alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Penyedia Jasa Hajatan Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pencabutan larangan menggelar resepsi pernikahan oleh pemkot Mojokerto, membawa angin segar bagi Asosiasi Pengusaha Jasa Pernikahan Mojokerto (Aspenim). Mereka mengaku sangat lega lantaran sudah empat bulan tak bisa bekerja. Mereka tak berpenghasilan sedikit pun. ’’Banyak teman-teman yang menjual alat-alatnya untuk menutupi kebutuhan hidupnya selama ini,’’ ungkap Ketua Aspenim Teguh Muji Syukur.

Dikatakan Teguh, dengan munculnya SLO, penyedia jasa resepsi pernikahan akan memberikan garansi dan komitmen terhadap aturan yang telah dikeluarkan pemerintah. Semisal tentang menu makanan yang disajikan untuk undangan. ’’Semua tamu tidak diperbolehkan ambil makanan sendiri. Karena, makanan akan diambilkan oleh penyaji. Jadi, tetap prasmanan, tapi tidak diperbolehkan ambil sendiri,’’ beber dia.

Baca Juga :  Bantuan SPP SMA/SMK Rp 9,3 Miliar, Negeri Cair, Swasta Masih Menunggu

Komitmen ini telah ditunjukkan Aspenim saat simulasi resepsi pernikahan di Gedung Astoria di Jalan Empunala, Kota Mojokerto pada Rabu (22/7). Semua proses resepsi dilakukan untuk memenuhi standar protokol kesehatan.  Lalu, bagaimana melakukan physical distancing bagi para perias? Salah satu perias, Rina Citrawati menegaskan, protokol itu akan dijalankan.

Perias akan selalu menggunakan masker dan face shield. ’’Kalau harus jarak jauh tentu tidak bisa. Jadi, tetap dekat tapi menggunakan masker,’’ ungkapnya. Pemilik Sanggar Vinda Ayu Wedding, di Lawu 3 Nomor 7 Kota Mojokerto ini menambahkan, tak hanya alat pelindung diri (APD). Namun, ia pun tetap menjaga kebersihan dengan sangat ketat.

Di antaranya, peralatan make-up yang semula bisa dipakai berulangkali, kini harus dibersihkan dengan menggunakan pembersih khusus. ’’Semisal, kaca besar yang dipakai untuk merias pengantin. Ketika sudah selesai dan akan merias orang lain, maka kaca harus dibersihkan. Begitu juga dengan sisir dan sebagainya. Harus sering dibersihkan,’’ beber dia. 

Baca Juga :  Pemdes Bakal Dirikan Museum Desa

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pencabutan larangan menggelar resepsi pernikahan oleh pemkot Mojokerto, membawa angin segar bagi Asosiasi Pengusaha Jasa Pernikahan Mojokerto (Aspenim). Mereka mengaku sangat lega lantaran sudah empat bulan tak bisa bekerja. Mereka tak berpenghasilan sedikit pun. ’’Banyak teman-teman yang menjual alat-alatnya untuk menutupi kebutuhan hidupnya selama ini,’’ ungkap Ketua Aspenim Teguh Muji Syukur.

Dikatakan Teguh, dengan munculnya SLO, penyedia jasa resepsi pernikahan akan memberikan garansi dan komitmen terhadap aturan yang telah dikeluarkan pemerintah. Semisal tentang menu makanan yang disajikan untuk undangan. ’’Semua tamu tidak diperbolehkan ambil makanan sendiri. Karena, makanan akan diambilkan oleh penyaji. Jadi, tetap prasmanan, tapi tidak diperbolehkan ambil sendiri,’’ beber dia.

Baca Juga :  PLN Keluarkan Aplikasi Fitur Pasang Baru, Tambah Daya Makin Mudah

Komitmen ini telah ditunjukkan Aspenim saat simulasi resepsi pernikahan di Gedung Astoria di Jalan Empunala, Kota Mojokerto pada Rabu (22/7). Semua proses resepsi dilakukan untuk memenuhi standar protokol kesehatan.  Lalu, bagaimana melakukan physical distancing bagi para perias? Salah satu perias, Rina Citrawati menegaskan, protokol itu akan dijalankan.

Perias akan selalu menggunakan masker dan face shield. ’’Kalau harus jarak jauh tentu tidak bisa. Jadi, tetap dekat tapi menggunakan masker,’’ ungkapnya. Pemilik Sanggar Vinda Ayu Wedding, di Lawu 3 Nomor 7 Kota Mojokerto ini menambahkan, tak hanya alat pelindung diri (APD). Namun, ia pun tetap menjaga kebersihan dengan sangat ketat.

Di antaranya, peralatan make-up yang semula bisa dipakai berulangkali, kini harus dibersihkan dengan menggunakan pembersih khusus. ’’Semisal, kaca besar yang dipakai untuk merias pengantin. Ketika sudah selesai dan akan merias orang lain, maka kaca harus dibersihkan. Begitu juga dengan sisir dan sebagainya. Harus sering dibersihkan,’’ beber dia. 

Baca Juga :  Ning Ita Gencarkan Pelatihan dan Pendampingan untuk UMKM

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/