baca Juga :  THR ASN Habiskan Rp 32,9 Miliar

Mantan Plt Kepala Puskesmas Mentikan itu merinci, pada tahun 2020 lalu, total pasien yang berasal dari kota ada 226 orang. Sedangkan luar kota yang menjalani perawatan ada 137 orang. Kemudian, tahun lalu dari 471 kasus, sebanyak 271 pasien merupakan warga kota. Sisanya merupakan warga luar kota. ’’Jadi peningkatannya hampir sama. Baik warga kota dan luar kota memang mengalami penambahan kasus,” ulasnya.

Lily melanjutkan, peningkatan kasus ini dipicu karena masih banyak pasien yang memiliki TBC namun tak melanjutkan pengobatan. Sehingga, lingkungan sekitarnya pun terdampak. ’’Sumber penularan atau orang yang sakit TBC tidak mau berobat. Sehingga menjadi sumber penularan bagi lingkungan sekitarnya,’’ terangnya.

Baca Juga :  Dua Minggu Harus Berubah Warna

Guna mencegah penularan penyakit TBC semakin meluas, saat ini pihaknya terus melakukan skrining. Namun belum semua terdata. Selain itu, saat ini penemuan kasus penyakit tersebut terus dilakukan dengan cara melakukan penulusuran melalui setiap puskesmas. ’’Upaya case finding sebanyak-banyaknya bisa memutus mata rantai TBC. Kita galakkan lagi skrining TBC dan layanan konsul TBC di puskesmas agar pasien tidak malas minum obat,’’ pungkasnya. (oce/fen)


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/