Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pohon Tumbang Timpa Warkop

Satu Orang Tewas, Tiga Selamat

24 November 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Pohon Tumbang Timpa Warkop

CUACA EKSTREM: Petugas gabungan mengevakuasi pohon tumbang di Dusun Penunggulan, DesaKebontunggul, Kecamatan Gondang yang menimbulkan korban jiwa, kemarin petang. (Martda Vadetya/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pohon berukuran besar di Dusun Penunggulan, Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, roboh dan menimpa sebuah warung, Selasa (23/11) petang. Akibatnya, Supardi, 56, meninggal dunia saat asyik menikmati kopi di sebuah warung yang tak jauh dari lokasi.

Supardi mengalami luka sangat parah di bagian punggung dan paha. ”Waktu kejadian, ada empat orang di dalam warkop. Waktu dengar ada suara pohon mau tumbang, mereka berusaha menyelamatkan diri. Tapi satu orang ini gagal. Dia tertimpa pohon tepat di pintu warkop,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat.

Djoko menceritakan, peristiwa nahas itu dipicu sambaran petir. Mulanya, petir menyambar pohon peloh, yang merupakan salah satu pohon besar di lokasi. Usai disambar petir, pohon itu lantas tumbang.

Baca juga: Ratusan Paket Hadiah Tuntas Diundi

Robohnya pohon peloh ini mengakibatkan pohon mangga dan juwet  turut roboh. Tumbangnya tiga pohon tersebut memicu robohnya tiga tiang listrik di lokasi. ”Tiga pohon tumbang itu memicu dua tiang listrik di lokasi roboh. Karena kabel yang melintang di lokasi itu kena pohon,” jelasnya.

Tak sampai di situ. Pohon tumbang tersebut turut menimpa tiga bangunan hingga rusak berat. Rumah keluarga Saniman rusak berat di bagian atap, warung kopi milik Koir turut rusak berat. Bahkan, warkop milik Lismiati yang berbahan anyaman bambu porak poranda alias hancur. Nahas, saat kejadian terdapat empat orang di dalam warkop yang tengah menikmati kopi. Satu di antaranya, Supardi.

Korban yang tewas seketika lantas dievakuasi ke RSU Sumberglagah Pacet untuk autopsi. Sementara, warkop milik Lismiati rata dengan tanah. Hingga kemarin petang, petugas gabungan tengah mengevakuasi pohon tumbang dan tiang listrik roboh  tersebut.

Djoko menerangkan, cuaca ekstrem menjadi pemicu utama insiden maut tersebut. Sebab, saat itu, hujan deras disertai petir dan angin kencang mengguyur lokasi. ”Jadi hujan deras disertai petir dan angin kencang dipicu oleh awan kumulonimbus yang bergerak dari arah selatan menuju utara. Cuma, peristiwa yang terjadi di Gondang ini bukan puting beliung. Karena puting beliung kecepatan anginnya di atas 50 km/jam,” tegasnya. Sedangkan, saat kejadian, kecepatan angin kisaran 40-45 km/jam dan hanya berlangsung sekitar 5 menit.

Djoko mengimbau, masyarakat selalu waspada saat beraktivitas di dalam maupun luar ruangan saat tengah terjadi cuaca ekstrem. Terutama, bagi mereka yang beraktivitas tak jauh dari tebing, pohon, hingga aliran sungai. Sebab, bencana bisa timbul sewaktu-waktu di area tersebut. (vad/ron)

(mj/VAD/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia