alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Tubuh Kurang Fit, Bisa Ikuti Live Streaming

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perayaan Natal kali ini, berlangsung sederhana. Seluruh gereja akan memberlakukan pembatasan jumlah jemaat sesuai protokol kesehatan (prokes) hingga doa bersama secara daring. Selain masih pandemi, gereja menghormati pihak yang tengah dilanda musibah alam.

Sekretaris Persekutuan Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Mojokerto Samuel Dian Pramana menerangkan, tidak ada perayaan berlebih pada Natal kali ini. Sebab, gereja juga menghormati masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Salah satunya erupsi Gunung Semeru, di Lumajang. ”Tidak ada perayaan natal yang berlebih. Kami juga menggelar doa bersama untuk saudara-saudara kita di sana,” sebutnya kemarin.

Samuel mengatakan, saat ini gereja-gereja tengah menyambut Natal dengan sejumlah hiasan khas hari raya di penghujung tahun itu. Namun, hal tersebut masih dalam suasana kesederhaan. Bahkan, jumlah jemaat yang hadir di gereja dibatasi 50 persen dari kapasitas.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Janjikan Pekan Ini Bantuan Sosial Cair

Bagi jemaat yang tengah dalam kondisi kurang fit pun diimbau beribadah dari rumah. ”Natal tahun ini kami masih menerapkan prokes yang mengacu pada peraturan pemerintah terutama pada Inmendagri No 66 (tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru),” ungkapnya.

Tak hanya itu, peribadatan juga digelar secara online dan diberlakukan pengetatan bagi tamu dari luar daerah. Meski Mojokerto telah menduduki level satu berkat masifnya vaksinasi masal yang digelar. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah agar ibadah berlangsung dengan khidmat dan lancar. ”Bagi jemaat yang tidak bisa hadir, bisa beribadat secara live streaming melalui channel youtube kami. Kami tetap patuhi imbauan dari pemerintah,” tukas pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) Mojokerto itu. (vad/ron)

Baca Juga :  Ratusan Penerima Terancam Di-Nonaktifkan

 

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perayaan Natal kali ini, berlangsung sederhana. Seluruh gereja akan memberlakukan pembatasan jumlah jemaat sesuai protokol kesehatan (prokes) hingga doa bersama secara daring. Selain masih pandemi, gereja menghormati pihak yang tengah dilanda musibah alam.

Sekretaris Persekutuan Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Mojokerto Samuel Dian Pramana menerangkan, tidak ada perayaan berlebih pada Natal kali ini. Sebab, gereja juga menghormati masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Salah satunya erupsi Gunung Semeru, di Lumajang. ”Tidak ada perayaan natal yang berlebih. Kami juga menggelar doa bersama untuk saudara-saudara kita di sana,” sebutnya kemarin.

Samuel mengatakan, saat ini gereja-gereja tengah menyambut Natal dengan sejumlah hiasan khas hari raya di penghujung tahun itu. Namun, hal tersebut masih dalam suasana kesederhaan. Bahkan, jumlah jemaat yang hadir di gereja dibatasi 50 persen dari kapasitas.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah Makin Pedas

Bagi jemaat yang tengah dalam kondisi kurang fit pun diimbau beribadah dari rumah. ”Natal tahun ini kami masih menerapkan prokes yang mengacu pada peraturan pemerintah terutama pada Inmendagri No 66 (tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru),” ungkapnya.

Tak hanya itu, peribadatan juga digelar secara online dan diberlakukan pengetatan bagi tamu dari luar daerah. Meski Mojokerto telah menduduki level satu berkat masifnya vaksinasi masal yang digelar. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah agar ibadah berlangsung dengan khidmat dan lancar. ”Bagi jemaat yang tidak bisa hadir, bisa beribadat secara live streaming melalui channel youtube kami. Kami tetap patuhi imbauan dari pemerintah,” tukas pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) Mojokerto itu. (vad/ron)

Baca Juga :  Objek Wisata Rawan Bencana

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/