alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Terpeleset di Rumah, CJH Patah Tulang

MOJOKERTO – Jelang keberangkatan menuju Tanah Suci Jumat (25/8), 224 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Mojokerto terus diwanti-wanti agar tetap menjaga kondisi tubuhnya. Pasalnya, musibah bisa saja terjadi jika CJH terlalu menganggap enteng persiapan yang tinggal sehari itu. Sehingga, harus membatalkan keberangkatan.

Demikian itu disampaikan Kemenag Kota Mojokerto setelah mendapatkan informasi adanya CJH yang mengalami cedera tiga hari lalu. Sumiyati, 76, warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, mengalami patah tulang kaki setelah terjatuh di rumahnya. Ia pun terpaksa harus menjalani operasi di rumah sakit demi menyembuhkan patah tulang.

Padahal, CJH lansia ini tidak tergabung dalam rombongan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Sehingga saat ibadah haji nanti dituntut mandiri. Artinya, butuh tenaga ekstra bagi Sumiyati agar mampu menjalankan rukun Islam kelimanya dengan lancar.

Baca Juga :  Pasca Tawur Kesanga, Hari ini, Umat Hindu Jalani Catur Brata

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mojokerto, Supatmo, mengatakan, dari konfirmasi yang ia peroleh, kondisi Sumiyati saat ini berangsur membaik. Proses operasi terhadap Sumiyati telah berjalan lancar dan kini sudah dinyatakan pulang oleh tim dokter rumah sakit. ’’Katanya sudah operasi dan sembuh, tapi kita tunggu konfirmasi dari keluarga dulu,’’ ungkapnya.

Meski demikian, dari kabar yang ia dengar, Sumiyati tetap diperbolehkan berangkat menuju Tanah Suci tahun ini meski dengan kondisi kaki berbalut perban. Tim dokter mengizinkan Sumiyati berhaji dengan menggunakan kursi roda. Ia juga didampingi oleh anaknya yang berstatus sebagai pendamping lansia. ’’Kemungkinan boleh. Karena Bu Sumiyati juga berangkat dengan anaknya. Tapi tetap kita tunggu respon dari keluarga dulu,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Jalan Ambles, Truk Sirtu Terguling di Watu Blorok

MOJOKERTO – Jelang keberangkatan menuju Tanah Suci Jumat (25/8), 224 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Mojokerto terus diwanti-wanti agar tetap menjaga kondisi tubuhnya. Pasalnya, musibah bisa saja terjadi jika CJH terlalu menganggap enteng persiapan yang tinggal sehari itu. Sehingga, harus membatalkan keberangkatan.

Demikian itu disampaikan Kemenag Kota Mojokerto setelah mendapatkan informasi adanya CJH yang mengalami cedera tiga hari lalu. Sumiyati, 76, warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, mengalami patah tulang kaki setelah terjatuh di rumahnya. Ia pun terpaksa harus menjalani operasi di rumah sakit demi menyembuhkan patah tulang.

Padahal, CJH lansia ini tidak tergabung dalam rombongan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Sehingga saat ibadah haji nanti dituntut mandiri. Artinya, butuh tenaga ekstra bagi Sumiyati agar mampu menjalankan rukun Islam kelimanya dengan lancar.

Baca Juga :  Epilepsi Kambuh, Bocah 14 Tahun Meninggal di Kolam Renang

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mojokerto, Supatmo, mengatakan, dari konfirmasi yang ia peroleh, kondisi Sumiyati saat ini berangsur membaik. Proses operasi terhadap Sumiyati telah berjalan lancar dan kini sudah dinyatakan pulang oleh tim dokter rumah sakit. ’’Katanya sudah operasi dan sembuh, tapi kita tunggu konfirmasi dari keluarga dulu,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Meski demikian, dari kabar yang ia dengar, Sumiyati tetap diperbolehkan berangkat menuju Tanah Suci tahun ini meski dengan kondisi kaki berbalut perban. Tim dokter mengizinkan Sumiyati berhaji dengan menggunakan kursi roda. Ia juga didampingi oleh anaknya yang berstatus sebagai pendamping lansia. ’’Kemungkinan boleh. Karena Bu Sumiyati juga berangkat dengan anaknya. Tapi tetap kita tunggu respon dari keluarga dulu,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Gunakan Biji-Bijian hingga Bubuk Warna-Warni

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/