alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Begal Ditembak, Berdalih Akibat Terjerat Utang

Faktor ekonomi menjadi alasan pelaku nekat melancarkan aksi kejahatan. Seperti yang diungkapkan Samsul, 27. Begal asal wilayah Ngoro ini mengaku melancarkan aksinya karena himpitan ekonomi. Dia nekat menodongkan parang bersama rekannya, Suyono, 32, pada korban untuk mendatangkan uang secara instan.

Hasil pembegalan sedianya bakal digunakan untuk mencukupi kebutuhan istri dan satu anaknya. Apalagi, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir ini terlilit utang. ”Untuk mencukupi keluarga saya pak, karena saya (sedang) ndak kerja. Saya juga banyak utang sampai sekitar Rp 7 juta,” sebutnya.

Karena tak punya pilihan lain, Samsul nekat memutuskan membegal. Hal tersebut sudah diniati. Salah satunya dengan sengaja membuat dua parang sebagai bekal beraksi dengan mengajak Suyono, 32. Dia mampu membuat parang hasil dari belajar secara autodidak. ”Alatnya cuma gerinda saja. Itu saya bikin sendiri, apa yang ada dipikiran saya saja,” terangnya.

Baca Juga :  Menyebar di 16 Kecamatan

Dia berdalih baru pertama melakukan pembegalan. Karena kondisi ekonomi saat ini  menuntutnya mencari jalan pintas. ”Sumpah pak, baru pertama kali ini (jadi begal),” ucapnya. Disingung terkait reaksinya jika korban melawan saat ditodong parang, dia berdalih tak bakal menyakiti korban. Sajam yang dibawanya sekadar untuk menakuti korban. ”Ya cuma ditodongkan saja, untuk menakuti korban. Nggak sampai menyakiti,” kilahnya.

Faktor ekonomi menjadi alasan pelaku nekat melancarkan aksi kejahatan. Seperti yang diungkapkan Samsul, 27. Begal asal wilayah Ngoro ini mengaku melancarkan aksinya karena himpitan ekonomi. Dia nekat menodongkan parang bersama rekannya, Suyono, 32, pada korban untuk mendatangkan uang secara instan.

Hasil pembegalan sedianya bakal digunakan untuk mencukupi kebutuhan istri dan satu anaknya. Apalagi, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir ini terlilit utang. ”Untuk mencukupi keluarga saya pak, karena saya (sedang) ndak kerja. Saya juga banyak utang sampai sekitar Rp 7 juta,” sebutnya.

Karena tak punya pilihan lain, Samsul nekat memutuskan membegal. Hal tersebut sudah diniati. Salah satunya dengan sengaja membuat dua parang sebagai bekal beraksi dengan mengajak Suyono, 32. Dia mampu membuat parang hasil dari belajar secara autodidak. ”Alatnya cuma gerinda saja. Itu saya bikin sendiri, apa yang ada dipikiran saya saja,” terangnya.

Baca Juga :  Bentuk Tim, Fokus Pemutakhiran Data Wajib Pajak PBB

Dia berdalih baru pertama melakukan pembegalan. Karena kondisi ekonomi saat ini  menuntutnya mencari jalan pintas. ”Sumpah pak, baru pertama kali ini (jadi begal),” ucapnya. Disingung terkait reaksinya jika korban melawan saat ditodong parang, dia berdalih tak bakal menyakiti korban. Sajam yang dibawanya sekadar untuk menakuti korban. ”Ya cuma ditodongkan saja, untuk menakuti korban. Nggak sampai menyakiti,” kilahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/