alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Baru Bebas, Residivis Narkoba Ditangkap

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang residivis kasus peredaran narkoba, kembali ditangkap aparat kepolisian. Pria yang baru bebas empat bulan lalu ini, diamankan bersama satu paket sabu-sabu seberat 1,97 gram dan dua paket ganja seberat 4,75 gram.

Ia adalah Ihwan Sutono Supriadi alias Ihwan alias Tono, 48. Warga Kelurahan/Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, itu kerap mengedarkan barang haram di wilayah Mojokerto. Sehingga, gerak-gerik pengedar lawas ini dipantau petugas. Utamanya, saat tengah berada di wilayah Mojokerto. Hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di rumah keluarganya di Dusun Pakis Kulon, Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (20/5).

”Memang pelaku ini sudah lama kami incar. Saat ditangkap, pelaku ini sedang bantu keluarganya mengangkut perabotan,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno, kemarin.

Iwan tidak bisa mengelak saat petugas menggeledah barang bawaannya. Petugas mendapati satu paket sabu dan dua paket ganja siap edar di dalam tas selempang milik pelaku.

Baca Juga :  RSUD Siapkan Ruang dan Tim Khusus

Rinciannya, sabu-sabu seberat 1,97 gram, dan ganja seberat 2,57 gram dan 2,18 gram. ”Untuk ganja ini berat totalnya 4,75 gram dari dua paket yang dibawa pelaku. Oleh pelaku ganja itu dibungkus kertas,” sebutnya.

Dari tangan pelaku, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti lain. Mulai dari sekop mini, satu pak kertas papir, korek api, hingga tas selempang warna hitam. Bambang menambahkan, status Ihwan merupakan residivis kasus serupa. Dia baru empat bulan menghirup udara bebas usai mendekam balik jeruji tahanan Lapas Klas IIB Mojokerto sekitar empat tahun.

Di hadapan petugas, Ihwan mengaku, mendapat pasokan barang haram dari dua orang berbeda. Yang saat ini, kedua orang tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi. ”Kami sudah mengantongi nama-nama pemasok tersebut. Untuk barang bukti sabu-sabu, pelaku mendapat dari salah seorang tahanan Lapas Klas I Surabaya di Porong,” sebutnya.

Baca Juga :  Bupati Peringati Hari Koperasi Nasional Ke-74 dan Hari UMKM Nasional

Meski begitu, saat diperiksa petugas, pelaku mengelak jika barang haram tersebut untuk diperjualbelikan. ”Dia tidak mau mengaku kalau narkoba itu untuk diedarkan di sini. Ngakunya cuma buat dipakai sendiri. Meski begitu, tetap kami sangkakan dengan pasal sebagai pengedar,” tutur mantan Kapolsek Prigen itu.

Ihwan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam kembali mendekam di sel tahanan maksimal 20 tahun. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan petugas di mapolres untuk kepentingan pengembangan. ”Untuk dua orang DPO ini kami terus lakukan pengembangan. Karena ini melibatkan jaringan di belakangnya,” tandas Bambang. (vad/ron)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang residivis kasus peredaran narkoba, kembali ditangkap aparat kepolisian. Pria yang baru bebas empat bulan lalu ini, diamankan bersama satu paket sabu-sabu seberat 1,97 gram dan dua paket ganja seberat 4,75 gram.

Ia adalah Ihwan Sutono Supriadi alias Ihwan alias Tono, 48. Warga Kelurahan/Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, itu kerap mengedarkan barang haram di wilayah Mojokerto. Sehingga, gerak-gerik pengedar lawas ini dipantau petugas. Utamanya, saat tengah berada di wilayah Mojokerto. Hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di rumah keluarganya di Dusun Pakis Kulon, Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (20/5).

”Memang pelaku ini sudah lama kami incar. Saat ditangkap, pelaku ini sedang bantu keluarganya mengangkut perabotan,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno, kemarin.

Iwan tidak bisa mengelak saat petugas menggeledah barang bawaannya. Petugas mendapati satu paket sabu dan dua paket ganja siap edar di dalam tas selempang milik pelaku.

Baca Juga :  Bupati Peringati Hari Koperasi Nasional Ke-74 dan Hari UMKM Nasional

Rinciannya, sabu-sabu seberat 1,97 gram, dan ganja seberat 2,57 gram dan 2,18 gram. ”Untuk ganja ini berat totalnya 4,75 gram dari dua paket yang dibawa pelaku. Oleh pelaku ganja itu dibungkus kertas,” sebutnya.

Dari tangan pelaku, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti lain. Mulai dari sekop mini, satu pak kertas papir, korek api, hingga tas selempang warna hitam. Bambang menambahkan, status Ihwan merupakan residivis kasus serupa. Dia baru empat bulan menghirup udara bebas usai mendekam balik jeruji tahanan Lapas Klas IIB Mojokerto sekitar empat tahun.

- Advertisement -

Di hadapan petugas, Ihwan mengaku, mendapat pasokan barang haram dari dua orang berbeda. Yang saat ini, kedua orang tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi. ”Kami sudah mengantongi nama-nama pemasok tersebut. Untuk barang bukti sabu-sabu, pelaku mendapat dari salah seorang tahanan Lapas Klas I Surabaya di Porong,” sebutnya.

Baca Juga :  90 Hektare Padi Terendam Banjir

Meski begitu, saat diperiksa petugas, pelaku mengelak jika barang haram tersebut untuk diperjualbelikan. ”Dia tidak mau mengaku kalau narkoba itu untuk diedarkan di sini. Ngakunya cuma buat dipakai sendiri. Meski begitu, tetap kami sangkakan dengan pasal sebagai pengedar,” tutur mantan Kapolsek Prigen itu.

Ihwan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam kembali mendekam di sel tahanan maksimal 20 tahun. Kini, pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan petugas di mapolres untuk kepentingan pengembangan. ”Untuk dua orang DPO ini kami terus lakukan pengembangan. Karena ini melibatkan jaringan di belakangnya,” tandas Bambang. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/