alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Format Surat Keterangan Bebas Covid Mencurigakan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah kepolisian melakukan penyelidikan, Dinkes Kabupaten Mojokerto juga akhirnya angkat bicara soal dugaan emalsuan surat keterangan bebas Covid-19 di Puskesmas Pungging. Kamis (22/4), dinas terkait ikut melakukan penelusuran dugaan adanya oknum nakes yang terlibat.

Kadinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko mengatakan, Dinkes mulai melakukan klarifikasi ke Puskemas Pungging atas kabar surat keterangan bebas Covid-19 berbanderol Rp 150 ribu tersebut. Pihaknya sudah menerjunkan bagian pelayanan kesehatan (Yankes) ke lokasi. ’’Kita cek lapangan dulu. Benar tidak (ada pemalsuan), prosedur keluarnya (surat) seperti apa, nomor suratnya gimana,’’ ungkapnya.

Pihaknya tak berani berspekulasi terlalu jauh. Sebab, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Yang jelas, Sujatmiko menegaskan, jika nantinya terbukti terjadi pemalsuan yang dilakukan petugas nakes, pihaknya bakal bertindak tegas. Apalagi, praktik itu tidak dibenarkan secara hukum. ’’Kalau memang ada (oknum) di situ ya ditindak. Saat ini lagi proses menelusuri,’’ tegasnya.

Dari format surat yang diterbitkan, lanjut Sujatmiko, dugaan kuat pembuatnya bukan dari petugas yang biasa membuat surat. Melainkan, oknum tertentu yang dimungkinkan sengaja menjatuhkan pihak lain. Hal itu dilihat dari alur isi surat yang belakangan mencuat dipermukaan. Kendati begitu, pihaknya tak mau menghakimi sebelum mengetahui fakta sebenarnya. ’’Tidak biasa membuat surat. Kalau orang yang bikin surat alurnya pasti sama. Lihat dari kop suratnya saja sudah memang ada yang niat (menjatuhkan),’’ tuturnya.

Baca Juga :  CJH Bakal Dihadapkan Cuaca Ekstrem selama di Tanah Suci

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pungging dr Agus Dwi Cahyono menambahkan, di tengah proses penyelidikan, internal puskesmas juga melakukan penelusuran untuk mengungkap dugaan surat keterangan bebas Covid-19 ini. Hanya saja, sejauh ini semua pegawai yang ada di tempat kerjanya tak ada yang mengakuinya. Termasuk, nakes yang tercantum di dalam surat tersebut. Meski diketahui, tanda tangan yang tertuang dalam surat tersebut, memiliki kemiripan. Agus mencurigai, jika tanda tangannya dipalsukan, pelakunya tak jauh-jauh dari orang dalam. ’’Tapi kayaknya kalau tanda tangan resmi gitu, mungkin orang yang riwa-riwi di situ,’’ ujar Agus.

Sebelumnya, sinyal pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19, di Puskemas Pungging menjadi perhatian kepolisian. Satreskrim Polres Mojokerto langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Penelusuran korps Bhayangkara ini sudah dilakukan Rabu (21/4) sore.

Baca Juga :  Angka Penderita Terus Naik, Gubernur Minta Pemkab Tambah BOR 50 Persen

Empat personel yang datang langsung memasuki Puskesmas Pungging untuk melakukan klarifikasi atas dugaan pemalsuan surat sakti yang sedianya dipakai untuk kelengkapan seleksi sepak bola Bhayangkara Solo FC itu.

Kehadiran polisi untuk menindaklanjuti mencuatnya pemberitaan dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19 dengan metode Sars-Cov-2 Nasofaring test (Antigen-COV) yang sejatinya belum diterapkan di Puskemas maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. 

