alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Anak Nakes Bebas Pilih Sekolah Negeri

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pandemi yang belum usai membuat Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto memberi porsi khusus untuk anak para tenaga kesehatan (nakes). Calon siswa bisa bebas memilih sekolah di jenjang SMA/SMK Negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 ini.

Kepala Cabang Dispedik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Kresna Herlambang mengatakan, kuota untuk anak nakes tersebut masuk dalam jalur perpindahan tugas orang tua yang diberi porsi 5 persen di SMA/SMK. Termasuk di dalamnya untuk anak nakes yang mendapat jatah 1 persen dari total pagu di sekolah.

Namun, porsi tersebut tidak diperuntukkan bagi anak nakes secara umum, melainkan hanya bagi tenaga medis yang bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.  ’’Jadi, khusus anak-anak nakes yang menangani atau sebagai tim Covid-19,’’ terangnya, Jumat (23/4).

Menurutnya, kuota tersebut tidak hanya menampung anak nakes yang berdinas di rumah sakit (RS) Rujukan Covid-19. Namun, juga berlaku bagi fasilitas kesehatan (faskes) lainnya yang ditetapkan pemerintah untuk penanganan pasien yang terpapar virus korona.

Sehingga, anak dokter, perawat, maupun bidan dibebaskan mendaftar di 24 lembaga SMA/SMK negeri se-Kota dan Kabupaten Mojokerto. Selain itu, lanjut Kresna, jalur tersebut juga mengakomodir tenaga nonmedis lain yang terlibat langsung penanganan Covid-19. ’’Yang penting mereka di-SK-kan di rumah sakit atau daerah sebagai tim penanganan Covid-19. Meskipun driver juga bisa,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Gayatri Raih Penghargaan dari Kemen PAN-RB

Pasalnya, surat keterangan dari RS maupun faskes tersebut menjadi satu-satunya syarat mendaftar di jalur anak nakes. Di samping itu, jalur perpindahan tugas orang tua lainnya diperuntukkan anak tenaga pendidik dan kependidikan dan perpindahan tugas dari instansi atau perusahaan. Masing-masing mendapatkan kuota 2 persen.

Mantan Kepala Cabang Dispendik Probolinggo ini menambahkan, sedangkan 95 persen pendaftaran di SMA/SMK juga dibuka melalui empat jalur lainnya. Yakni jalur afirmasi, prestasi akademik, prestasi lomba, serta jalur zonasi.

Sementara itu, SMA/SMK di Kota Mojokerto menjadi lembaga yang berpotensi terisi anak nakes. Mengingat, terdapat dua RS rujukan Covid-19 yang ditetapkan Pemprov Jawa Timur. Di sisi lain, Pemkot Mojokerto juga menyiapkan empat RS lainnya untuk mengcover penanganan Covid-19.

Kepala SMAN 1 Mojokerto Raden Imam Wahjudi menambahkan, tahun ini lembaganya akan membuka jalur khusus bagi anak nakes. Namun, kuotanya terbilang cukup terbatas. Sebab, dari total 304 kursi di 9 rombongan belajar (rombel), anak nakes mendapat jatah tidak lebih dari 3 kursi. ’’Karena hanya 1 persen saja untuk anak nakes,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Kursi Wawali Kosong, Gerindra Usung Sosok Wasekjen

Tak jauh berbeda, di SMAN 2 Mojokerto juga hanya akan menampung kurang lebih 4 kursi untuk anak nakes. Rencananya, sekolah yang berada di Jalan Raya Ijen itu akan membuka 12 rombel atau 408 kursi.

Diperkirakan, persaingan di jalur tersebut akan ketat. Mengingat, terdapat enam RS yang tersebar di Kota Onde-Onde. ’’Jaraknya juga saling berdekatan,’’ papar Plt Kepala SMAN 2 Mojokerto ini.

Sesuai aturan, jika jumlah pendaftar melebihi pagu, maka akan diseleksi berdasarkan jarak rumah ke sekolah. Namun, imbuh Imam, calon siswa yang berasal dari anak nakes masih bisa leluasa memilih mendaftar di empat SMA/SMK negeri lain yang masih lowong.

