alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Calon Penumpang Kereta Api Ramai-Ramai Batalkan Keberangkatan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 49 calon penumpang di Stasiun Mojokerto gagal berangkat, Selasa (22/12). Hal itu disebabkan syarat terbaru. Yaitu, penerapan rapid antigen yang baru saja dipasang di papan pengumuman Stasiun Mojokerto. Sehingga sebagian calon penumpang terpaksa membatalkan keberangkatan dan melakukan refund untuk tiket yang sudah mereka pesan jauh-jauh hari sebelumnya.

”Katanya nggak bisa kalau nggak pakai surat rapid antigen. Terus ini disarankan sama petugas disuruh membatalkan dulu terus periksa ke rumah sakit terdekat. Dan setahu saya tadi (kemarin, Red) periksa rapid antigen butuh dua jam,” ungkap salah satu calon penumpang, Tian Yutika Putri.

Tak hanya kecewa, mahasiswi Universitas Jember (Unej) ini pun kecewa dengan peraturan yang beredar. Tian menilai sosialisasi terkait persyaratan rapid antigen kurang meluas dan terkesan mendadak. Sehingga ia pun harus mengurus persyaratan lagi dari awal. Mulai dari pemesanan tiket hingga pemeriksaan rapid antigen. ”Merasa keberatan. Kenapa ngasih tahunya mendadak. Kan masyarakat jadi bingung. Ini saya besok (hari ini, Red) juga ada ujian pukul 07.00 WIB,” tutur perempuan 21 tahun itu.

Baca Juga :  Banyak Madin Belum Terdaftar EMIS

Hal senada dialami Arina Yulianti. Bahkan dia sudah memesan tiket sejak satu bulan lalu. Kini, Arini hanya bisa pasrah. Lantaran, adanya peraturan pemberlakuan rapid antigen yang kini menjadi syarat mutlak untuk keberangkatan. Sehingga dia terpaksa beralih menggunakan bis umum untuk perjalanan ke Banyuwangi. ”Ini saya sudah cetak surat dan otomatis surat kesehatan saya juga sudah ada. Ya ini otomatis saya dirugikan karena saya mencetak duluan,” ujar wanita 59 tahun itu.

Dia mengatakan sangat kecewa dengan adanya peraturan baru tersebut. Sebab dengan uji rapid antigen dan swab yang juga otomatis membutuhkan biaya lagi. Sekaligus waktu yang disediakan juga terlalu mepet. Selain kecewa, Arini juga menyayangkan sikap PT KAI yang terlambat menyampaikan pengumuman tersebut. Sehingga banyak calon penumpang bingung dan merasa dirugikan. ”Untuk mengantisipasi lonjakan Nataru, itu tolong benar-benar diperhitungkan. Jadi jangan sampai tiket sudah dicetak dulu jauh-jauh hari, terus baru Selasa (21/12) diinfokan otomatis semua kecewa, termasuk saya,” keluhnya. (oce)

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Sasar Guru dan ASN

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 49 calon penumpang di Stasiun Mojokerto gagal berangkat, Selasa (22/12). Hal itu disebabkan syarat terbaru. Yaitu, penerapan rapid antigen yang baru saja dipasang di papan pengumuman Stasiun Mojokerto. Sehingga sebagian calon penumpang terpaksa membatalkan keberangkatan dan melakukan refund untuk tiket yang sudah mereka pesan jauh-jauh hari sebelumnya.

”Katanya nggak bisa kalau nggak pakai surat rapid antigen. Terus ini disarankan sama petugas disuruh membatalkan dulu terus periksa ke rumah sakit terdekat. Dan setahu saya tadi (kemarin, Red) periksa rapid antigen butuh dua jam,” ungkap salah satu calon penumpang, Tian Yutika Putri.

Tak hanya kecewa, mahasiswi Universitas Jember (Unej) ini pun kecewa dengan peraturan yang beredar. Tian menilai sosialisasi terkait persyaratan rapid antigen kurang meluas dan terkesan mendadak. Sehingga ia pun harus mengurus persyaratan lagi dari awal. Mulai dari pemesanan tiket hingga pemeriksaan rapid antigen. ”Merasa keberatan. Kenapa ngasih tahunya mendadak. Kan masyarakat jadi bingung. Ini saya besok (hari ini, Red) juga ada ujian pukul 07.00 WIB,” tutur perempuan 21 tahun itu.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Sasar Guru dan ASN

Hal senada dialami Arina Yulianti. Bahkan dia sudah memesan tiket sejak satu bulan lalu. Kini, Arini hanya bisa pasrah. Lantaran, adanya peraturan pemberlakuan rapid antigen yang kini menjadi syarat mutlak untuk keberangkatan. Sehingga dia terpaksa beralih menggunakan bis umum untuk perjalanan ke Banyuwangi. ”Ini saya sudah cetak surat dan otomatis surat kesehatan saya juga sudah ada. Ya ini otomatis saya dirugikan karena saya mencetak duluan,” ujar wanita 59 tahun itu.

Dia mengatakan sangat kecewa dengan adanya peraturan baru tersebut. Sebab dengan uji rapid antigen dan swab yang juga otomatis membutuhkan biaya lagi. Sekaligus waktu yang disediakan juga terlalu mepet. Selain kecewa, Arini juga menyayangkan sikap PT KAI yang terlambat menyampaikan pengumuman tersebut. Sehingga banyak calon penumpang bingung dan merasa dirugikan. ”Untuk mengantisipasi lonjakan Nataru, itu tolong benar-benar diperhitungkan. Jadi jangan sampai tiket sudah dicetak dulu jauh-jauh hari, terus baru Selasa (21/12) diinfokan otomatis semua kecewa, termasuk saya,” keluhnya. (oce)

Baca Juga :  Banyak Madin Belum Terdaftar EMIS

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/