alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Porter Bioskop Itu Kini Jadi Ketua DPRD

Perjalanan hidup Sunarto tak semua diketahui publik. Ketua DPRD Kota Mojokerto ini tak mendadak memiliki posisi nyaman dan terpandang. Tetapi, ia mempunyai masa lalu yang sangat sulit. Dari seorang porter, sales motor, satpam hotel, hingga bekerja di garasi bus umum.

 

’’Macem-macemlah. Yang penting bekerja,’’ ungkapnya sembari menghisap rokok di ruang tamu rumahnya, di perumahan Magersari Indah, Kota Mojokerto.

Dari banyaknya pekerjaan yang pernah digelutinya, Sunarto mengaku, pekerjaannya sebagai porter bioskop Indra di seberang Alun-Alun Kota Mojokerto terasa paling berkesan. Selama perjalanan hidupnya.

Alasannya, ia selalu bisa menikmati hiburan dengan gratis dan mendapat bayaran. ’’Waktu itu, tahun 1980-an. Asyik lah jadi porter. Karena tidak semua orang bisa masuk bioskop,’’ terangnya.

Meski menikmatinya, tetapi Itok sangat mudah bosan dengan pekerjaan yang digeluti. Dan, ia pun pindah menjadi seorang satpam Hotel Puri Indah, setelah genap tiga tahun.

Baca Juga :  Waspadai Pencoretan Bapaslon

Sebagai satpam, bapak dua anak ini nampak tak menikmati. Tak lama, ia pun berencana menjadi seorang kondektur bus Mira. Namun, karena kenal dengan salah satu petinggi, ia tak diperkenankan. Ia akhirnya menjadi salah satu staf dan bertugas mengatur kedisiplinan sopir. ’’Saat itu, ngatur sopir itu tidak mudah. Karena, mereka mentang-mentang,’’ beber Itok.

Di sinilah tantangan yang harus ia jawab. Berbagai strategi diterapkan. Bahkan, Itok tak segan-segan menonaktifkan sopir yang tak bisa diatur. ’’Karena ada ketegasan, akhirnya semua tertib. Tidak bisa seenaknya begitu saja. Ini perusahaan,’’ tambahnya.

Kenyamanan bekerja, juga tak membuatnya kerasan. Sekitar tiga tahun berlalu, ia pun pindah dan mendapat pekerjaan sebagai seorang sales motor di Jalan Majapahit. Di sini, juga berlangsung sekitar tiga tahun saja.

Baca Juga :  Reakreditasi Puluhan Puskesmas Buram

Itok mulai terjun ke dunia politik saat tahun 1997. Ia ikut bergabung dengan Promeg dan terpilih menjadi Komisaris Desa (Komdes) di tahun 1999. ’’Di tahun itu, saya terpilih sebagai anggota DPRD,’’ bebernya.

Hingga kini, Itok sudah tiga kali menduduki kursi dewan. Akan tetapi, proses yang paling dramatis terjadi di periode 2019-2024 lalu. Selain menang tipis, hanya tiga suara, Sunarto pun bisa menduduki jabatan paling prestisius. Yakni, ketua DPRD.

Meski berada di jabatan tertinggi sebagai legislator daerah, tetapi Sunarto tak pernah pongah. Sunarto tetap murah senyum ke siapa saja. Ia sangat egaliter. Bahkan, ia seringkali marah saat warga miskin tak mendapat perlakuan yang sepantasnya.

Perjalanan hidup Sunarto tak semua diketahui publik. Ketua DPRD Kota Mojokerto ini tak mendadak memiliki posisi nyaman dan terpandang. Tetapi, ia mempunyai masa lalu yang sangat sulit. Dari seorang porter, sales motor, satpam hotel, hingga bekerja di garasi bus umum.

 

’’Macem-macemlah. Yang penting bekerja,’’ ungkapnya sembari menghisap rokok di ruang tamu rumahnya, di perumahan Magersari Indah, Kota Mojokerto.

Dari banyaknya pekerjaan yang pernah digelutinya, Sunarto mengaku, pekerjaannya sebagai porter bioskop Indra di seberang Alun-Alun Kota Mojokerto terasa paling berkesan. Selama perjalanan hidupnya.

Alasannya, ia selalu bisa menikmati hiburan dengan gratis dan mendapat bayaran. ’’Waktu itu, tahun 1980-an. Asyik lah jadi porter. Karena tidak semua orang bisa masuk bioskop,’’ terangnya.

Meski menikmatinya, tetapi Itok sangat mudah bosan dengan pekerjaan yang digeluti. Dan, ia pun pindah menjadi seorang satpam Hotel Puri Indah, setelah genap tiga tahun.

Baca Juga :  BP Jamsostek dan Bupati Salurkan Bantuan BSU
- Advertisement -

Sebagai satpam, bapak dua anak ini nampak tak menikmati. Tak lama, ia pun berencana menjadi seorang kondektur bus Mira. Namun, karena kenal dengan salah satu petinggi, ia tak diperkenankan. Ia akhirnya menjadi salah satu staf dan bertugas mengatur kedisiplinan sopir. ’’Saat itu, ngatur sopir itu tidak mudah. Karena, mereka mentang-mentang,’’ beber Itok.

Di sinilah tantangan yang harus ia jawab. Berbagai strategi diterapkan. Bahkan, Itok tak segan-segan menonaktifkan sopir yang tak bisa diatur. ’’Karena ada ketegasan, akhirnya semua tertib. Tidak bisa seenaknya begitu saja. Ini perusahaan,’’ tambahnya.

Kenyamanan bekerja, juga tak membuatnya kerasan. Sekitar tiga tahun berlalu, ia pun pindah dan mendapat pekerjaan sebagai seorang sales motor di Jalan Majapahit. Di sini, juga berlangsung sekitar tiga tahun saja.

Baca Juga :  Puskesmas Gedongan Buka Lebih Cepat

Itok mulai terjun ke dunia politik saat tahun 1997. Ia ikut bergabung dengan Promeg dan terpilih menjadi Komisaris Desa (Komdes) di tahun 1999. ’’Di tahun itu, saya terpilih sebagai anggota DPRD,’’ bebernya.

Hingga kini, Itok sudah tiga kali menduduki kursi dewan. Akan tetapi, proses yang paling dramatis terjadi di periode 2019-2024 lalu. Selain menang tipis, hanya tiga suara, Sunarto pun bisa menduduki jabatan paling prestisius. Yakni, ketua DPRD.

Meski berada di jabatan tertinggi sebagai legislator daerah, tetapi Sunarto tak pernah pongah. Sunarto tetap murah senyum ke siapa saja. Ia sangat egaliter. Bahkan, ia seringkali marah saat warga miskin tak mendapat perlakuan yang sepantasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/