alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Ning Ita Pimpin Upacara HSN, Sampaikan Arahan Menteri Agama

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di Halaman Balai Kota Mojokerto Jl Gajah Mada Nomor 145 Kota Mojokerto, kemarin.

Pada kesempatan itu, yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Muhammad Ahmal Haqiqi yang merupakan anggota Banser Kota Mojokerto.

Sementara yang bertugas membaca Undang-Undang Dasar 1945 adalah Zainul dari GP Ansor. Pembaca Ikrar Santri, Islachiyatul Asyrofiyah, dari Fatayat NU. Dan pembaca Resolusi Jihat NU adalah Muhammad Rifai dari IPNU Kota Mojokerto.

Dalam arahan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, tema Nasional Santri Siaga Jiwa Raga yang diambil pada Hari Santri tahun ini merupakan pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Baca Juga :  Kapolres Datangi MTs Bahrul Ulum yang Ambruk saat KBM

’’Siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai dan ajaran Islam Rahmatan lil alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia,’’ kata Ning Ita.

Sementara siaga raga mengartikan bahwa badan, tubuh, tenaga dan buah karya santri siap didedikasikan untuk kepentingan bangsa Indonesia.

’’Jadi siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan tentang ilmu dan akhlak melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu menyucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari- hari,’’ ujar Ning Ita.

Diketahui, upacara yang dilaksanakan dengan jumlah peserta terbatas dari perwakilan santri Pondok Pesantren se-Kota Mojokerto ini turut disiarkan langsung melalui YouTube Gema Media Diskominfo Kota Mojokerto dengan diiringi tim paduan suara dari Pondok Pesantren Darul Quran Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Awal Januari, Penyaluran Bansos Sembako Dijatah Rp 150 Ribu

Turut hadir dalam upacara, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto, Ketua DPRD, Kepala Organisasi Perangkt Daerah (OPD), Camat dan lurah serta tokoh agama Islam baik dari NU, Muhammadiyah, LDII, MUI, perwakilan Organisasi kepemudaan Islam, serta pengasuh Pondok Pesantren se-Kota Mojokerto. (dit/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di Halaman Balai Kota Mojokerto Jl Gajah Mada Nomor 145 Kota Mojokerto, kemarin.

Pada kesempatan itu, yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Muhammad Ahmal Haqiqi yang merupakan anggota Banser Kota Mojokerto.

Sementara yang bertugas membaca Undang-Undang Dasar 1945 adalah Zainul dari GP Ansor. Pembaca Ikrar Santri, Islachiyatul Asyrofiyah, dari Fatayat NU. Dan pembaca Resolusi Jihat NU adalah Muhammad Rifai dari IPNU Kota Mojokerto.

Dalam arahan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, tema Nasional Santri Siaga Jiwa Raga yang diambil pada Hari Santri tahun ini merupakan pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Baca Juga :  Peringati Hari Santri, BPJS Ketenagakerjaan Berikan Beasiswa

’’Siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai dan ajaran Islam Rahmatan lil alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia,’’ kata Ning Ita.

Sementara siaga raga mengartikan bahwa badan, tubuh, tenaga dan buah karya santri siap didedikasikan untuk kepentingan bangsa Indonesia.

- Advertisement -

’’Jadi siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan tentang ilmu dan akhlak melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu menyucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari- hari,’’ ujar Ning Ita.

Diketahui, upacara yang dilaksanakan dengan jumlah peserta terbatas dari perwakilan santri Pondok Pesantren se-Kota Mojokerto ini turut disiarkan langsung melalui YouTube Gema Media Diskominfo Kota Mojokerto dengan diiringi tim paduan suara dari Pondok Pesantren Darul Quran Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Minimal Belanja Rp 750 Ribu Dapat Hadiah Sepatu

Turut hadir dalam upacara, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto, Ketua DPRD, Kepala Organisasi Perangkt Daerah (OPD), Camat dan lurah serta tokoh agama Islam baik dari NU, Muhammadiyah, LDII, MUI, perwakilan Organisasi kepemudaan Islam, serta pengasuh Pondok Pesantren se-Kota Mojokerto. (dit/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/