alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Jalur Mulai Longgar, Penyekatan Mulai Berkurang

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyekatan di jalur perbatasan Mojokerto perlahan mulai longgar. Selain jumlah petugas minim, pemeriksaan di sejumlah check point tak seketat awal PPKM darurat. Di sejumlah titik, pengecekan bahkan hanya dua kali sehari. Berkurang dari sebelumnya hingga tiga kali. Pagi, sore, dan malam.

Seperti yang terpantau di pos penyekatan exit tol Penompo, Kecamatan Jetis, Kamis (22/7). Enam petugas gabungan dari Polri, TNI, dishub, dan satpol PP, mengecek 34 mobil pribadi dan sembilan truk yang melintas. Dari pemeriksaan yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 10.00 ini, 12 orang menunjukkan kartu vaksin, dan dua mobil pribadi diputar balik.

Perwira pengendali (padal) pos penyekatan exit tol Penompo Iptu Masna Hari mengatakan, penyekatan PPKM darurat yang tercakup dalam operasi Kontinjensi Aman Nusa II ini dilakukan tiga kali sehari. Yakni, pagi, sore, dan malam hari, dengan mempertimbangkan jam padat kendaraan. Pagi maksimal dilakukan pukul 10.00, sore pukul 04.00, serta malam pukul 21.00.

Baca Juga :  Pemkab Gencarkan Tracing Covid-19 Door-to-Door

Hal ini berbeda dengan penyekatan pada Operasi Ketupat larangan mudik Idul Fitri maupun kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) yang dilakukan hingga empat kali sehari. Menurut dia, jumlah personel penyekatan idealnya 15 orang. Enam petugas dari Polri, dua dari TNI, dua dari satpol PP, dua dari dishub, dan tiga dari dinkes. Kendati, diakuinya, tak pernah lengkap, penyekatan tetap dilakukan dengan personel seadanya. ’’Tapi, tidak pernah sampai 15 orang. Paling tidak ada perwakilan dari tiap satuan, sudah bagus,’’ katanya.

Hal ini bisa dimaklumi. Mengingat, saat ini para personel, khususnya TNI/Polri yang mendapat jatah piket penyekatan harus membagi waktu dengan beragam tugas.Seperti pengawalan jenazah Covid-19. Apalagi, dalam sekali piket penyekatan, pada personel ini bertugas selama 12 jam.

Baca Juga :  Hantam PJU, Taft Terguling

Namun, minimnya jumlah personel sedikit banyak membuat penyekatan kurang maksimal. Bahkan, tak jarang di exit tol Penompo jumlah personelnya tinggal dua orang. Kondisi tersebut terpaksa membuat jam penyekatan ditiadakan. Sehingga, pemeriksaan biasanya dimaksimalkan pada pagi dan malam hari. ’’Kalau sore sepi. Petugasnya tinggal sedikit. Kalau pagi atau malam lengkap,’’ terangnya.

Masna menegaskan, penyekatan di titik perbatasan wilayah ini bersifat random sampling. Tujuannya, untuk mengendalikan kendaraan yang keluar masuk Mojokerto melalui pemeriksaan secara selektif prioritas. Sehingga, jumlah kendaraan yang diperiksa selaras dengan pelaksanaan penyekatan yang dilakukan di berbagai daerah. ’’Dan sekarang sudah mulai sepi. Tidak seramai awal-awal PPKM darurat,’’ terangnya.

Kendati terjadi kelonggaran pemeriksaan, pihaknya memastikan pemeriksaan terhadap kendaraan tetap dilakukan secara ketat. Pengguna jalan yang tak memenuhi syarat otomatis diputar balik. (adi)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyekatan di jalur perbatasan Mojokerto perlahan mulai longgar. Selain jumlah petugas minim, pemeriksaan di sejumlah check point tak seketat awal PPKM darurat. Di sejumlah titik, pengecekan bahkan hanya dua kali sehari. Berkurang dari sebelumnya hingga tiga kali. Pagi, sore, dan malam.

Seperti yang terpantau di pos penyekatan exit tol Penompo, Kecamatan Jetis, Kamis (22/7). Enam petugas gabungan dari Polri, TNI, dishub, dan satpol PP, mengecek 34 mobil pribadi dan sembilan truk yang melintas. Dari pemeriksaan yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 10.00 ini, 12 orang menunjukkan kartu vaksin, dan dua mobil pribadi diputar balik.

Perwira pengendali (padal) pos penyekatan exit tol Penompo Iptu Masna Hari mengatakan, penyekatan PPKM darurat yang tercakup dalam operasi Kontinjensi Aman Nusa II ini dilakukan tiga kali sehari. Yakni, pagi, sore, dan malam hari, dengan mempertimbangkan jam padat kendaraan. Pagi maksimal dilakukan pukul 10.00, sore pukul 04.00, serta malam pukul 21.00.

Baca Juga :  Pungkasiadi Sampaikan Kabar Indah di Apel Terakhirnya

Hal ini berbeda dengan penyekatan pada Operasi Ketupat larangan mudik Idul Fitri maupun kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) yang dilakukan hingga empat kali sehari. Menurut dia, jumlah personel penyekatan idealnya 15 orang. Enam petugas dari Polri, dua dari TNI, dua dari satpol PP, dua dari dishub, dan tiga dari dinkes. Kendati, diakuinya, tak pernah lengkap, penyekatan tetap dilakukan dengan personel seadanya. ’’Tapi, tidak pernah sampai 15 orang. Paling tidak ada perwakilan dari tiap satuan, sudah bagus,’’ katanya.

Hal ini bisa dimaklumi. Mengingat, saat ini para personel, khususnya TNI/Polri yang mendapat jatah piket penyekatan harus membagi waktu dengan beragam tugas.Seperti pengawalan jenazah Covid-19. Apalagi, dalam sekali piket penyekatan, pada personel ini bertugas selama 12 jam.

Baca Juga :  Pengunjung Hotel Tewas Usai Bercinta

Namun, minimnya jumlah personel sedikit banyak membuat penyekatan kurang maksimal. Bahkan, tak jarang di exit tol Penompo jumlah personelnya tinggal dua orang. Kondisi tersebut terpaksa membuat jam penyekatan ditiadakan. Sehingga, pemeriksaan biasanya dimaksimalkan pada pagi dan malam hari. ’’Kalau sore sepi. Petugasnya tinggal sedikit. Kalau pagi atau malam lengkap,’’ terangnya.

- Advertisement -

Masna menegaskan, penyekatan di titik perbatasan wilayah ini bersifat random sampling. Tujuannya, untuk mengendalikan kendaraan yang keluar masuk Mojokerto melalui pemeriksaan secara selektif prioritas. Sehingga, jumlah kendaraan yang diperiksa selaras dengan pelaksanaan penyekatan yang dilakukan di berbagai daerah. ’’Dan sekarang sudah mulai sepi. Tidak seramai awal-awal PPKM darurat,’’ terangnya.

Kendati terjadi kelonggaran pemeriksaan, pihaknya memastikan pemeriksaan terhadap kendaraan tetap dilakukan secara ketat. Pengguna jalan yang tak memenuhi syarat otomatis diputar balik. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/