alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Tutup Got di Jalan Empunala Lenyap

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Manhole cover atau tutup got di sepanjang trotoarJalan Empunala, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, hilang sejak empat hari terakhir. Hingga Selasa (23/3), sedikitnya sembilan lubang saluran drainase di jalur pedestrian sisi utara jalan menganga tanpa penutup.

Manhole cover selokan berbahan besi tersebut diduga raib digondol maling. Kondisi selokan tanpa penutup ini dapat membahayakan pejalan kaki sehingga terperosok. Sebelumnya, kasus ini pernah terjadi di tahun 2019 lalu. Bahkan, jumlah titik yang hilang mencapai puluhan. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, kondisi sembilan lubang got tanpa penutup itu tersebar secara acak. Tiga titik terdapat di sekitar perempatan Jalan Empunala.

Tiga titik lain berada di depan kantor Indihome Telkom Mojokerto. Serta tiga titik terakhir tersebar di depan rumah warga. Lubang berukuran 50 sentimeter persegi ini sebagian besar sudah dipasangi penanda dari kayu dan bambu supaya pengguna trotoar berhati-hati ketika melintas.

Ardi, 40, warga setempat menyebutkan, manhole cover sudah hilang sejak empat hari terakhir. Pasalnya, pada Sabtu (20/3) kondisinya masih terlihat utuh. ”Sabtu pagi masih ada. Kemudian hari Senin kok sudah hilang semua,” ungkapnya Selasa. Hingga kini, sedikitnya sembilan tutup sudah hilang. Kondisi ini membuat pihaknya khawatir.  Keberadaan lubang-lubang tersebut dapat membahayakan para pengguna jalan. Mengingat, banyaknya warga yang melintas, mereka pun berinisiatif dengan memasang penanda di titik lubang.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi supaya tidak ada warga yang melewati lubang, sehingga terperosok ke saluran air sedalam satu meter tersebut. ”Terutama anak-anak kecil dan orang tua. Apalagi, kalau malam kan kurang penerangan,” sebutnya. Menurut dia, hilangnya penutup got ini karena dicuri orang. Kecurigaan ini muncul karena selama ini tidak ada kegiatan pembersihan maupun perbaikan got oleh dinas terkait. ”Karena penutup got yang hilang titiknya acak juga. Selama ini juga tidak ada program pembersihan,” terangnya. Anyaman penutup berbahan besi ini diduga dicopot pelaku menggunakan alat pencukil. ”Namanya besi yang hanya dipaku, jadi mudah tinggal dicukit bisa,” tambah Winarto, 50, satpam Indihome Telkom Mojokerto di lokasi.

Baca Juga :  Lubang Trotoar Menganga Berbulan-bulan

Menurut dia, mudahnya aksi pencurian ini tidak lepas dari kondisi penutup got yang hanya dipasang dengan paku di kedua sisinya. Sehingga, hanya butuh waktu sebentar, manhole cover bisa dicopot. Aksi pencurian ini kemungkinan dilancarkan pada dini hari ketika suasana sedang sepi. Mengingat, kondisi jalan tersebut selalu ramai pedagang kaki lima (PKL) hingga malam hari. ”Kemungkinan pukul 02.00 lebih. Karena setiap malam di sekitar sini banyak pedaganga nasi goreng,” tambah Septian, warga lainnya.

Warga berharap kejadian ini segera mendapat penanganan dari pihak terkait. Pasalnya, kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan. Selain itu, aksi pencurian tutup got juga meresahkan warga karena tidak menutup kemungkinan bakal menyasar tempat-tempat lain. ”Kalau di Jalan Empunala baru kali ini hilang. Kalau di tempat lain kabarnya sudah sering,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya manholecover saluran drainase di sepanjang Jalan Empunala yang hilang. Dia menegaskan, kondisi tersebut sudah ditindaklanjuti dengan pembuatan tutup baru. ”Sudah kami buatkan tutup baru. Insya Allah tutup yang sudah siap, hari ini (Selasa, Red) mulai kita pasang,” ungkanya.

