alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Arena Sabung Ayam Digerebek Polisi, Pelaku Hanya Wajib Lapor

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah pemerintah menggalakkan physical distancing, di pekarangan belakang rumah warga di Dusun Jelak, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, justru dimanfaatkan untuk arena sabung ayam.

Kegiatan meresahkan masyarakat ini pun digerebek Tim Khusus Resmob Satreskrim Polres Mojokerto. Selain mengamankan empat terduga pelaku, petugas turut menyita belasan ayam dan puluhan motor. Bahkan, di lokasi, petugas menemukan bong sabu-sabu terbuat dari botol kemasan minuman.

Penggerebekan ini berlangsung Jumat (17/4) lalu sekitar pukul 17.00. Itu setelah petugas mendapati informasi masyarakat yang resah dengan keberadaan sabung ayam ini. Apalagi, hal ini juga dilakukan di tengah pandemi virus korona. ”Ada empat terduga pelaku yang kami amankan,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Primayoga.

Masing-masing, Mistoyo, 66, warga Dusun/Desa Lebaksono; Hadi, 62, warga Dusun Panggreman, Desa Tunggalpager; Hari Suyanto, 62, warga Dusun Punggingkrisik, Desa Balongmasin; dan Wasis, 43, warga Dusun Pekojo, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging.

Baca Juga :  Empat Kelas SDN Rusak, Wali Murid Waswas Keamanan Siswa

”Untuk penyelenggara judi sabung ayam ini sendiri sekarang masih DPO (daftar pencarian orang),” tambahnya. Bos taruhan, WR, ini berhasil melarikan diri saat petugas mendatangi lokasi. Dia diduga sudah mengendus kedatangan petugas saat akan melakukan penggerebakan.

”Kami masih melakukan pengejaran,” tegasnya. Sedangkan bagi empat teduga pelaku setelah dilakukan pemeriksaan 1 x 24 jam, mereka tidak ditahan. Dengan alasan kapasitas ruang tahanan di mapolres penuh alias overload.

Sedangkan selama pandemi korona ini, Lapas Kelas II-B Mojokerto sendiri sudah tidak menerima titipan tahanan dari polsek ataupun polres, dengan alasan penuh, dan demi percepatan penanganan persebaran virus korona. ”Jadi mereka hanya diminta wajib lapor ke mapolres dua kali dalam seminggu,” tuturnya.

Dalam penggerebekan judi sabung ayam yang dipimpin Kanitresmob Ipda Prima Andre Renaldo Azhar di pekarang warga tersebut, sempat membuat warga yang di lokasi kucar-kacir. Meski banyak yang berhasil kabur, kesigapan putugas tetap membuahkan hasil.

Selain empat terduga pelaku, sejumlah barang bukti ikut diamankan. Di antaranya 15 ekor ayam aduan, dua buah kleber (kain), tiga jam dinding, tiga buku catatan penjudi, lima buah kisau ayam, satu buah pedang dengan panjang 60 cm dan satu buah bola lampu.

Baca Juga :  Minim Siswa, Dua Kelas di SMPN Negeri Terancam Dikosongkan

Tak hanya itu, 20 unit sepeda motor dan dua mobil yang berada di lokasi, serta uang tunai Rp 520 ribu sebagai taruhan turut disita. ”Dari penggerebekan itu, kami juga mendapati satu bong sabu-sabu dari botol minuman.

Saat ini, kepemilikan bong sabu-sabu ini masih didalami dan dikembangkan oleh tim di lapangan,” jelas Dewa. Diketahui, aktivitas judi sabung ayam tersebut memeng meresahkan warga setempat. Apalagi,  kebanyakan dari mereka yang datang adalah dari luar desa.

Tak hanya itu suara gaduh dari pemain judi juga mengganggu ketenangan warga. Kini mereka yang tertangkap dijerat pasal 303 KUHP juncto Undang-Undang Nomor 07 Tahun 1974 tentang perjudian. ”Dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” pungkas Dewa. 

