alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Wabup Targetkan Ramadan Sudah Zona Hijau

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, meninjau pelaksanaan PPKM Mikro di Desa Jasem dan Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Selasa (23/3) pagi.

Wakil Bupati Muhammad Albarraa menyampaikan agar komitmen PPKM Mikro yang dijalankan hingga ke tingkat RT, betul-betul digencarkan secara intens. Hal ini juga didukung harapan agar Kabupaten Mojokerto segera menjadi zona hijau di Ramadan tahun ini. Wabup Albarraa menyatakan bahwa hal ini tidak bisa dikomando hanya dari pemerintah. Harus ada komitmen sejalan dari masyarakat.

’’Saat ini Kabupaten Mojokerto statusnya zona kuning. Kita berusaha agar Ramadan ini, kita sudah bisa masuk zona hijau. Ini semua tentang komitmen bersama. Semua harus aktif dalam upaya penanggulangan. Untuk pembagiannya yakni zona kuning dengan kurang lebih 1-5 warga suspect Covid, zona oranye 6-10 orang, dan zona merah lebih dari 10 orang. Itu semua terlapor setiap minggunya,’’ ujar Wabup Albarraa.

Baca Juga :  Jihan Audy, Pesonanya Jadi Trendsetter Dangdut Koplo Jawa

Di Desa Watesnegoro, wabup juga menjelaskan perihal kuota distribusi vaksin untuk daerah, yang semuanya ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

’’Kita tidak bisa memaksa melakukan vaksinasi serentak, atau semua berbarengan dapat. Akan dijadikan beberapa tahapan agar sampai kepada masyarakat. Daerah hanya menerima vaksin dengan ketentuan Pemerintah Pusat,’’ tambah wabup.

Senada dengan wabup, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto pada kegiatan ini mengajak semua pihak, untuk berusaha memperbaiki zona. Khususnya saat ini dari kuning ke hijau. Dwi meminta agar upaya pengetatan prokes, bisa menjadi salah satu upaya guna membantu perbaikan zona dalam kurun waktu seminggu ke depan.

’’Kita tidak boleh berhenti menerapkan prokes, tentu dengan didukung pemdes untuk terus sosialisasi dan edukasinya. Satu minggu ini, kami tunggu laporannya untuk Desa Jasem, agar bisa memperbaiki zona dari kuning jadi hijau,’’ tegas Dandim 0815.

Baca Juga :  Banyak Tanggul Kali Sadar dalam Posisi Menggantung

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan TNI-Polri juga menggandeng lembaga kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam bidang distribusi beras waqaf. Ada 30 paket sembako yang diserahkan pada warga Jasem, dan 30 paket lagi untuk Watesnegoro.

Turut hadir dalam kegiatan Pewakilan Kapolres Mojokerto, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Kabupaten Mojokerto, Kepala  Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Forkopimca, kepala desa terkait dan masyarakat. (tik)

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, meninjau pelaksanaan PPKM Mikro di Desa Jasem dan Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Selasa (23/3) pagi.

Wakil Bupati Muhammad Albarraa menyampaikan agar komitmen PPKM Mikro yang dijalankan hingga ke tingkat RT, betul-betul digencarkan secara intens. Hal ini juga didukung harapan agar Kabupaten Mojokerto segera menjadi zona hijau di Ramadan tahun ini. Wabup Albarraa menyatakan bahwa hal ini tidak bisa dikomando hanya dari pemerintah. Harus ada komitmen sejalan dari masyarakat.

’’Saat ini Kabupaten Mojokerto statusnya zona kuning. Kita berusaha agar Ramadan ini, kita sudah bisa masuk zona hijau. Ini semua tentang komitmen bersama. Semua harus aktif dalam upaya penanggulangan. Untuk pembagiannya yakni zona kuning dengan kurang lebih 1-5 warga suspect Covid, zona oranye 6-10 orang, dan zona merah lebih dari 10 orang. Itu semua terlapor setiap minggunya,’’ ujar Wabup Albarraa.

Baca Juga :  Kades Mojodadi Terpilih Secara Aklamasi

Di Desa Watesnegoro, wabup juga menjelaskan perihal kuota distribusi vaksin untuk daerah, yang semuanya ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

’’Kita tidak bisa memaksa melakukan vaksinasi serentak, atau semua berbarengan dapat. Akan dijadikan beberapa tahapan agar sampai kepada masyarakat. Daerah hanya menerima vaksin dengan ketentuan Pemerintah Pusat,’’ tambah wabup.

Senada dengan wabup, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto pada kegiatan ini mengajak semua pihak, untuk berusaha memperbaiki zona. Khususnya saat ini dari kuning ke hijau. Dwi meminta agar upaya pengetatan prokes, bisa menjadi salah satu upaya guna membantu perbaikan zona dalam kurun waktu seminggu ke depan.

- Advertisement -

’’Kita tidak boleh berhenti menerapkan prokes, tentu dengan didukung pemdes untuk terus sosialisasi dan edukasinya. Satu minggu ini, kami tunggu laporannya untuk Desa Jasem, agar bisa memperbaiki zona dari kuning jadi hijau,’’ tegas Dandim 0815.

Baca Juga :  DPW dan DPD PKS Audiensi dengan Bupati Mojokerto

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan TNI-Polri juga menggandeng lembaga kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam bidang distribusi beras waqaf. Ada 30 paket sembako yang diserahkan pada warga Jasem, dan 30 paket lagi untuk Watesnegoro.

Turut hadir dalam kegiatan Pewakilan Kapolres Mojokerto, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Kabupaten Mojokerto, Kepala  Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Forkopimca, kepala desa terkait dan masyarakat. (tik)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/