Untuk diketahui, pendaftaran PPDB SMA akan digulirkan secara bertahap mulai 3-4 Mei nanti. Diawali dengan jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi lomba. Selanjutnya akan dilanjut dengan pendaftaran dari jalur prestasi akademik dan zonasi. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pandemi yang belum usai membuat Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto memberi porsi khusus untuk anak para tenaga kesehatan (nakes). Calon siswa bisa bebas memilih sekolah di jenjang SMA/SMK Negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 ini.

Kepala Cabang Dispedik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Kresna Herlambang mengatakan, kuota untuk anak nakes tersebut masuk dalam jalur perpindahan tugas orang tua yang diberi porsi 5 persen di SMA/SMK. Termasuk di dalamnya untuk anak nakes yang mendapat jatah 1 persen dari total pagu di sekolah.

Namun, porsi tersebut tidak diperuntukkan bagi anak nakes secara umum, melainkan hanya bagi tenaga medis yang bertugas sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.  ’’Jadi, khusus anak-anak nakes yang menangani atau sebagai tim Covid-19,’’ terangnya, Jumat (23/4).

Menurutnya, kuota tersebut tidak hanya menampung anak nakes yang berdinas di rumah sakit (RS) Rujukan Covid-19. Namun, juga berlaku bagi fasilitas kesehatan (faskes) lainnya yang ditetapkan pemerintah untuk penanganan pasien yang terpapar virus korona.

Sehingga, anak dokter, perawat, maupun bidan dibebaskan mendaftar di 24 lembaga SMA/SMK negeri se-Kota dan Kabupaten Mojokerto. Selain itu, lanjut Kresna, jalur tersebut juga mengakomodir tenaga nonmedis lain yang terlibat langsung penanganan Covid-19. ’’Yang penting mereka di-SK-kan di rumah sakit atau daerah sebagai tim penanganan Covid-19. Meskipun driver juga bisa,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Nilai Ujian SKD Peserta CPNS Kota Jeblok

Pasalnya, surat keterangan dari RS maupun faskes tersebut menjadi satu-satunya syarat mendaftar di jalur anak nakes. Di samping itu, jalur perpindahan tugas orang tua lainnya diperuntukkan anak tenaga pendidik dan kependidikan dan perpindahan tugas dari instansi atau perusahaan. Masing-masing mendapatkan kuota 2 persen.

- Advertisement -

Mantan Kepala Cabang Dispendik Probolinggo ini menambahkan, sedangkan 95 persen pendaftaran di SMA/SMK juga dibuka melalui empat jalur lainnya. Yakni jalur afirmasi, prestasi akademik, prestasi lomba, serta jalur zonasi.

Sementara itu, SMA/SMK di Kota Mojokerto menjadi lembaga yang berpotensi terisi anak nakes. Mengingat, terdapat dua RS rujukan Covid-19 yang ditetapkan Pemprov Jawa Timur. Di sisi lain, Pemkot Mojokerto juga menyiapkan empat RS lainnya untuk mengcover penanganan Covid-19.

Kepala SMAN 1 Mojokerto Raden Imam Wahjudi menambahkan, tahun ini lembaganya akan membuka jalur khusus bagi anak nakes. Namun, kuotanya terbilang cukup terbatas. Sebab, dari total 304 kursi di 9 rombongan belajar (rombel), anak nakes mendapat jatah tidak lebih dari 3 kursi. ’’Karena hanya 1 persen saja untuk anak nakes,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Tes CPNS Gugur sebelum Pengumuman

Tak jauh berbeda, di SMAN 2 Mojokerto juga hanya akan menampung kurang lebih 4 kursi untuk anak nakes. Rencananya, sekolah yang berada di Jalan Raya Ijen itu akan membuka 12 rombel atau 408 kursi.

Diperkirakan, persaingan di jalur tersebut akan ketat. Mengingat, terdapat enam RS yang tersebar di Kota Onde-Onde. ’’Jaraknya juga saling berdekatan,’’ papar Plt Kepala SMAN 2 Mojokerto ini.

Sesuai aturan, jika jumlah pendaftar melebihi pagu, maka akan diseleksi berdasarkan jarak rumah ke sekolah. Namun, imbuh Imam, calon siswa yang berasal dari anak nakes masih bisa leluasa memilih mendaftar di empat SMA/SMK negeri lain yang masih lowong.

Untuk diketahui, pendaftaran PPDB SMA akan digulirkan secara bertahap mulai 3-4 Mei nanti. Diawali dengan jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi lomba. Selanjutnya akan dilanjut dengan pendaftaran dari jalur prestasi akademik dan zonasi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/