Hingga Selasa malam, sembilan titik lubang saluran air sudah dipasang penutup baru. pemasangan grill besi penutup ini dilakukan dengan pengelasan. Langkah cepat ini mengingat kondisi lubang saluran air tanpa penutup bisa membahayakan warga. ”Untuk menjaga keselamatan warga juga, segera kita buatkan dan pasang lagi dengan diperkuat,” tambahnya. Pihaknya mengaku tidak tahu pasti kemana perginya tutup-tutup got tersebut. Pasalnya, pencopotan tutup hanya dilakukan ketika ada kegiatan pembersihan saluran air. ”Kalau pembersihan itu biasanya hanya dicopot sementara, setelah selesai langsung dipasang lagi,” kata Endah.

Baca Juga :  Empat Rekanan Bersaing Ketat

Namun, hilangnya tutup got ini kemungkinan besar karena dicuri orang. Hal ini berangkat dari kasus serupa yang terjadi di sejumlah trotoar jalan protokol lain beberapa waktu sebelumnya. Seperti di Jalan Pahlawan serta Jalan Gajah Mada. ”Intinya nanti akan kami perkuat dengan pengelasan rangka yang dijadikan satu dengan betonnya,” terangnya. Dia menegaskan, penggarapan trotoar tersebut memang belum tuntas seratus persen. Masih ada tahapan finishing trotoar yang direncanakan selesai tahun ini. Belum tuntasnya penggarapan ini membuat penutup saluran air belum terpasang secara permanen sebagaimana pada trotoar jalan lain. ”Kalau seperti yang di (Jalan) Gajah Mada atau (Jalan) Majapahit itu nanti setelah trotoarnya di-finishing. Insya Allah tahun ini paling lambat tahun depan finishing-nya. Untuk saat ini kita pasang lagi, tapi diperkuat dengan pengelasan tadi,” tandasnya.

Tahun 2019 lalu pelaku menyasar juga fasilitas publik tersebut. Salah satunya terlihat di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Magersari.Di lokasi, hampir seluruh grill besi cor atau tutup bak kontrol saluran normalisasi air di sepanjang trotoarsisi utara hilang diduga dicuri.Manhole cover di sepanjang jalan trotoar di Jalan PB Sudirman juga kerap jadi sasaran. Diketahui, penutup saluran yang hilang mencapai 20-an lebih. (adi)

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Manhole cover atau tutup got di sepanjang trotoarJalan Empunala, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, hilang sejak empat hari terakhir. Hingga Selasa (23/3), sedikitnya sembilan lubang saluran drainase di jalur pedestrian sisi utara jalan menganga tanpa penutup.

Manhole cover selokan berbahan besi tersebut diduga raib digondol maling. Kondisi selokan tanpa penutup ini dapat membahayakan pejalan kaki sehingga terperosok. Sebelumnya, kasus ini pernah terjadi di tahun 2019 lalu. Bahkan, jumlah titik yang hilang mencapai puluhan. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, kondisi sembilan lubang got tanpa penutup itu tersebar secara acak. Tiga titik terdapat di sekitar perempatan Jalan Empunala.

Tiga titik lain berada di depan kantor Indihome Telkom Mojokerto. Serta tiga titik terakhir tersebar di depan rumah warga. Lubang berukuran 50 sentimeter persegi ini sebagian besar sudah dipasangi penanda dari kayu dan bambu supaya pengguna trotoar berhati-hati ketika melintas.

Ardi, 40, warga setempat menyebutkan, manhole cover sudah hilang sejak empat hari terakhir. Pasalnya, pada Sabtu (20/3) kondisinya masih terlihat utuh. ”Sabtu pagi masih ada. Kemudian hari Senin kok sudah hilang semua,” ungkapnya Selasa. Hingga kini, sedikitnya sembilan tutup sudah hilang. Kondisi ini membuat pihaknya khawatir.  Keberadaan lubang-lubang tersebut dapat membahayakan para pengguna jalan. Mengingat, banyaknya warga yang melintas, mereka pun berinisiatif dengan memasang penanda di titik lubang.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi supaya tidak ada warga yang melewati lubang, sehingga terperosok ke saluran air sedalam satu meter tersebut. ”Terutama anak-anak kecil dan orang tua. Apalagi, kalau malam kan kurang penerangan,” sebutnya. Menurut dia, hilangnya penutup got ini karena dicuri orang. Kecurigaan ini muncul karena selama ini tidak ada kegiatan pembersihan maupun perbaikan got oleh dinas terkait. ”Karena penutup got yang hilang titiknya acak juga. Selama ini juga tidak ada program pembersihan,” terangnya. Anyaman penutup berbahan besi ini diduga dicopot pelaku menggunakan alat pencukil. ”Namanya besi yang hanya dipaku, jadi mudah tinggal dicukit bisa,” tambah Winarto, 50, satpam Indihome Telkom Mojokerto di lokasi.

