alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

10 Hari, 37 Kasus Baru, 6 Meninggal Dunia

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Persebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto menggila. Bahkan dalam sepuluh hari terakhir, khusus di Kecamatan Mojoanyar tercatat ada 37 kasus baru dengan enam pasien meninggal dunia. Angka ini diprediksi terus meningkat seiring perluasan tracing dilakukan tim satgas.

Peningkatan kasus cukup signifikan ini sempat menjadi perhatian Bupati Ikfina Fahmawati, Rabu (23/6). Bersama dinkes dan Tim Satgas Covid-19 Kecamatan, bupati perempuan pertama di Mojokerto ini melakukan peninjauan ke Puskesmas Gayaman. Termasuk mengunjungi salah satu pasien yang tengah isolasi mandiri di rumahnya. ’’Sesuai arahan bupati, dengan lonjakan kasus yang terjadi saat ini, dimungkinkan Puskesmas Gayaman akan disiapkan sebagai tempat isolasi lagi,’’ ungkap Kepala Pukesmas Gayaman Nurcahyani Akbar Kusuma Wardani, kemarin.

Jika penataannya sama seperti sebelumnya, pukesmas ini bisa menampung 12 pasien. ’’Bisa untuk pasien OTG dan pasien yang bergejala ringan,’’ tambahnya.

Menurutnya, lonjakan kasus di wilayah kerjanya belakangan memang melonjak. Sejak Senin (14/6) hingga sekarang, tercatat ada 37 kasus baru dengan enam pasien meninggal. Keenamnya merupakan pasien lanjut usia yang diketahui memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Kondisi itu tentu berisiko tinggi jika terpapar Covid-19. ’’Dari enam pasien yang meninggal ini, satu lansia sudah divaksin, tapi memang sebelum divaksin sudah punya komorbid,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Honor Perawat Ponkesdes Nyantol sejak Januari

Banyak faktor yang memengaruhi persebaran Covid-19 mengganas. Di antaranya, Mojoanyar disebut-sebut menjadi wilayah perbatasan dengan daerah lain. Baik Kota Mojokerto maupun Kabupaten Sidoarjo. Tingginya mobilitas tak bisa dihindari. Terlebih kawasan Mojoanyar juga banyak tempat nongkrong. Khususnya warung di kawasan Rolak Songo Desa Lengkong yang tiap harinya juga jadi jujukan pelancong muda-mudi lintas daerah siang dan malam. ’’Banyak juga kegiatan hajatan, kegiatan kesenian juga sempat ada. Selain itu, mayoritas warga kan juga buruh pabrik dan mobilitasnya juga tinggi,’’ bebernya.

Wardani menjelaskan, sebaran Covid-19 di Kecamatan Mojoanyar ini terjadi di enam desa dari total 12 desa yang ada. Meliputi, Desa Jabon, Gayaman, Kepuhanyar, Kwedenkembar, Jumeneng, dan Lengkong. Paling parah persebaran ada di Desa Lengkong, tercatat ada 14 kasus. ’’Dari analisa kami kebanyakan malah klaster keluarga. Satu rumah ada enam orang, satu rumah ada lima orang. Ada klaster nakes, nakes ini menjadi perawat di ruang Covid-19 RSUD RA Basuni, setelah itu menyebar ke suami dan tiga anaknya. Ada juga klaster keluarga yang habis rombongan dari acara keluarga di Kudus,’’ paparnya.

Baca Juga :  Separo Jalan Ambles, Masih Dilewati Truk

Peningkatan ini tentu menjadi kewaspadaan tersendiri bagi Satgas Covid-19 Kecamatan. Apalagi sebelumnya, persebaran kasus di wilayahnya tak pernah setinggi ini. Perluasan tracing hingga penyediaan ruang isolasi terus digenjot. Dia menyebut, dari total 37 kasus dalam sepuluh hari ini didominasi pasien bergejala. Yakni, mencapai 28 kasus dan 9 kasus statusnya OTG. Kini, bagi yang bergejalah semuanya sudah diisolasi di rumah sakit rujukan yang disiapkan pemerintah. Sedangkan untuk yang OTG menjalani isolasi mandiri di rumah. ’’Khusus untuk hari ini, ada enam kasus baru,’’ tuturnya. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Persebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Mojokerto menggila. Bahkan dalam sepuluh hari terakhir, khusus di Kecamatan Mojoanyar tercatat ada 37 kasus baru dengan enam pasien meninggal dunia. Angka ini diprediksi terus meningkat seiring perluasan tracing dilakukan tim satgas.

