alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Dapur Gereja Bethany Indonesia Terbakar saat Pendeta Tidur

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Kebakaran menimpa Gereja Bethany Indonesia, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (23/4).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kobaran api yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut membuat ruang bagian dapur gereja hangus.

Kobaran api yang sempat mengeluarkan suara letusan dari bola lampu karena hubungan arus pendek juga membuat pendeta yang tidur sempat syok. ’’Saya tahunya dari cucu saya. Kebetulan saya lagi tidur,’’ ungkap Pendeta Nurdi, 59, di lokasi.

Dia yang sedang menangis histeris ini, menegaskan, jika kebakaran tersebut diketahuinya setelah dibangunkan cucunya Nadin, 16. ’’Saya bangun, api sudah membesar,’’ tambahnya.

Sontak peristiwa itu membuatnya menjerit minta tolong. Jeritannya lantas mengundang warga sekitar. Mereka pun berusaha memandamkan kobaran api. Meskipun sempat kesulitan menyusul angin kencang dan banyak barang mudah terbakar, tetapi akhirnya berhasil dipadamkan.

Baca Juga :  Diyakini Membantu Program Kehamilan, Disiram dengan Zamzam

Api yang sebelumnya membumbung tinggi tersebut tak sampai menjalar ke bagian kamar dan bangunan utama gereja. Di dalam gereja hanya bagian dapur yang terbakar. ’’Untungnya cucu saya tahu. Kalau tidak, cukup bahaya. Kamar tidur saya juga berbatasan dengan dapur,’’ terangnya.

Di tengah warga berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan manual, sebagian juga berusaha menyelamatkan barang-baranag untuk dibawa keluar. Di antaranya, lemari, kasur, dan sejumlah buku tulis.

Tak lama berselang, sejumlah pemadam kebaran datang ke lokasi. ’’Dugaan memang karena korsleting listrik,’’ ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini. Beruntungnya memang tak sampai ada korban jiwa. Sehingga, untuk kerugian hanya material. ’’Kerugiannya masih dihitung,’’ ujarnya. (abi)

Baca Juga :  Sunrise Mall Gelar Pameran Flora

 

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto –  Kebakaran menimpa Gereja Bethany Indonesia, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (23/4).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kobaran api yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut membuat ruang bagian dapur gereja hangus.

Kobaran api yang sempat mengeluarkan suara letusan dari bola lampu karena hubungan arus pendek juga membuat pendeta yang tidur sempat syok. ’’Saya tahunya dari cucu saya. Kebetulan saya lagi tidur,’’ ungkap Pendeta Nurdi, 59, di lokasi.

Dia yang sedang menangis histeris ini, menegaskan, jika kebakaran tersebut diketahuinya setelah dibangunkan cucunya Nadin, 16. ’’Saya bangun, api sudah membesar,’’ tambahnya.

Sontak peristiwa itu membuatnya menjerit minta tolong. Jeritannya lantas mengundang warga sekitar. Mereka pun berusaha memandamkan kobaran api. Meskipun sempat kesulitan menyusul angin kencang dan banyak barang mudah terbakar, tetapi akhirnya berhasil dipadamkan.

Baca Juga :  Sarapan dan Belajar di Luar Kelas

Api yang sebelumnya membumbung tinggi tersebut tak sampai menjalar ke bagian kamar dan bangunan utama gereja. Di dalam gereja hanya bagian dapur yang terbakar. ’’Untungnya cucu saya tahu. Kalau tidak, cukup bahaya. Kamar tidur saya juga berbatasan dengan dapur,’’ terangnya.

- Advertisement -

Di tengah warga berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan manual, sebagian juga berusaha menyelamatkan barang-baranag untuk dibawa keluar. Di antaranya, lemari, kasur, dan sejumlah buku tulis.

Tak lama berselang, sejumlah pemadam kebaran datang ke lokasi. ’’Dugaan memang karena korsleting listrik,’’ ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini. Beruntungnya memang tak sampai ada korban jiwa. Sehingga, untuk kerugian hanya material. ’’Kerugiannya masih dihitung,’’ ujarnya. (abi)

Baca Juga :  Hama Tikus Serang Ladang Jagung

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/