alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Meski Nihil Gugatan, Ikbar Harus Bersabar

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Langkah pasangan calon (paslon) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barraa (Ikbar) menduduki Peringgitan tampaknya masih menunggu beberapa bulan ke depan. Hingga Selasa (22/12) KPU Kabupaten Mojokerto belum juga menetapkan keduanya sebagai pemenang di kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto 2020, 9 Desember. Meski mengantongi suara terbanyak, namun KPU masih harus menunggu kepastian dari KPU RI sebelum mengesahkan keduanya sebagai bupati dan wakil bupati (wabup) terpilih.

Kepastian tersebut berupa catatan perkara perselisihan hasil pilkada yang tercantum dalam buku register perkara konstitusi (BRPK) milik Mahkamah Konstitusi (MK). Jika dalam BRPK ternyata hasil pilbup nihil perselisihan, maka KPU bisa langsung menetapkan keduanya sebelum pelantikan diusulkan ke gubernur dan Mendagri. ’’Kami masih menunggu pengumuman BRPK dulu. Nanti yang mengumumkan langsung KPU RI,’’ terang Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Divisi Teknis Achmad Arif kemarin.

Namun, dalam situs resmi MK yang bisa diakses secara online, hampir dipastikan hasil Pilkada Mojokerto nihil gugatan. Dalam daftar permohonan perkara, tak tampak gugatan yang diajukan sejumlah pihak terhadap hasil rekap dan penghitungan suara yang sudah ditetapkan KPU, Rabu (16/12). Dari 19 daerah di Jatim yang menggelar pilkada serentak, hanya Surabaya, Banyuwangi, dan Lamongan. yang masuk dalam materi gugatan di MK.

Baca Juga :  Daftar Haji dan Umrah Lebih Mudah dengan Pelayanan Satu Atap

Hanya saja, Arif juga tidak bisa memastikan informasi tersebut sebagai rujukan utama sebelum menetapkan bupati dan wabup terpilih. ’’Yang mengumumkan nanti KPU RI setelah mendapat BRPK dari MK. Kami sifatnya hanya menunggu,’’ tegasnya.

Jika mengacu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Jadwal, Tahapan, dan Pelaksanaan Pilkada Serentak, kewenangan KPU kini tinggal penetapan bupati dan wabup terpilih. Setelah itu, KPU menyampaikan hasil penetapan ke DPRD Kabupaten Mojokerto untuk dijadikan rujukan sebelum diusulkan ke gubernur Jatim sebagai acuan dalam penerbitan SK, dan pengangkatan bupati dan wakil bupati Mojokerto periode 2021-2024 ke Mendagri.

Jika SK sudah diterbitkan, maka gubernur wajib melantik bupati dan wabup Mojokerto sesuai periodisasi yang tercantum. Merujuk pada SK bupati periode 2019-2021, jabatan yang masih diemban Pungkasiadi itu sedianya akan berakhir 17 Februari mendatang. Artinya, jalan Ikfina dan Gus Barraa menuju Peringgitan masih kurang dua bulan lagi. Atau menunggu hingga masa bakti Pung berakhir. ’’Tahapan pelantikannya nantinya sudah bukan kewenangan KPU, tapi langsung ada di tangan gubernur dan Mendagri,’’ tandas Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori.

Baca Juga :  Bantu Jaga Stok, Danrem 082/CPYJ Donor Darah

Seperti diketahui, hasil rekapitulasi hasil perolehan suara menetapkan paslon Ikbar sebagai pemenang. Dengan perolehan mencapai 405.157 suara atau unggul dua kali lipat dari dua pesaingnya. Di mana, pasangan Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) hanya meraup 95.481. Sementara pasangan petahana, Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung-Mbak Titik) hanya meraup 120.458 suara. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Langkah pasangan calon (paslon) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barraa (Ikbar) menduduki Peringgitan tampaknya masih menunggu beberapa bulan ke depan. Hingga Selasa (22/12) KPU Kabupaten Mojokerto belum juga menetapkan keduanya sebagai pemenang di kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto 2020, 9 Desember. Meski mengantongi suara terbanyak, namun KPU masih harus menunggu kepastian dari KPU RI sebelum mengesahkan keduanya sebagai bupati dan wakil bupati (wabup) terpilih.

Kepastian tersebut berupa catatan perkara perselisihan hasil pilkada yang tercantum dalam buku register perkara konstitusi (BRPK) milik Mahkamah Konstitusi (MK). Jika dalam BRPK ternyata hasil pilbup nihil perselisihan, maka KPU bisa langsung menetapkan keduanya sebelum pelantikan diusulkan ke gubernur dan Mendagri. ’’Kami masih menunggu pengumuman BRPK dulu. Nanti yang mengumumkan langsung KPU RI,’’ terang Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Divisi Teknis Achmad Arif kemarin.

Namun, dalam situs resmi MK yang bisa diakses secara online, hampir dipastikan hasil Pilkada Mojokerto nihil gugatan. Dalam daftar permohonan perkara, tak tampak gugatan yang diajukan sejumlah pihak terhadap hasil rekap dan penghitungan suara yang sudah ditetapkan KPU, Rabu (16/12). Dari 19 daerah di Jatim yang menggelar pilkada serentak, hanya Surabaya, Banyuwangi, dan Lamongan. yang masuk dalam materi gugatan di MK.

Baca Juga :  Siswa SMK Negeri Dibebani Sumbangan, Nilainya hingga Rp 1,5 Juta

Hanya saja, Arif juga tidak bisa memastikan informasi tersebut sebagai rujukan utama sebelum menetapkan bupati dan wabup terpilih. ’’Yang mengumumkan nanti KPU RI setelah mendapat BRPK dari MK. Kami sifatnya hanya menunggu,’’ tegasnya.

Jika mengacu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Jadwal, Tahapan, dan Pelaksanaan Pilkada Serentak, kewenangan KPU kini tinggal penetapan bupati dan wabup terpilih. Setelah itu, KPU menyampaikan hasil penetapan ke DPRD Kabupaten Mojokerto untuk dijadikan rujukan sebelum diusulkan ke gubernur Jatim sebagai acuan dalam penerbitan SK, dan pengangkatan bupati dan wakil bupati Mojokerto periode 2021-2024 ke Mendagri.

Jika SK sudah diterbitkan, maka gubernur wajib melantik bupati dan wabup Mojokerto sesuai periodisasi yang tercantum. Merujuk pada SK bupati periode 2019-2021, jabatan yang masih diemban Pungkasiadi itu sedianya akan berakhir 17 Februari mendatang. Artinya, jalan Ikfina dan Gus Barraa menuju Peringgitan masih kurang dua bulan lagi. Atau menunggu hingga masa bakti Pung berakhir. ’’Tahapan pelantikannya nantinya sudah bukan kewenangan KPU, tapi langsung ada di tangan gubernur dan Mendagri,’’ tandas Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori.

Baca Juga :  Niki Yotro Kulo Tigang Riyal, Tumbas Bayem Kaleh Riyal
- Advertisement -

Seperti diketahui, hasil rekapitulasi hasil perolehan suara menetapkan paslon Ikbar sebagai pemenang. Dengan perolehan mencapai 405.157 suara atau unggul dua kali lipat dari dua pesaingnya. Di mana, pasangan Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) hanya meraup 95.481. Sementara pasangan petahana, Pungkasiadi-Titik Masudah (Mas Pung-Mbak Titik) hanya meraup 120.458 suara. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/