Baca Juga :  Ingat! Penggalangan Dana di SMA/SMK Rentan Masalah

Menurut dia, mudahnya aksi pencurian ini tidak lepas dari kondisi penutup got yang hanya dipasang dengan paku di kedua sisinya. Sehingga, hanya butuh waktu sebentar, manhole cover bisa dicopot. Aksi pencurian ini kemungkinan dilancarkan pada dini hari ketika suasana sedang sepi. Mengingat, kondisi jalan tersebut selalu ramai pedagang kaki lima (PKL) hingga malam hari. ”Kemungkinan pukul 02.00 lebih. Karena setiap malam di sekitar sini banyak pedaganga nasi goreng,” tambah Septian, warga lainnya.

- Advertisement -

Warga berharap kejadian ini segera mendapat penanganan dari pihak terkait. Pasalnya, kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan. Selain itu, aksi pencurian tutup got juga meresahkan warga karena tidak menutup kemungkinan bakal menyasar tempat-tempat lain. ”Kalau di Jalan Empunala baru kali ini hilang. Kalau di tempat lain kabarnya sudah sering,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya manholecover saluran drainase di sepanjang Jalan Empunala yang hilang. Dia menegaskan, kondisi tersebut sudah ditindaklanjuti dengan pembuatan tutup baru. ”Sudah kami buatkan tutup baru. Insya Allah tutup yang sudah siap, hari ini (Selasa, Red) mulai kita pasang,” ungkanya.

Hingga Selasa malam, sembilan titik lubang saluran air sudah dipasang penutup baru. pemasangan grill besi penutup ini dilakukan dengan pengelasan. Langkah cepat ini mengingat kondisi lubang saluran air tanpa penutup bisa membahayakan warga. ”Untuk menjaga keselamatan warga juga, segera kita buatkan dan pasang lagi dengan diperkuat,” tambahnya. Pihaknya mengaku tidak tahu pasti kemana perginya tutup-tutup got tersebut. Pasalnya, pencopotan tutup hanya dilakukan ketika ada kegiatan pembersihan saluran air. ”Kalau pembersihan itu biasanya hanya dicopot sementara, setelah selesai langsung dipasang lagi,” kata Endah.

Baca Juga :  Pengelola Sunrise Mall Berharap Relaksasi

Namun, hilangnya tutup got ini kemungkinan besar karena dicuri orang. Hal ini berangkat dari kasus serupa yang terjadi di sejumlah trotoar jalan protokol lain beberapa waktu sebelumnya. Seperti di Jalan Pahlawan serta Jalan Gajah Mada. ”Intinya nanti akan kami perkuat dengan pengelasan rangka yang dijadikan satu dengan betonnya,” terangnya. Dia menegaskan, penggarapan trotoar tersebut memang belum tuntas seratus persen. Masih ada tahapan finishing trotoar yang direncanakan selesai tahun ini. Belum tuntasnya penggarapan ini membuat penutup saluran air belum terpasang secara permanen sebagaimana pada trotoar jalan lain. ”Kalau seperti yang di (Jalan) Gajah Mada atau (Jalan) Majapahit itu nanti setelah trotoarnya di-finishing. Insya Allah tahun ini paling lambat tahun depan finishing-nya. Untuk saat ini kita pasang lagi, tapi diperkuat dengan pengelasan tadi,” tandasnya.

Tahun 2019 lalu pelaku menyasar juga fasilitas publik tersebut. Salah satunya terlihat di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Magersari.Di lokasi, hampir seluruh grill besi cor atau tutup bak kontrol saluran normalisasi air di sepanjang trotoarsisi utara hilang diduga dicuri.Manhole cover di sepanjang jalan trotoar di Jalan PB Sudirman juga kerap jadi sasaran. Diketahui, penutup saluran yang hilang mencapai 20-an lebih. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/