alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Bertahan Dari Serangan Anemia, Nenek Ini Yakin Manfaat JKN-KIS Nyata

INSIYAHI, 66, yang terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), sering dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan transfusi darah karena anemia. Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. 

Peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal dengan peserta mandiri ini sedang dirawat pada salah satu ruang rawat inap rumah sakit. Ia mengakui sepanjang tahun 2021 ini, ia telah dirawat dan mendapatkan tranfusi darah. Ditemani oleh cucunya, ia mengungkapkan bahwa berkat program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dirinya dapat terus bertahan hidup dari penyakit anemia yang diderita.

’’Saya sudah sering mendapatkan transfusi darah karena sakit anemia ini. Selama tahun ini saja saya sudah sebanyak lima kali dirawat di Rumah Sakit Kristen Mojowarno dan mendapatkan transfusi darah. Dari tahun sebelumnya sudah berkali-kali menjalani rawat inap dan transfusi darah bahkan pernah dirujuk ke rumah sakit provinsi,’’ cerita Insiyah.

Baca Juga :  Ibu Ini Takjub Tak Ada Diskriminasi Pelayanan Saat Operasi Sesar

Insiyah juga menambahkan, selama mendapatkan pelayanan rawat inap dan transfusi di Rumah Sakit Kristen Mojowarno tidak mengalami kendala sama sekali. Semua pelayanan yang didapatkan sama dengan pasien umum dan tidak mengeluarkan biaya tambahan.

’’Dengan adanya program JKN ini saya merasa sangat terbantu dari sisi ekonomi dan keuangan karena tidak harus membayar saat dirawat di rumah sakit. Pelayanan yang saya terima selama ini juga baik, kamar inap yang bersih, administrasi yang cepat dan tim medis yang sangat cepat dan tanggap,’’ ungkap Insiyah.

Menurutnya, kesehatan yang baik bukanlah sesuatu yang dapat dibeli. Namun, sesuatu yang dapat menjadi tabungan yang sangat berharga, dengan memiliki JKN-KIS biaya pelayanan kesehatan akan terjamin. Hal ini sudah ia rasakan manfaat dan kegunaan yang begitu besar selama ini. Ia juga mengajak ke seluruh masyarakat untuk ikut menjadi peserta BPJS Kesehatan dan membayar iuran tepat waktu agar tidak ada kendala di dalam pelayanan.

Baca Juga :  Koleksi 58 Penghargaan, Mulai Regional, Nasional, hingga Presiden

’’Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menjalankan Program JKN-KIS, karena program ini benar-benar nyata sangat membantu bagi masyarakat yang kurang mampu. Kalau tidak ada JKN–KIS ini, saya tidak tahu harus bagaimana menjalani transfusi darah selama ini,’’ tutup Insiyah. (*/adv)

INSIYAHI, 66, yang terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), sering dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan transfusi darah karena anemia. Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. 

Peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal dengan peserta mandiri ini sedang dirawat pada salah satu ruang rawat inap rumah sakit. Ia mengakui sepanjang tahun 2021 ini, ia telah dirawat dan mendapatkan tranfusi darah. Ditemani oleh cucunya, ia mengungkapkan bahwa berkat program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dirinya dapat terus bertahan hidup dari penyakit anemia yang diderita.

’’Saya sudah sering mendapatkan transfusi darah karena sakit anemia ini. Selama tahun ini saja saya sudah sebanyak lima kali dirawat di Rumah Sakit Kristen Mojowarno dan mendapatkan transfusi darah. Dari tahun sebelumnya sudah berkali-kali menjalani rawat inap dan transfusi darah bahkan pernah dirujuk ke rumah sakit provinsi,’’ cerita Insiyah.

Baca Juga :  Tua Tetap Mempesona

Insiyah juga menambahkan, selama mendapatkan pelayanan rawat inap dan transfusi di Rumah Sakit Kristen Mojowarno tidak mengalami kendala sama sekali. Semua pelayanan yang didapatkan sama dengan pasien umum dan tidak mengeluarkan biaya tambahan.

’’Dengan adanya program JKN ini saya merasa sangat terbantu dari sisi ekonomi dan keuangan karena tidak harus membayar saat dirawat di rumah sakit. Pelayanan yang saya terima selama ini juga baik, kamar inap yang bersih, administrasi yang cepat dan tim medis yang sangat cepat dan tanggap,’’ ungkap Insiyah.

Menurutnya, kesehatan yang baik bukanlah sesuatu yang dapat dibeli. Namun, sesuatu yang dapat menjadi tabungan yang sangat berharga, dengan memiliki JKN-KIS biaya pelayanan kesehatan akan terjamin. Hal ini sudah ia rasakan manfaat dan kegunaan yang begitu besar selama ini. Ia juga mengajak ke seluruh masyarakat untuk ikut menjadi peserta BPJS Kesehatan dan membayar iuran tepat waktu agar tidak ada kendala di dalam pelayanan.

Baca Juga :  Dinkes Tunggu Juknis Vaksinasi Siswa SD
- Advertisement -

’’Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menjalankan Program JKN-KIS, karena program ini benar-benar nyata sangat membantu bagi masyarakat yang kurang mampu. Kalau tidak ada JKN–KIS ini, saya tidak tahu harus bagaimana menjalani transfusi darah selama ini,’’ tutup Insiyah. (*/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/