Peningkatan kasus cukup signifikan ini sempat menjadi perhatian Bupati Ikfina Fahmawati, Rabu (23/6). Bersama dinkes dan Tim Satgas Covid-19 Kecamatan, bupati perempuan pertama di Mojokerto ini melakukan peninjauan ke Puskesmas Gayaman. Termasuk mengunjungi salah satu pasien yang tengah isolasi mandiri di rumahnya. ’’Sesuai arahan bupati, dengan lonjakan kasus yang terjadi saat ini, dimungkinkan Puskesmas Gayaman akan disiapkan sebagai tempat isolasi lagi,’’ ungkap Kepala Pukesmas Gayaman Nurcahyani Akbar Kusuma Wardani, kemarin.

Jika penataannya sama seperti sebelumnya, pukesmas ini bisa menampung 12 pasien. ’’Bisa untuk pasien OTG dan pasien yang bergejala ringan,’’ tambahnya.

Menurutnya, lonjakan kasus di wilayah kerjanya belakangan memang melonjak. Sejak Senin (14/6) hingga sekarang, tercatat ada 37 kasus baru dengan enam pasien meninggal. Keenamnya merupakan pasien lanjut usia yang diketahui memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Kondisi itu tentu berisiko tinggi jika terpapar Covid-19. ’’Dari enam pasien yang meninggal ini, satu lansia sudah divaksin, tapi memang sebelum divaksin sudah punya komorbid,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Cegah Klaster Baru, Intensifkan Operasi Yustisi

Banyak faktor yang memengaruhi persebaran Covid-19 mengganas. Di antaranya, Mojoanyar disebut-sebut menjadi wilayah perbatasan dengan daerah lain. Baik Kota Mojokerto maupun Kabupaten Sidoarjo. Tingginya mobilitas tak bisa dihindari. Terlebih kawasan Mojoanyar juga banyak tempat nongkrong. Khususnya warung di kawasan Rolak Songo Desa Lengkong yang tiap harinya juga jadi jujukan pelancong muda-mudi lintas daerah siang dan malam. ’’Banyak juga kegiatan hajatan, kegiatan kesenian juga sempat ada. Selain itu, mayoritas warga kan juga buruh pabrik dan mobilitasnya juga tinggi,’’ bebernya.

Wardani menjelaskan, sebaran Covid-19 di Kecamatan Mojoanyar ini terjadi di enam desa dari total 12 desa yang ada. Meliputi, Desa Jabon, Gayaman, Kepuhanyar, Kwedenkembar, Jumeneng, dan Lengkong. Paling parah persebaran ada di Desa Lengkong, tercatat ada 14 kasus. ’’Dari analisa kami kebanyakan malah klaster keluarga. Satu rumah ada enam orang, satu rumah ada lima orang. Ada klaster nakes, nakes ini menjadi perawat di ruang Covid-19 RSUD RA Basuni, setelah itu menyebar ke suami dan tiga anaknya. Ada juga klaster keluarga yang habis rombongan dari acara keluarga di Kudus,’’ paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Alat Rapid Kedaluwarsa, Dinkes Salahkan Labkesda
- Advertisement -

Peningkatan ini tentu menjadi kewaspadaan tersendiri bagi Satgas Covid-19 Kecamatan. Apalagi sebelumnya, persebaran kasus di wilayahnya tak pernah setinggi ini. Perluasan tracing hingga penyediaan ruang isolasi terus digenjot. Dia menyebut, dari total 37 kasus dalam sepuluh hari ini didominasi pasien bergejala. Yakni, mencapai 28 kasus dan 9 kasus statusnya OTG. Kini, bagi yang bergejalah semuanya sudah diisolasi di rumah sakit rujukan yang disiapkan pemerintah. Sedangkan untuk yang OTG menjalani isolasi mandiri di rumah. ’’Khusus untuk hari ini, ada enam kasus baru,’’ tuturnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/