alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

ASPENIM Gelar Simulasi Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Covid-19

Asosiasi Pengusaha Jasa Pernikahan Mojokerto (ASPENIM) menggelar Simulasi pernikahan Di gedung Astoria, Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Rabu (22/7).

Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk usaha bagi para pekerja Wedding Organizer dalam melakukan kegiatan resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19. Menurut Ketua ASPENIM, Teguh Muji Syukur, diterapkan protokol kesehatan agar tidak menyebabkan penularan Covid-19.

’’Mengingat kegiatan dalam acara pernikahan biasanya mengundang banyak orang. Dan kegiatan simulasi dihadiri oleh Wakil Kapolres Mojokerto Kompol Hanis Subiono, Kabid P2PL Dinas Kesehatan dr Farida Mariana, Camat Magersari, Camat Kranggan, serta beberapa undangan,’’ jelas Teguh yang juga pemilik Studio 60.

Wakapolresta Mojokerto, mengatakan, dari hasil evaluasi dalam penyelenggaraan simulasi resepsi pernikahan yang digelar sudah ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Mengukir Prestasi di Tengah Pandemi

’’Semua yang dilakukan dari awal acara saya perhatikan sudah sangat ketat dalam penerapan protokol kesehatan. Tamu datang wajib menggunakan masker, tamu masuk melalui bilik disinfektan, pengecekan suhu tubuh, tersedianya hand sanitizer hingga physical distancing antara tamu yang ingin bersalaman dengan pengantin,’’ ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Kabid P2PL Dinas Kesehatan dr Farida Mariana. Menurutnya, untuk protokol kesehatan masih ada beberapa yang harus di benahi. Di antaranya, penyelenggara harus melibatkan tenaga medis. Karena di situ ada salah tahapan dalam penerapan protokol kesehatan. Yaitu, pengukuran suhu tubuh.

’’Karena jika ada tamu yang suhunya di atas 37,3 derajat Celsius, tamu tersebut tidak boleh masuk ke dalam ruangan resepsi. Dan harus dibawa ke ruangan observasi. Ketika suhu tubuh tamu tidak juga turun dalam waktu beberapa menit, tamu tersebut harus dibawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan tindakan medis,’’ ujarnya.

Baca Juga :  MKP Resmi Dipecat Mendagri

Yang kedua, jika ada tamu yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, agar tamu tidak di perbolehkan masuk, mengingat penyebaran Covid-19 melalui udara.

Untuk katering, sesuai dengan arahan kadinkes disarankan untuk dibungkus. Agar tidak tidak ada antrean tamu undangan ketika itu dilakukan secara prasmanan.

’’Saya mengapresiasi pada rekan-rekan WO atas usaha dan upaya dalam penerapan protokol kesehatan dalam acara simulasi ini. Sekali lagi, terkait izin penyelenggaraan acara pernikahan saya masih perlu koordinasi dengan satgas Covid-19 Kota Mojokerto. Semoga pandemi ini segera berakhir dan rekan-rekan bisa beraktivitas seperti sedia kala,’’ tandasnya. (bas/abi)

 

Asosiasi Pengusaha Jasa Pernikahan Mojokerto (ASPENIM) menggelar Simulasi pernikahan Di gedung Astoria, Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Rabu (22/7).

Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk usaha bagi para pekerja Wedding Organizer dalam melakukan kegiatan resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19. Menurut Ketua ASPENIM, Teguh Muji Syukur, diterapkan protokol kesehatan agar tidak menyebabkan penularan Covid-19.

’’Mengingat kegiatan dalam acara pernikahan biasanya mengundang banyak orang. Dan kegiatan simulasi dihadiri oleh Wakil Kapolres Mojokerto Kompol Hanis Subiono, Kabid P2PL Dinas Kesehatan dr Farida Mariana, Camat Magersari, Camat Kranggan, serta beberapa undangan,’’ jelas Teguh yang juga pemilik Studio 60.

Wakapolresta Mojokerto, mengatakan, dari hasil evaluasi dalam penyelenggaraan simulasi resepsi pernikahan yang digelar sudah ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga :  MKP Resmi Dipecat Mendagri

’’Semua yang dilakukan dari awal acara saya perhatikan sudah sangat ketat dalam penerapan protokol kesehatan. Tamu datang wajib menggunakan masker, tamu masuk melalui bilik disinfektan, pengecekan suhu tubuh, tersedianya hand sanitizer hingga physical distancing antara tamu yang ingin bersalaman dengan pengantin,’’ ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Kabid P2PL Dinas Kesehatan dr Farida Mariana. Menurutnya, untuk protokol kesehatan masih ada beberapa yang harus di benahi. Di antaranya, penyelenggara harus melibatkan tenaga medis. Karena di situ ada salah tahapan dalam penerapan protokol kesehatan. Yaitu, pengukuran suhu tubuh.

- Advertisement -

’’Karena jika ada tamu yang suhunya di atas 37,3 derajat Celsius, tamu tersebut tidak boleh masuk ke dalam ruangan resepsi. Dan harus dibawa ke ruangan observasi. Ketika suhu tubuh tamu tidak juga turun dalam waktu beberapa menit, tamu tersebut harus dibawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan tindakan medis,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pelayanan Mobil Dihentikan, Andalkan Pusat dan Kelurahan

Yang kedua, jika ada tamu yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, agar tamu tidak di perbolehkan masuk, mengingat penyebaran Covid-19 melalui udara.

Untuk katering, sesuai dengan arahan kadinkes disarankan untuk dibungkus. Agar tidak tidak ada antrean tamu undangan ketika itu dilakukan secara prasmanan.

’’Saya mengapresiasi pada rekan-rekan WO atas usaha dan upaya dalam penerapan protokol kesehatan dalam acara simulasi ini. Sekali lagi, terkait izin penyelenggaraan acara pernikahan saya masih perlu koordinasi dengan satgas Covid-19 Kota Mojokerto. Semoga pandemi ini segera berakhir dan rekan-rekan bisa beraktivitas seperti sedia kala,’’ tandasnya. (bas/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/