alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Sekdakab Teguh Gunarko Dikukuhkan Jadi Ketua PMI Kabupaten

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo secara virtual mengukuhkan Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko sebagai Ketua PMI Kabupaten Mojokerto masa bakti 2021-2026 di Pendapa Graha Majatama, Kamis siang (23/12). Pengukuhan yang mengacu pada SK PMI Provinsi Jawa Timur Nomor 129/KEP/ 02.06.00/XII/2021 tentang Pengesahan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Mojokerto Masa Bakti Tahun 2021-2026, disahkan melalui penandatanganan berita acara oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Sekdakab Teguh Gunarko.

Bupati Ikfina menginstruksikan agar pelaksanaan tugas PMI harus dijalankan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Selain terkait ketersediaan darah, Bupati Ikfina juga menyebut perihal sertifikasi para relawan PMI sebagai salah satu alat ukur atau indikator kinerja anggota.

’’Penyediaan darah harus menjadi tugas fokus  PMI yang tidak bisa dikesampingkan. Namun di samping itu, kita juga harus memperhatikan sertifikasi. Perlu adanya suatu pengakuan standar kompetensi relawan. Harus ada proses pelaporan secara rinci kepada pemerintah. Karena PMI tidak bertugas untuk kemanusiaan saja, tapi juga profesional, bekerja secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,’’ ujar bupati.

Baca Juga :  Wali Kota Siapkan Dua Tempat Isolasi Warga Reaktif

Ikfina Fahmawati juga menegaskan kembali terkait imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, terkait satuan gugus PMR yang ada di dalam sekolah. ’’Perlu digarisbawahi apa saja yang sudah disampaikan oleh Ketua PMI Jatim terutama imbauan dari Gubernur Khofifah, agar di setiap sekolah harus ada satuan gugus tugas PMR. Saya minta ini bisa dilaksanakan dengan baik,’’ tambah bupati.

Sekdakab Teguh Gunarko sebagai Ketua PMI Kabupaten Mojokerto yang baru dilantik, mengatakan, siap mengemban tugas dengan bekerja sebaik-baiknya bersama pengurus, serta para relawan PMI Kabupaten Mojokerto.

’’Bersama pengurus yang baru dan para relawan, kami siap bekerja sebaik-baiknya dengan ikhlas sebagai tugas mulia. Kami akan terus bersinergi bersama seluruh stakeholders. Karena kekuatan kita apabila tanpa didukung pemangku kebijakan, itu tidak mungkin. Kami membutuhkan support untuk 5 tahun ke depan terkait sarana gedung dan prasarananya,’’ ucap Teguh Gunarko.

Baca Juga :  SMPN 2 Dawarblandong, Optimalkan Prestasi Olahraga dan Seni

Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo secara virtual mengucapkan selamat atas Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Mojokerto masa bakti 2021-2026 hari ini. Imam berpesan agar PMI bisa berkolaborasi dengan Pemerintah terkait tugas-tugas ke depannya.

’’Selamat atas dilantiknya pengurus baru PMI Kabupaten Mojokerto hari ini. Saya harap para anggota dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai program kerja setiap tahun. Kemarin, PMI Provinsi Jawa Timur juga telah melaksanakan musyawarah kerja program tahun 2022, yang nanti bisa diikuti oleh PMI Kabupaten Mojokerto. Beberapa hal penting yang harus kita perhatikan adalah terkait donor darah, penanggulangan bencana bekerjasama dengan pemerintah, juga gugus tugas PMR di sekolah. Bantuan bencana alam dari BPBD, tidak bisa berdiri sendiri. PMI harus ada di sana, baik itu di posko, proses evakuasi dan lainnya,’’ terang Imam. (tik/abi)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo secara virtual mengukuhkan Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko sebagai Ketua PMI Kabupaten Mojokerto masa bakti 2021-2026 di Pendapa Graha Majatama, Kamis siang (23/12). Pengukuhan yang mengacu pada SK PMI Provinsi Jawa Timur Nomor 129/KEP/ 02.06.00/XII/2021 tentang Pengesahan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Mojokerto Masa Bakti Tahun 2021-2026, disahkan melalui penandatanganan berita acara oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Sekdakab Teguh Gunarko.

Bupati Ikfina menginstruksikan agar pelaksanaan tugas PMI harus dijalankan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Selain terkait ketersediaan darah, Bupati Ikfina juga menyebut perihal sertifikasi para relawan PMI sebagai salah satu alat ukur atau indikator kinerja anggota.

’’Penyediaan darah harus menjadi tugas fokus  PMI yang tidak bisa dikesampingkan. Namun di samping itu, kita juga harus memperhatikan sertifikasi. Perlu adanya suatu pengakuan standar kompetensi relawan. Harus ada proses pelaporan secara rinci kepada pemerintah. Karena PMI tidak bertugas untuk kemanusiaan saja, tapi juga profesional, bekerja secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,’’ ujar bupati.

Baca Juga :  Dua Tahun Perpustakaan Mangkrak, Separo Koleksi Buku Rusak

Ikfina Fahmawati juga menegaskan kembali terkait imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, terkait satuan gugus PMR yang ada di dalam sekolah. ’’Perlu digarisbawahi apa saja yang sudah disampaikan oleh Ketua PMI Jatim terutama imbauan dari Gubernur Khofifah, agar di setiap sekolah harus ada satuan gugus tugas PMR. Saya minta ini bisa dilaksanakan dengan baik,’’ tambah bupati.

Sekdakab Teguh Gunarko sebagai Ketua PMI Kabupaten Mojokerto yang baru dilantik, mengatakan, siap mengemban tugas dengan bekerja sebaik-baiknya bersama pengurus, serta para relawan PMI Kabupaten Mojokerto.

’’Bersama pengurus yang baru dan para relawan, kami siap bekerja sebaik-baiknya dengan ikhlas sebagai tugas mulia. Kami akan terus bersinergi bersama seluruh stakeholders. Karena kekuatan kita apabila tanpa didukung pemangku kebijakan, itu tidak mungkin. Kami membutuhkan support untuk 5 tahun ke depan terkait sarana gedung dan prasarananya,’’ ucap Teguh Gunarko.

Baca Juga :  Kepala Bapenda Masuk Lapas Lagi, Jalani Sisa Hukuman
- Advertisement -

Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo secara virtual mengucapkan selamat atas Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Mojokerto masa bakti 2021-2026 hari ini. Imam berpesan agar PMI bisa berkolaborasi dengan Pemerintah terkait tugas-tugas ke depannya.

’’Selamat atas dilantiknya pengurus baru PMI Kabupaten Mojokerto hari ini. Saya harap para anggota dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai program kerja setiap tahun. Kemarin, PMI Provinsi Jawa Timur juga telah melaksanakan musyawarah kerja program tahun 2022, yang nanti bisa diikuti oleh PMI Kabupaten Mojokerto. Beberapa hal penting yang harus kita perhatikan adalah terkait donor darah, penanggulangan bencana bekerjasama dengan pemerintah, juga gugus tugas PMR di sekolah. Bantuan bencana alam dari BPBD, tidak bisa berdiri sendiri. PMI harus ada di sana, baik itu di posko, proses evakuasi dan lainnya,’’ terang Imam. (tik/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/