Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Penyaluran BPNT Dialihkan Tunai

KPM Terdeteksi Tak Transaksi di E-Warong

24 November 2021, 14: 25: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Penyaluran BPNT Dialihkan Tunai

DICAIRKAN: KPM yang mencairkan BPNT dalam bentuk tunai di kantor Dinsos P3A Kota Mojokerto, kemarin. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seribu lebih penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) APBN di Kota Mojokerto, dialihkan menerima bantuan tunai. Pasalnya, mereka tak terdeteksi melakukan transaksi di e-warong selama periode Juli-Oktober 2021 ini.

Kemarin, sejumlah KPM melakukan pencairan di kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto. Para penerima BPNT tersebut mencairkan bantuan dalam bentuk tunai dengan nominal Rp 200 ribu per bulan.

Kepala Dinsos P3A Kora Mojokerto Choirul Anwar mengungkapkan, penggantian pencarian BPNT berupa uang tunai tersebut merupakan kebijakan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan percepatan pencairan bagi KPM yang belum bertransaksi di e-warong kurun empat bulan terakhir. ”Jadi, khusus bagi KPM yang belum terdeteksi Kemensos belum transaksi di e-warong saja,” terangnya.

Baca juga: Proyek Skywalk Pindah ke Selatan Alun-Alun

Dijelaskannya, belum dicairkannya BPNT tersebut disebabkan karena sejumlah faktor. Pada periode Juli-Oktober, terdapat 282 KPM yang belum bertransaksi dari total 6.183 KPM yang seharusnya berhak menerima BPNT. Sedangkan, selama Oktober mengalami peningkatan mencapai 1.073 KPM.

Anwar menyebutkan, penyebabnya karena lupa PIN, pindah alamat, kartu hilang maupun rusak, meninggal dunia tanpa ahli waris, hingga berhalangan hadir ke e-warong. ”Tapi paling banyak belum transaksi karena kartunya expired,” tandasnya.

Tercatat, sebanyak 729 KPM yang masa berlaku kartu BPNT telah habis. Sehingga, Kemensos meminta pihak bank penyalur untuk melakukan upgrade sistem agar KPM yang kartunya kedaluwarsa bisa tetap mencarikan bantuan. Untuk mempercepat penyaluran, BPNT disalurkan dalam bentuk tunai. ”Biasanya KPM transaksi di e-warong, tapi karena percepatan sehingga diterima secara tunai Rp 200 ribu per bulan,” papar Anwar.

Mantan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakot Mojokerto ini menambahkan, pencairan akan langsung dilakukan secara dirapel bagi KPM yang belum mencairkan hingga empat bulan. Rencananya, percepatan pencarian hanya akan dibuka hingga hari ini. ”Karena ada yang belum transaksi 1 bulan saja. Karena September kemarin sudah dicairkan, tapi Oktober tidak bisa bertransaksi karena expired,” pungkasnya. (ram/ron)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia