alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ahli Waris Peserta BPJamsostek Terima Santunan Rp 84 Juta

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasi didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto, Dwi Endah Aprilistyani, mendatangi kediaman ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan, di dua lokasi berbeda, Selasa (22/6). Selain menyampaikan duka mendalam, Ning Ita juga menyerahkan santunan kematian.

Pertama, santunan diberikan ke keluarga almarhum Ismail, di Mentikan, Gang Swadaya II/8. Ia tercatat sebagai peserta BPJamsostek sebagai ketua RW dan Tenaga Keagamaan. Ia meninggal karena penyakit diabetes. ’’Ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp 84 Juta. Karena, terdaftar sebagai ketua RW dan juga tenaga keagamaan di Kota Mojokerto,’’ kata Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Mojokerto Dwi Endah Aprilistyani.

Lokasi kedua yakni Prajurit Kulon. Sutrisno meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang menderanya. Sehingga, ahli waris otomatis mendapatkan santunan berkala senilai Rp 10 juta, biaya pemakaman Rp 10 juta dan santunan kematian sebesar Rp 20 juta. ’’Jadi total santunan yang kami berikan semasa hidupnya sebagai ketua RT yakni sebesar 42 juta,’’ tandasnya.

Endah menyampaikan bahwa tenaga keagamaan sudah terdaftar di BPJAMSOSTEK Mojokerto. Seperti guru TPQ, modin, muazin, pemandi jenazah dan penjaga makam, termasuk takmir masjid, tenaga kebersihan masjid, hafiz dan hafizah, guru sekolah minggu dan koster. ’’Mereka didaftarkan Pemkot Mojokerto dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),’’ tambahnya.

Baca Juga :  Seluruh Perangkat Desa di Dlanggu Terdaftar BPJAMSOSTEK

Dengan terdaftarnya mereka di BPJamsostek, mereka akan mendapat manfaat berupa perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, hingga bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja.

Mereka juga berhak atas  santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 kali upah hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work). ’’Sementara, santunan yang diberikan untuk mereka yang meninggal karena sakit sebesar Rp 42 juta,’’ ungkap Endah.

Endah menambahkan, BPJAMSOSTEK hadir sebagai upaya nyata kepedulian pemerintah kepada seluruh masyarakat pekerja  baik itu disektor formal dan nonformal. Dengan tujuan, masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman dalam bekerja. Apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan yaitu kecelakaan kerja atau kematian, keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan santunan yang bisa membantu untuk kelangsungan hidup mereka.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, Pemkot Mojokerto telah mendaftarkan seluruh ketua RT/RW dan tenaga keagamaan ke BPJamsostek. Alasannya, mereka merupakan tonggak di akar rumput karena telah membantu mensosialisasikan program pemerintah yang diusung pemerintah. ’’Mereka sebagai jembatan komunikasi antara level masyarakat dengan pemerintah yang terendah yaitu kelurahan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Fasilitasi Literasi lewat Lima Ceria dan Teman Guwa

Menurutnya, keberadaan mereka sebagai ketua RT dan RW ini bermanfaat sebagai media komunikasi dan mempercepat sosialisasi. ’’Maka, sebagai bentuk ungkapan terimakasih kami, keberadaan ketua RT/RW sebagai tenaga sukarela, tidak ada gaji bagi mereka. Maka dibutuhkan sebuah kebesaran hati dan keiklasan untuk menjadi sebagai ketua RT/RW. Ungkapan terimaksih itu, kami bentuk dalam sebuah regulasi yang mulai diterapkan mulai tahun 2020 lalu. Ketua RT/RW kami cover dengan jaminan kematian sebagai dana pensiun,’’ ungkapnya.

Ning Ita menambahkan, di tahun 2021 ini, seluruh tenaga keagamaan juga turut terdaftar. ’’Jadi pada tahun lalu ada sekitar 900 an ditambah 1.876. Total lebih dari 2600 an yang kami cover dengan jaminan kematian sebagai dana pensiun pada mereka yang telah mengabdikan energi, pikiran dan waktunya secara sukarela membantu pemerintah Mojokerto. Harapan kami, dari dana pensiun tersebut  bagi yang memiliki putra putri masih sedang dalam pendidikan. Itu, fokusnya diutamakan untuk biaya keberlanjutan pendidikan putra putrinya. Jangan sampai dengan meninggalnya si pencari nafkah ini, pendidikan putra putrinya terputus di tengah jalan. Karena kami ingin Sumber Daya Manusia Kota Mojokerto ke depan memiliki peningkatan kualitas dan angka lamanya sekolah meningkat,’’ pungkasnya. (dik/ron)

 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasi didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto, Dwi Endah Aprilistyani, mendatangi kediaman ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan, di dua lokasi berbeda, Selasa (22/6). Selain menyampaikan duka mendalam, Ning Ita juga menyerahkan santunan kematian.

