alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Permintaan Tes PCR RSUD Anjlok

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Melandainya kasus Covid-19 belakangan ini berdampak terhadap permintaan testing PCR di di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Testing PCR tak lagi jadi indikator tracing, namun untuk memenuhi persyaratan perjalanan hingga melamar pekerjaan.

Kepala Patologi Klinik RSUD Kota Mojokerto dr Halik Wijaya mengatakan sejak September lalu hanya ada 10 sampai 15 pasien yang mengajukan pemeriksaan tes PCR per minggunya. Lebih banyak permintaan tersebut sebagai syarat perjalanan ke luar kota atau melamar pekerjaan. ’’Kalau tracing dari puskesmas sudah mulai jarang. Paling banyak digunakan syarat melamar pekerjaan dan perjalanan ke luar kota,’’ ungkap dia.

Lanjutnya, penurunan tes PCR juga dipengaruhi berkurangnya pasien Covid-19 di RS. Lnataran, sebelum dinyatakan sembuh, mereka harus menjalani tes swab terlebih dahulu. Namun, kini ruang perawatan Covid-19 pun juga minim pasien. ’’Jadi hanya melayani mereka yang memang butuh swab PCR sebagai syarat perjalanan,’’ tutur Halik.

Baca Juga :  Dinsos Update Data Penerima Bantuan

Kendati demikian, dia menyebutkan penurunan testing hanya terjadi pada uji swab PCR saja. Sedangkan untuk uji rapid antigen tetap banyak diminta masyarakat. Tujuannya bukan untuk tracing melainkan untuk tes kesehatan sebelum masuk kerja atau sekolah. Terkadang, uji ini juga dibutuhkan atas rekomendasi dokter sebelum dilakukan tindakan medis. ’’Masih banyak yang tes antigen. Sebab, khan memang saat ini dipakai untuk masuk kerja atau sekolah. Kalau nggak gitu, sebelum diperiksa harus rapid antigen dulu sesuai rekomendasi dokter yang menangani,’’ tandasnya. (oce/fen)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Melandainya kasus Covid-19 belakangan ini berdampak terhadap permintaan testing PCR di di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Testing PCR tak lagi jadi indikator tracing, namun untuk memenuhi persyaratan perjalanan hingga melamar pekerjaan.

Kepala Patologi Klinik RSUD Kota Mojokerto dr Halik Wijaya mengatakan sejak September lalu hanya ada 10 sampai 15 pasien yang mengajukan pemeriksaan tes PCR per minggunya. Lebih banyak permintaan tersebut sebagai syarat perjalanan ke luar kota atau melamar pekerjaan. ’’Kalau tracing dari puskesmas sudah mulai jarang. Paling banyak digunakan syarat melamar pekerjaan dan perjalanan ke luar kota,’’ ungkap dia.

Lanjutnya, penurunan tes PCR juga dipengaruhi berkurangnya pasien Covid-19 di RS. Lnataran, sebelum dinyatakan sembuh, mereka harus menjalani tes swab terlebih dahulu. Namun, kini ruang perawatan Covid-19 pun juga minim pasien. ’’Jadi hanya melayani mereka yang memang butuh swab PCR sebagai syarat perjalanan,’’ tutur Halik.

Baca Juga :  Tak Makan Nangka, Kena Getahnya

Kendati demikian, dia menyebutkan penurunan testing hanya terjadi pada uji swab PCR saja. Sedangkan untuk uji rapid antigen tetap banyak diminta masyarakat. Tujuannya bukan untuk tracing melainkan untuk tes kesehatan sebelum masuk kerja atau sekolah. Terkadang, uji ini juga dibutuhkan atas rekomendasi dokter sebelum dilakukan tindakan medis. ’’Masih banyak yang tes antigen. Sebab, khan memang saat ini dipakai untuk masuk kerja atau sekolah. Kalau nggak gitu, sebelum diperiksa harus rapid antigen dulu sesuai rekomendasi dokter yang menangani,’’ tandasnya. (oce/fen)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/