 

 

MOJOKERTO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah pemerintah menggalakkan physical distancing, di pekarangan belakang rumah warga di Dusun Jelak, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, justru dimanfaatkan untuk arena sabung ayam.

Kegiatan meresahkan masyarakat ini pun digerebek Tim Khusus Resmob Satreskrim Polres Mojokerto. Selain mengamankan empat terduga pelaku, petugas turut menyita belasan ayam dan puluhan motor. Bahkan, di lokasi, petugas menemukan bong sabu-sabu terbuat dari botol kemasan minuman.

Penggerebekan ini berlangsung Jumat (17/4) lalu sekitar pukul 17.00. Itu setelah petugas mendapati informasi masyarakat yang resah dengan keberadaan sabung ayam ini. Apalagi, hal ini juga dilakukan di tengah pandemi virus korona. ”Ada empat terduga pelaku yang kami amankan,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Primayoga.

Masing-masing, Mistoyo, 66, warga Dusun/Desa Lebaksono; Hadi, 62, warga Dusun Panggreman, Desa Tunggalpager; Hari Suyanto, 62, warga Dusun Punggingkrisik, Desa Balongmasin; dan Wasis, 43, warga Dusun Pekojo, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging.

Baca Juga :  Pengendalian Banjir Digerojok Rp 39 Miliar

”Untuk penyelenggara judi sabung ayam ini sendiri sekarang masih DPO (daftar pencarian orang),” tambahnya. Bos taruhan, WR, ini berhasil melarikan diri saat petugas mendatangi lokasi. Dia diduga sudah mengendus kedatangan petugas saat akan melakukan penggerebakan.

”Kami masih melakukan pengejaran,” tegasnya. Sedangkan bagi empat teduga pelaku setelah dilakukan pemeriksaan 1 x 24 jam, mereka tidak ditahan. Dengan alasan kapasitas ruang tahanan di mapolres penuh alias overload.

- Advertisement -

Sedangkan selama pandemi korona ini, Lapas Kelas II-B Mojokerto sendiri sudah tidak menerima titipan tahanan dari polsek ataupun polres, dengan alasan penuh, dan demi percepatan penanganan persebaran virus korona. ”Jadi mereka hanya diminta wajib lapor ke mapolres dua kali dalam seminggu,” tuturnya.

Dalam penggerebekan judi sabung ayam yang dipimpin Kanitresmob Ipda Prima Andre Renaldo Azhar di pekarang warga tersebut, sempat membuat warga yang di lokasi kucar-kacir. Meski banyak yang berhasil kabur, kesigapan putugas tetap membuahkan hasil.

Selain empat terduga pelaku, sejumlah barang bukti ikut diamankan. Di antaranya 15 ekor ayam aduan, dua buah kleber (kain), tiga jam dinding, tiga buku catatan penjudi, lima buah kisau ayam, satu buah pedang dengan panjang 60 cm dan satu buah bola lampu.

Baca Juga :  Tarif Rusun Terlalu Mahal, Dewan Usulkan Subsidi

Tak hanya itu, 20 unit sepeda motor dan dua mobil yang berada di lokasi, serta uang tunai Rp 520 ribu sebagai taruhan turut disita. ”Dari penggerebekan itu, kami juga mendapati satu bong sabu-sabu dari botol minuman.

Saat ini, kepemilikan bong sabu-sabu ini masih didalami dan dikembangkan oleh tim di lapangan,” jelas Dewa. Diketahui, aktivitas judi sabung ayam tersebut memeng meresahkan warga setempat. Apalagi,  kebanyakan dari mereka yang datang adalah dari luar desa.

Tak hanya itu suara gaduh dari pemain judi juga mengganggu ketenangan warga. Kini mereka yang tertangkap dijerat pasal 303 KUHP juncto Undang-Undang Nomor 07 Tahun 1974 tentang perjudian. ”Dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” pungkas Dewa. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/