alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Pasar hingga Wisata Jadi Atensi

SEMENTARA itu, sebanyak 325 personel gabungan disiagakan meminimalisir persebaran Covid-19 varian omicron di Kabupaten Mojokerto. Personel gabungan yang disebut Pasukan Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat (Pamor Keris) bakal blusukan di daerah dengan 18 kecamatan.

Tujuannya untuk melakukan patroli rutin agar masyarakat tertib prokes. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, hingga Dishub Kabupaten Mojokerto itu langsung tancap gas usai Apel Gelar Pasukan Pamor Keris di Mapolres Mojokerto kemarin pagi.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, Pasukan Pamor Keris punya tugas khusus. Selain fungsi pemeliharaan Keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), mereka mengemban tugas untuk menegakkan prokes di tengah masyarakat. ’’Kami bersinergi dengan TNI, Pemkab Mojokerto, dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama menegakkan prokes di tengah masyarakat,’’ ujarnya seusai apel kemarin.

Baca Juga :  Belum Temukan Nasabah Bank Mandiri Kehilangan Uang

Pasukan Pamor Keris juga dilengkapi dengan armada khusus layaknya armada  penyemprotan disinfektan. Mereka bakal menggelar patroli rutin setiap hari untuk melaksanakan penegakan prokes. ’’Selain itu kami juga siapkan armada covid hunter dan setiap hari pasukan gabungan akan berpatroli,’’ imbuhnya.

Pihaknya menekankan, petugas tidak akan segan-segan untuk menindak tegas masyarakat yang bandel melanggar prokes. Meski begitu, lanjut Apip, sanksi bakal diberikan oleh petugas secara humanis. Mulai dari sangksi teguran hingga sanksi tipiring. ’’Mulai dari sanksi teguran secara lisan, tertulis, hingga pengetatan operasi yustisi. Kami terus lakukan untuk mencegah Covid -19 varian omicron,’’ sebutnya.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menambahkan, terjadinya pelanggaran prokes di daerah dengan 18 kecamatan ini tak jauh dari lini yang rentan akan potensi kerumunan. Layaknya, rumah makan, pasar, pusat perbelanjaan, hingga pariwisata. Sehingga, personil gabungan bakal rutin melototi sejumlah sektor tersebut. ’’Itu akan terus dipantau. Ini fokusnya memang untuk mengantisipasi Covid-19 varian omicron yang daya tularnya lebih besar dari varian delta,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Diikuti 159 Wisudawan, Siapkan Lulusan Berkompetensi Bidang Kesehatan

Ditambahkannya, sektor wisata jadi perhatian khusus. Sehingga Pasukan Pamor Keris bakal dibantu satgas penegakan prokes di masing-masing destinasi wisata. ’’Bisa jadi kami berlakukan rapid test on the spot, kami lihat situasi dan perkembangan kasus Covid-19 dulu. Karena saat ini fokus kami adalah pada tracing-nya. Kita maksimalkan untuk memberikan jangkauan bagi mereka yang dimungkinan positif tapi tanpa gejala,’’ tandasnya. (vad/fen)

SEMENTARA itu, sebanyak 325 personel gabungan disiagakan meminimalisir persebaran Covid-19 varian omicron di Kabupaten Mojokerto. Personel gabungan yang disebut Pasukan Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat (Pamor Keris) bakal blusukan di daerah dengan 18 kecamatan.

Tujuannya untuk melakukan patroli rutin agar masyarakat tertib prokes. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, hingga Dishub Kabupaten Mojokerto itu langsung tancap gas usai Apel Gelar Pasukan Pamor Keris di Mapolres Mojokerto kemarin pagi.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, Pasukan Pamor Keris punya tugas khusus. Selain fungsi pemeliharaan Keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), mereka mengemban tugas untuk menegakkan prokes di tengah masyarakat. ’’Kami bersinergi dengan TNI, Pemkab Mojokerto, dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama menegakkan prokes di tengah masyarakat,’’ ujarnya seusai apel kemarin.

Baca Juga :  Rekrutmen CPNS Dijatah 248 Pegawai, Didominasi Guru dan Medis

Pasukan Pamor Keris juga dilengkapi dengan armada khusus layaknya armada  penyemprotan disinfektan. Mereka bakal menggelar patroli rutin setiap hari untuk melaksanakan penegakan prokes. ’’Selain itu kami juga siapkan armada covid hunter dan setiap hari pasukan gabungan akan berpatroli,’’ imbuhnya.

Pihaknya menekankan, petugas tidak akan segan-segan untuk menindak tegas masyarakat yang bandel melanggar prokes. Meski begitu, lanjut Apip, sanksi bakal diberikan oleh petugas secara humanis. Mulai dari sangksi teguran hingga sanksi tipiring. ’’Mulai dari sanksi teguran secara lisan, tertulis, hingga pengetatan operasi yustisi. Kami terus lakukan untuk mencegah Covid -19 varian omicron,’’ sebutnya.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menambahkan, terjadinya pelanggaran prokes di daerah dengan 18 kecamatan ini tak jauh dari lini yang rentan akan potensi kerumunan. Layaknya, rumah makan, pasar, pusat perbelanjaan, hingga pariwisata. Sehingga, personil gabungan bakal rutin melototi sejumlah sektor tersebut. ’’Itu akan terus dipantau. Ini fokusnya memang untuk mengantisipasi Covid-19 varian omicron yang daya tularnya lebih besar dari varian delta,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Satu Keluarga Diisolasi
- Advertisement -

Ditambahkannya, sektor wisata jadi perhatian khusus. Sehingga Pasukan Pamor Keris bakal dibantu satgas penegakan prokes di masing-masing destinasi wisata. ’’Bisa jadi kami berlakukan rapid test on the spot, kami lihat situasi dan perkembangan kasus Covid-19 dulu. Karena saat ini fokus kami adalah pada tracing-nya. Kita maksimalkan untuk memberikan jangkauan bagi mereka yang dimungkinan positif tapi tanpa gejala,’’ tandasnya. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/