Pertama, santunan diberikan ke keluarga almarhum Ismail, di Mentikan, Gang Swadaya II/8. Ia tercatat sebagai peserta BPJamsostek sebagai ketua RW dan Tenaga Keagamaan. Ia meninggal karena penyakit diabetes. ’’Ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp 84 Juta. Karena, terdaftar sebagai ketua RW dan juga tenaga keagamaan di Kota Mojokerto,’’ kata Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Mojokerto Dwi Endah Aprilistyani.

Lokasi kedua yakni Prajurit Kulon. Sutrisno meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang menderanya. Sehingga, ahli waris otomatis mendapatkan santunan berkala senilai Rp 10 juta, biaya pemakaman Rp 10 juta dan santunan kematian sebesar Rp 20 juta. ’’Jadi total santunan yang kami berikan semasa hidupnya sebagai ketua RT yakni sebesar 42 juta,’’ tandasnya.

Endah menyampaikan bahwa tenaga keagamaan sudah terdaftar di BPJAMSOSTEK Mojokerto. Seperti guru TPQ, modin, muazin, pemandi jenazah dan penjaga makam, termasuk takmir masjid, tenaga kebersihan masjid, hafiz dan hafizah, guru sekolah minggu dan koster. ’’Mereka didaftarkan Pemkot Mojokerto dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),’’ tambahnya.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Mojokerto Sosialisasi Regulasi Penganggaran APBD 2022

Dengan terdaftarnya mereka di BPJamsostek, mereka akan mendapat manfaat berupa perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, hingga bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja.

Mereka juga berhak atas  santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian sebesar 48 kali upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 kali upah hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work). ’’Sementara, santunan yang diberikan untuk mereka yang meninggal karena sakit sebesar Rp 42 juta,’’ ungkap Endah.

- Advertisement -

Endah menambahkan, BPJAMSOSTEK hadir sebagai upaya nyata kepedulian pemerintah kepada seluruh masyarakat pekerja  baik itu disektor formal dan nonformal. Dengan tujuan, masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman dalam bekerja. Apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan yaitu kecelakaan kerja atau kematian, keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan santunan yang bisa membantu untuk kelangsungan hidup mereka.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, Pemkot Mojokerto telah mendaftarkan seluruh ketua RT/RW dan tenaga keagamaan ke BPJamsostek. Alasannya, mereka merupakan tonggak di akar rumput karena telah membantu mensosialisasikan program pemerintah yang diusung pemerintah. ’’Mereka sebagai jembatan komunikasi antara level masyarakat dengan pemerintah yang terendah yaitu kelurahan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mojokerto Punya "Stok" 1.478 Janda "Basah"

Menurutnya, keberadaan mereka sebagai ketua RT dan RW ini bermanfaat sebagai media komunikasi dan mempercepat sosialisasi. ’’Maka, sebagai bentuk ungkapan terimakasih kami, keberadaan ketua RT/RW sebagai tenaga sukarela, tidak ada gaji bagi mereka. Maka dibutuhkan sebuah kebesaran hati dan keiklasan untuk menjadi sebagai ketua RT/RW. Ungkapan terimaksih itu, kami bentuk dalam sebuah regulasi yang mulai diterapkan mulai tahun 2020 lalu. Ketua RT/RW kami cover dengan jaminan kematian sebagai dana pensiun,’’ ungkapnya.

Ning Ita menambahkan, di tahun 2021 ini, seluruh tenaga keagamaan juga turut terdaftar. ’’Jadi pada tahun lalu ada sekitar 900 an ditambah 1.876. Total lebih dari 2600 an yang kami cover dengan jaminan kematian sebagai dana pensiun pada mereka yang telah mengabdikan energi, pikiran dan waktunya secara sukarela membantu pemerintah Mojokerto. Harapan kami, dari dana pensiun tersebut  bagi yang memiliki putra putri masih sedang dalam pendidikan. Itu, fokusnya diutamakan untuk biaya keberlanjutan pendidikan putra putrinya. Jangan sampai dengan meninggalnya si pencari nafkah ini, pendidikan putra putrinya terputus di tengah jalan. Karena kami ingin Sumber Daya Manusia Kota Mojokerto ke depan memiliki peningkatan kualitas dan angka lamanya sekolah meningkat,’’ pungkasnya. (dik/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/