Di lokasi, petugas langsung meminta keterangan kepala Puskesmas. Petugas juga melakukan klarifikasi ke dua tenaga kesehatan yang namanya tertuang dalam surat keterangan hasil pemeriksaan laboratorium dengan surat kop Puskesmas Pungging. Masing-masing berinisial TA selaku pemeriksa dan HN selaku dokter penanggung jawab. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah kepolisian melakukan penyelidikan, Dinkes Kabupaten Mojokerto juga akhirnya angkat bicara soal dugaan emalsuan surat keterangan bebas Covid-19 di Puskesmas Pungging. Kamis (22/4), dinas terkait ikut melakukan penelusuran dugaan adanya oknum nakes yang terlibat.

Kadinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko mengatakan, Dinkes mulai melakukan klarifikasi ke Puskemas Pungging atas kabar surat keterangan bebas Covid-19 berbanderol Rp 150 ribu tersebut. Pihaknya sudah menerjunkan bagian pelayanan kesehatan (Yankes) ke lokasi. ’’Kita cek lapangan dulu. Benar tidak (ada pemalsuan), prosedur keluarnya (surat) seperti apa, nomor suratnya gimana,’’ ungkapnya.

Pihaknya tak berani berspekulasi terlalu jauh. Sebab, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Yang jelas, Sujatmiko menegaskan, jika nantinya terbukti terjadi pemalsuan yang dilakukan petugas nakes, pihaknya bakal bertindak tegas. Apalagi, praktik itu tidak dibenarkan secara hukum. ’’Kalau memang ada (oknum) di situ ya ditindak. Saat ini lagi proses menelusuri,’’ tegasnya.

Dari format surat yang diterbitkan, lanjut Sujatmiko, dugaan kuat pembuatnya bukan dari petugas yang biasa membuat surat. Melainkan, oknum tertentu yang dimungkinkan sengaja menjatuhkan pihak lain. Hal itu dilihat dari alur isi surat yang belakangan mencuat dipermukaan. Kendati begitu, pihaknya tak mau menghakimi sebelum mengetahui fakta sebenarnya. ’’Tidak biasa membuat surat. Kalau orang yang bikin surat alurnya pasti sama. Lihat dari kop suratnya saja sudah memang ada yang niat (menjatuhkan),’’ tuturnya.

Baca Juga :  13 Pendonor Terima Penghargaan Wali Kota

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pungging dr Agus Dwi Cahyono menambahkan, di tengah proses penyelidikan, internal puskesmas juga melakukan penelusuran untuk mengungkap dugaan surat keterangan bebas Covid-19 ini. Hanya saja, sejauh ini semua pegawai yang ada di tempat kerjanya tak ada yang mengakuinya. Termasuk, nakes yang tercantum di dalam surat tersebut. Meski diketahui, tanda tangan yang tertuang dalam surat tersebut, memiliki kemiripan. Agus mencurigai, jika tanda tangannya dipalsukan, pelakunya tak jauh-jauh dari orang dalam. ’’Tapi kayaknya kalau tanda tangan resmi gitu, mungkin orang yang riwa-riwi di situ,’’ ujar Agus.

Sebelumnya, sinyal pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19, di Puskemas Pungging menjadi perhatian kepolisian. Satreskrim Polres Mojokerto langsung diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Penelusuran korps Bhayangkara ini sudah dilakukan Rabu (21/4) sore.

Baca Juga :  Padukan Crop Top dengan Aksesori
- Advertisement -

Empat personel yang datang langsung memasuki Puskesmas Pungging untuk melakukan klarifikasi atas dugaan pemalsuan surat sakti yang sedianya dipakai untuk kelengkapan seleksi sepak bola Bhayangkara Solo FC itu.

Kehadiran polisi untuk menindaklanjuti mencuatnya pemberitaan dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19 dengan metode Sars-Cov-2 Nasofaring test (Antigen-COV) yang sejatinya belum diterapkan di Puskemas maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. 

Di lokasi, petugas langsung meminta keterangan kepala Puskesmas. Petugas juga melakukan klarifikasi ke dua tenaga kesehatan yang namanya tertuang dalam surat keterangan hasil pemeriksaan laboratorium dengan surat kop Puskesmas Pungging. Masing-masing berinisial TA selaku pemeriksa dan HN selaku dokter penanggung jawab. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/