alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Lubang Trotoar Menganga Berbulan-bulan

Sisa Proyek di Jalan Mojopahit, Banyak Pejalan Kaki Terperosok

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lubang saluran air di trotoar Jalan Mojopahit dibiarkan menganga. Sejak akhir tahun lalu, kondisinya melompong tanpa manhole atau penutup got. Akibatnya, banyak pejalan kaki yang terperosok ke gorong-gorong sedalam sekitar satu meter.

Pantauan di lokasi kemarin (22/3), keberadaan lubang berukuran 40×40 sentimeter itu ditandai dengan ban. Lokasi tepatnya berada di depan toko Mekar Jaya atau sudut simpang empat miji ke arah Jalan Bhayangkara.

Menurut Lukas, pemilik toko Mekar jaya, lubang sudah menganga selama berbulan-bulan. Saat pengerjaan proyek di Jalan Majapahir tahun lalu, lubang saluran yang awalnya tertutup beton cor itu dibongkar. ”Setelah proyeknya selesai Desember lalu, kok dibiarkan,” keluhnya.

Baca Juga :  Kejari Dalami RAB Plafon GMSC yang Ambrol

Setelah proyek rehabilitasi saluran dan trotoar, lubang justru dibiarkan begitu saja. Di sepanjang trotoar, lubang tersebut merupakan satu-satunya yang tak dipasangi manhole.

Sampai sekarang, terhitung sudah empat bulan lubang menganga. Disebutnya, tak sedikit pejalan kaki terperosok. Mereka terjebak ke saluran air sedalam kurang lebih satu meter. ”Setahu saya sudah ada tiga orang yang jatuh. Tapi kata tukang becak yang mangkal di sini lebih banyak lagi,” ungkap dia.

Sebagian besar korban terjatuh saat melintas di malam hari. Disebutnya, kurangnya penerangan meningkatkan kerawanan. Pejalan kaki yang terjebak kerap mengalami luka lecet lantaran terbentur beton trotoar. Selain itu, lanjutnya, korban juga berisiko keseleo.

Baca Juga :  Tutup Got Hilang, Polisi Selidiki CCTV

Melihat kondisi tersebut pihaknya tergerak memasang ban di lokasi sebagai penanda lubang. Awalnya terdapat tiga ban mobil yang ditumpuk menutup lubang. Namun, kini tinggal satu karena lainnya hilang. ”Kita sampai menyediakan betadine karena saking seringnya orang terperosok,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani mengaku belum mengetahui adanya lubang trotoar di Jalan Mojopahit yang menganga. ”Nanti segera kami cek,” ucapnya. Pihaknya bakal meminta tim supaya turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi lubang perawatan saluran air tersebut. ”Segera kami survey dan tindaklanjuti di lapangan,” imbuh Endah. (adi/ron)

Sisa Proyek di Jalan Mojopahit, Banyak Pejalan Kaki Terperosok

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lubang saluran air di trotoar Jalan Mojopahit dibiarkan menganga. Sejak akhir tahun lalu, kondisinya melompong tanpa manhole atau penutup got. Akibatnya, banyak pejalan kaki yang terperosok ke gorong-gorong sedalam sekitar satu meter.

Pantauan di lokasi kemarin (22/3), keberadaan lubang berukuran 40×40 sentimeter itu ditandai dengan ban. Lokasi tepatnya berada di depan toko Mekar Jaya atau sudut simpang empat miji ke arah Jalan Bhayangkara.

Menurut Lukas, pemilik toko Mekar jaya, lubang sudah menganga selama berbulan-bulan. Saat pengerjaan proyek di Jalan Majapahir tahun lalu, lubang saluran yang awalnya tertutup beton cor itu dibongkar. ”Setelah proyeknya selesai Desember lalu, kok dibiarkan,” keluhnya.

Baca Juga :  Beber Titik-Titik Bersejarah di Kota Mojokerto

Setelah proyek rehabilitasi saluran dan trotoar, lubang justru dibiarkan begitu saja. Di sepanjang trotoar, lubang tersebut merupakan satu-satunya yang tak dipasangi manhole.

Sampai sekarang, terhitung sudah empat bulan lubang menganga. Disebutnya, tak sedikit pejalan kaki terperosok. Mereka terjebak ke saluran air sedalam kurang lebih satu meter. ”Setahu saya sudah ada tiga orang yang jatuh. Tapi kata tukang becak yang mangkal di sini lebih banyak lagi,” ungkap dia.

- Advertisement -

Sebagian besar korban terjatuh saat melintas di malam hari. Disebutnya, kurangnya penerangan meningkatkan kerawanan. Pejalan kaki yang terjebak kerap mengalami luka lecet lantaran terbentur beton trotoar. Selain itu, lanjutnya, korban juga berisiko keseleo.

Baca Juga :  Tutup Got Hilang, Polisi Selidiki CCTV

Melihat kondisi tersebut pihaknya tergerak memasang ban di lokasi sebagai penanda lubang. Awalnya terdapat tiga ban mobil yang ditumpuk menutup lubang. Namun, kini tinggal satu karena lainnya hilang. ”Kita sampai menyediakan betadine karena saking seringnya orang terperosok,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani mengaku belum mengetahui adanya lubang trotoar di Jalan Mojopahit yang menganga. ”Nanti segera kami cek,” ucapnya. Pihaknya bakal meminta tim supaya turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi lubang perawatan saluran air tersebut. ”Segera kami survey dan tindaklanjuti di lapangan,” imbuh Endah. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/