alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Sekolah dan Pasar Tradisional Disterilkan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto Seiring meluasnya sebaran kasus coronavirus disease (Covid-19) di Jawa Timur (Jatim), peningkatan kewaspadaan terus dilakukan di hampir seluruh area publik di Kota Mojokerto. Kemarin (23/3) giliran lembaga pendidikan dan pasar tradisional menjadi sasaran penyemprotan disinfektan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, penyemprotan disinfektan dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan. Menurut Amin, langkah sterilisasi dilakukan secara menyeluruh di area sekolah. Khususnya, di ruang kelas dan ruang guru. ”Penyemprotan di-back up dari pemkot, yaitu Satgas Percepatan Penanganan Covid-19,” terangnya.

Kegiatan tersebut, kata dia, dilakukan secara bertahap. Mulai kemarin hingga empat hari ke depan. Amin menargetkan seluruh lembaga pendidikan mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP negeri dan swasta di Kota Onde-Onde bisa dilakukan sterilisasi selama status keadaan darurat bencana akibat Covid-19. ”Sampai siang tadi (kemarin, Red) sudah ada 21 sekolah yang sudah disemprot disinfektan, negeri dan swasta,” tandasnya.

Baca Juga :  Pelayanan Pajak Melalui Video Call

Agenda tersebut juga dilakukan selama masa belajar di rumah seluruh peserta didik di Kota Mojokerto. Sebelumnya, dispendik telah mengeluarkan surat edaran untuk perpanjangan masa libur hingga 29 Maret mendatang. Diharapkan, ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali normal, seluruh sekolah telah dalam keadaan steril. Disamping itu, agenda penyemprotan disinfektan dilakukan di pasar tradisional. Pasalnya, pusat perdagangan tersebut menjadi salah satu pusat kerumuman.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi sarana bertemunya orang-orang lintas daerah. ”Kita lakukan secara bergantian,” terang kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo. Kemarin agenda sterilisasi dalam upaya pencegahan penyebaran virus korona di sektor perdagangan itu dilakukan di Pasar Tradisional Prajurit Kulon. Petugas melakukan penyemprotan di setiap secara menyeluruh di area pasar.

Baca Juga :  Yuk Bergerak untuk Tingkatkan Imun, tapi Tetap Disiplin Terapkan 3M

Ruby mengatakan, agenda serupa juga akan dilakukan di pasar tradisional lainnya. Termasuk Pasar Tanjung Anyar. Namun, pelaksanaan penyemprotan baru bisa dilakukan jika kondisi pasar induk terbesar di Kota Onde-Onde itu dalam keadaan sepi dari aktivitas jual beli. ”Untuk Pasar Tanjung Anyar masih dijadwalkan, mungkin sebagian malam hari pas pedagang sudah tutup,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto Ch. Indah Wahyu menambahkan, update hasil pemantauan hingga kemarin (23/3) jumlah orang dalam risiko (ODR) secara komulatif sebanyak 236 orang. Dari jumlah tersebut, 22 orang di antaranya telah selesai dipantau selama 14 hari, dan hasilnya tidak ada yang mengalami tanda-tanda terinveksi Covid-19. ”Pasien dalam pengawasan (PDP) ada 3 orang,” imbuhnya. Namun, Indah mengaku belum bisa menyebutkan secara rinci peta sebaran per wilayah kecamatan dari seluruh hasil pemantauan tentang antisipasi penyebaran virus korona tersebut.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto Seiring meluasnya sebaran kasus coronavirus disease (Covid-19) di Jawa Timur (Jatim), peningkatan kewaspadaan terus dilakukan di hampir seluruh area publik di Kota Mojokerto. Kemarin (23/3) giliran lembaga pendidikan dan pasar tradisional menjadi sasaran penyemprotan disinfektan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, penyemprotan disinfektan dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan. Menurut Amin, langkah sterilisasi dilakukan secara menyeluruh di area sekolah. Khususnya, di ruang kelas dan ruang guru. ”Penyemprotan di-back up dari pemkot, yaitu Satgas Percepatan Penanganan Covid-19,” terangnya.

Kegiatan tersebut, kata dia, dilakukan secara bertahap. Mulai kemarin hingga empat hari ke depan. Amin menargetkan seluruh lembaga pendidikan mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP negeri dan swasta di Kota Onde-Onde bisa dilakukan sterilisasi selama status keadaan darurat bencana akibat Covid-19. ”Sampai siang tadi (kemarin, Red) sudah ada 21 sekolah yang sudah disemprot disinfektan, negeri dan swasta,” tandasnya.

Baca Juga :  Objek Wisata Belum Layak Operasi

Agenda tersebut juga dilakukan selama masa belajar di rumah seluruh peserta didik di Kota Mojokerto. Sebelumnya, dispendik telah mengeluarkan surat edaran untuk perpanjangan masa libur hingga 29 Maret mendatang. Diharapkan, ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali normal, seluruh sekolah telah dalam keadaan steril. Disamping itu, agenda penyemprotan disinfektan dilakukan di pasar tradisional. Pasalnya, pusat perdagangan tersebut menjadi salah satu pusat kerumuman.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi sarana bertemunya orang-orang lintas daerah. ”Kita lakukan secara bergantian,” terang kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo. Kemarin agenda sterilisasi dalam upaya pencegahan penyebaran virus korona di sektor perdagangan itu dilakukan di Pasar Tradisional Prajurit Kulon. Petugas melakukan penyemprotan di setiap secara menyeluruh di area pasar.

Baca Juga :  Jaksa-Media Punya Hobi yang Sama

Ruby mengatakan, agenda serupa juga akan dilakukan di pasar tradisional lainnya. Termasuk Pasar Tanjung Anyar. Namun, pelaksanaan penyemprotan baru bisa dilakukan jika kondisi pasar induk terbesar di Kota Onde-Onde itu dalam keadaan sepi dari aktivitas jual beli. ”Untuk Pasar Tanjung Anyar masih dijadwalkan, mungkin sebagian malam hari pas pedagang sudah tutup,” tegasnya.

- Advertisement -

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto Ch. Indah Wahyu menambahkan, update hasil pemantauan hingga kemarin (23/3) jumlah orang dalam risiko (ODR) secara komulatif sebanyak 236 orang. Dari jumlah tersebut, 22 orang di antaranya telah selesai dipantau selama 14 hari, dan hasilnya tidak ada yang mengalami tanda-tanda terinveksi Covid-19. ”Pasien dalam pengawasan (PDP) ada 3 orang,” imbuhnya. Namun, Indah mengaku belum bisa menyebutkan secara rinci peta sebaran per wilayah kecamatan dari seluruh hasil pemantauan tentang antisipasi penyebaran virus korona tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/