Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Dinkes Kerja Keras Penuhi Cakupan Vaksinasi

23 September 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Dinkes Kerja Keras Penuhi Cakupan Vaksinasi

Sejumlah pelajar tengah menjalani vaksinasi Covid-19. (SOFAN KURNIAWAN/radarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto terus berusaha keras menjangkau percepatan vaksinasi. Hal itu untuk mengejar nilai cakupan vaksin dosis pertama sebagai indikator penurunan level PPKM. Khususnya, vaksin dengan sasaran lansia (lanjut usia).

Sekretaris Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan, per Selasa (21/9) lalu, cakupan vaksinasi kabupaten untuk dosis pertama baru 34,58 persen dari total sasaran. Sehingga pihaknya kini terus bekerja lebih keras lagi demi menggapai cakupan vaksinasi minimal 50 persen, sesuai yang dipersyaratkan dalam penurunan level.

Sedangkan untuk lansia, lanjut dia, paling tidak dosis pertama harus mencapai setidaknya 40 persen dari jumlah sasaran. ’’Kita masih kurang 15,42 persen, diberi tenggat waktu kurang lebih 25 hari dari sekarang agar targetnya tercapai,’’ ujarnya kemarin.

Baca juga: Kembangkan Inovasi Pembelajaran Melalui Coding Robotik

Dia menegaskan, total sasaran vaksin di kabupaten tercatat ada 862.014. Namun, yang mendapat vaksin dosis pertama sekitar 301.705 orang. Plt Direktur RSUD R.A Basoeni ini menambahkan, untuk vaksinasi lansia baru 15,82 persen dari jumlah sasaran yakni 17.233 orang.

Dari hasil evaluasi Selasa (21/9), Kabupaten Mojokerto diberikan waktu selama 124 hari untuk mengejar target menyelesaikan vaksinasi lansia hingga 40 persen. ’’Makanya, ini kita naikkan targetnya. Minimal satu faskes 300 per hari. Tapi, lebih baik lagi jika bisa mencapai 1.000 sasaran per hari. Tidak hanya di faskes, petugas juga kita sebar untuk melakukan jemput bola,’’ terangnya.

Kendati demikian, Ulum mengaku, belum ada rencana penambahan sasaran harian yang akan divaksin. Total yang ditargetkan per hari maksimal 20 ribu orang.

Disinggung terkait kebutuhan vaksin untuk mengejar keterlambatan ini, Ulum memaparkan stok vaksinasi masih dalam kategori aman. Ulum merinci, per kemarin (22/9) ada sekitar 9.821 sisa stok vaksin yang dimiliki kabupaten. Jumlah tersebut bisa digunakan untuk 100.558 dosis. Vaksin yang tersedia pun terdiri dari tiga jenis.Diantaranya, Sinovac, Moderna, dan Astra Zeneca. ’’Setiap hari akan terus dijalankan agar level kita juga bisa segera menurun. Kalau habis pasti dapat pasokan lagi dari provinsi,’’ tandasnya. 

(mj/OCE/ron/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia