alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Berkas Kurang Langsung Dieliminasi

Petugas Seleksi Diberi Waktu Dua Hari
MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – SMA/SMK Negeri diberi waktu selama dua hari untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) berkas calon peserta didik yang sudah mendaftar di PPDB tahap pertama. Berkas pendaftar yang tak lengkap, langsung dinyatakan gugur.

Kemarin (22/6), petugas PPDB sudah memulai pengecekan berkas pada masing-masing jalur tahap pertama. Mulai jalur afirmasi, prestasi lomba dan perpindahan tugas orang tua. Bahkan, beberapa sekolah sudah ada yang memulai survei ke rumah siswa untuk memverifikasi pendaftar di jalur afirmasi. ”Kita masih proses verifikasi, survei ke rumah siswa. Karena banyak yang mendaftar, kita seleksi berdasarkan berkas, jarak lalu disurvei ke rumah secara langsung,” ulas Kepala SMKN 2 Kota Mojokerto Achmad Muklason, kemarin.

Di SMKN 2 Kota, pagu yang tersedia di jalur afirmasi 28 orang namun jumlah pendaftarnya menembus 118 siswa. Lalu, jalur prestasi lomba mencapai 78 pendaftar dengan pagu sebanyak 26 kursi.

Sementara, di SMAN Puri 1 Mojokerto, jumlah pendaftar di jalur afirmasi tembus 59 calon siswa. Padahal, pagu yang tersedia hanya 30 orang saja. Sedangkan jalur prestasi tembus 121 pendaftar dari pagu 22 kursi. ”Kalau dengan jumlah yang membeludak ini, kayaknya kita tidak pakai survei karena waktu yang terlalu mepet dengan pengumuman. Kemungkinan, kita cek saja berkasnya dan hitung jarak. Kalau tidak lengkap berkasnya langsung tereliminasi,” ulas Humas SMAN 1 Puri Mojokerto Abdul Kholiq.

Baca Juga :  Bimbang Pilih Jalur Pendaftaran, Hari Pertama PPDB SMA/SMK Sepi

Di SMKN 1 Pungging, ada sebanyak 198 pendaftar jalur afirmasi yang memperebutkan 46 kursi. Sedangkan di jalur prestasi lomba, terdapat 56 pendaftar yang akan berebut 19 kursi. ”Malah, di jalur prestasi itu banyak yang tidak melampirkan sertifikat juara. Tapi, pakai surat keterangan dari kepsek dan lurah. Kalau berkasnya sudah tidak sesuai begini, langsung terlempar,” ujar Kepala SMKN 1 Pungging Muharto.

Sementara itu, Kacabdindik Wilayah Jatim Kabupaten Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, kemarin (22/6) merupakan hari pertama SMA-SMK menjalani proses verval masing-masing berkas di tiga jalur tahap pertama. Proses yang dilaksanakan hingga Kamis (23/6) ini, untuk menyaring siswa yang benar-benar diterima di sekolah yang dituju sesuai persyaratan yang diajukan. ”Semua sekolah hanya punya waktu dua hari untuk menyeleksi pendaftar di masing-masing jalur tahap pertama. Ini harus dilakukan secara cermat, agar tidak salah sasaran,” ulasnya.

Baca Juga :  Denda Pelanggar Prokes Terkumpul Rp 207 Juta

Lalu, Trisilo melanjutkan, bagi sekolah yang memiliki jumlah pendaftar berlebih dari pagu, maka proses seleksi ditekankan pada pengecekan berkas dan perhitungan jarak. Hal ini dilakukan untuk memghemat waktu proses seleksi jelang pengumuman yang digelar Jumat (24/6) nanti.

Berbeda dengan jalur afirmasi. Trisilo menegaskan, pihak sekolah disarankan tetap melaksanakan survei ke rumah masing-masing siswa. Itu untuk memvalidasi data yang diajukan pendaftar sesuai dengan fakta di lapangan. ”Tapi, survei ke rumah siswa itu disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Jika dirasa tidak sanggup dalam waktu mepet ini, ya berarti yang harus dicek betul dari persyaratan berkasnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, pendaftaran PPDB tahap pertama di jenjang SMA/SMK resmi ditutup Selasa (21/6). Di hari terakhir pendaftaran, jumlah pendaftar di sejumlah sekolah membeludak dan melebihi pagu. (oce/ron)

Petugas Seleksi Diberi Waktu Dua Hari
MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – SMA/SMK Negeri diberi waktu selama dua hari untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) berkas calon peserta didik yang sudah mendaftar di PPDB tahap pertama. Berkas pendaftar yang tak lengkap, langsung dinyatakan gugur.

Kemarin (22/6), petugas PPDB sudah memulai pengecekan berkas pada masing-masing jalur tahap pertama. Mulai jalur afirmasi, prestasi lomba dan perpindahan tugas orang tua. Bahkan, beberapa sekolah sudah ada yang memulai survei ke rumah siswa untuk memverifikasi pendaftar di jalur afirmasi. ”Kita masih proses verifikasi, survei ke rumah siswa. Karena banyak yang mendaftar, kita seleksi berdasarkan berkas, jarak lalu disurvei ke rumah secara langsung,” ulas Kepala SMKN 2 Kota Mojokerto Achmad Muklason, kemarin.

Di SMKN 2 Kota, pagu yang tersedia di jalur afirmasi 28 orang namun jumlah pendaftarnya menembus 118 siswa. Lalu, jalur prestasi lomba mencapai 78 pendaftar dengan pagu sebanyak 26 kursi.

Sementara, di SMAN Puri 1 Mojokerto, jumlah pendaftar di jalur afirmasi tembus 59 calon siswa. Padahal, pagu yang tersedia hanya 30 orang saja. Sedangkan jalur prestasi tembus 121 pendaftar dari pagu 22 kursi. ”Kalau dengan jumlah yang membeludak ini, kayaknya kita tidak pakai survei karena waktu yang terlalu mepet dengan pengumuman. Kemungkinan, kita cek saja berkasnya dan hitung jarak. Kalau tidak lengkap berkasnya langsung tereliminasi,” ulas Humas SMAN 1 Puri Mojokerto Abdul Kholiq.

Baca Juga :  Netralitas ASN Diawasi Empat Lembaga

Di SMKN 1 Pungging, ada sebanyak 198 pendaftar jalur afirmasi yang memperebutkan 46 kursi. Sedangkan di jalur prestasi lomba, terdapat 56 pendaftar yang akan berebut 19 kursi. ”Malah, di jalur prestasi itu banyak yang tidak melampirkan sertifikat juara. Tapi, pakai surat keterangan dari kepsek dan lurah. Kalau berkasnya sudah tidak sesuai begini, langsung terlempar,” ujar Kepala SMKN 1 Pungging Muharto.

Sementara itu, Kacabdindik Wilayah Jatim Kabupaten Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo mengatakan, kemarin (22/6) merupakan hari pertama SMA-SMK menjalani proses verval masing-masing berkas di tiga jalur tahap pertama. Proses yang dilaksanakan hingga Kamis (23/6) ini, untuk menyaring siswa yang benar-benar diterima di sekolah yang dituju sesuai persyaratan yang diajukan. ”Semua sekolah hanya punya waktu dua hari untuk menyeleksi pendaftar di masing-masing jalur tahap pertama. Ini harus dilakukan secara cermat, agar tidak salah sasaran,” ulasnya.

Baca Juga :  Gubernur Restui Inspektur Djoko Mundur
- Advertisement -

Lalu, Trisilo melanjutkan, bagi sekolah yang memiliki jumlah pendaftar berlebih dari pagu, maka proses seleksi ditekankan pada pengecekan berkas dan perhitungan jarak. Hal ini dilakukan untuk memghemat waktu proses seleksi jelang pengumuman yang digelar Jumat (24/6) nanti.

Berbeda dengan jalur afirmasi. Trisilo menegaskan, pihak sekolah disarankan tetap melaksanakan survei ke rumah masing-masing siswa. Itu untuk memvalidasi data yang diajukan pendaftar sesuai dengan fakta di lapangan. ”Tapi, survei ke rumah siswa itu disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Jika dirasa tidak sanggup dalam waktu mepet ini, ya berarti yang harus dicek betul dari persyaratan berkasnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, pendaftaran PPDB tahap pertama di jenjang SMA/SMK resmi ditutup Selasa (21/6). Di hari terakhir pendaftaran, jumlah pendaftar di sejumlah sekolah membeludak dan melebihi pagu. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/