alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Mojotirto Festival, Trigger Bangkitnya Ekonomi Kepariwisataan

Pergelaran seni dan budaya Mojotirto tahun ini kembali digelar Pemerintah Kota Mojokerto, Senin (22/3). Kegiatan yang sempat terhenti lantaran pandemi Covid-19 tersebut, menandai bangkitnya perekonomian pariwisata di Kota Mojokerto.

 

Bertempat di Bantaran Sungai Ngotok atau tepat di bawah Jembatan Rejoto, serangkaian kegiatan dihelat sejak pagi. Mulai melarungkan sembilan mata air, menebarkan benih ikan, menanam pohon jeruk, dan memberangkatkan  secara langsung atlet Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kegiatan Mojotirto diselenggarakan sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan kemurahan Allah yang telah melimpahkan sumber daya alam (SDA) berupa air. Di mana, air merupakan sumber kebutuhan hidup bersama. Festival Mojotirto ini dihelat sekaligus untuk memperingati Hari Air yang jatuh setiap tanggal 22 Maret.

’’Rasa syukur ini, kita implementasikan dengan memanfaatkan segala potensi yang kita miliki. Baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, melalui ide kegiatan yang dikemas dalam rangkaian kenduri banyu. Yang terdiri dari, prosesi kirab, prosesi Umbul Dungo Tirto Suci, menebarkan benih ikan dan menanam buah jeruk,’’ jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Baca Juga :  Bukan Kolam Renang, tapi Dipakai Terapi

Lebih jauh, Ning Ita menjelaskan, melalui kegiatan Mojotirto, diharapkan ke depannya event-event kepariwisataan semakin berkembang seiring dengan pembangunan Wisata Bahari Majapahit. Di mana nantinya, sepanjang aliran Sungai Ngotok akan dibangun berbagai wisata. Mulai dari agrowisata, taman budaya yang lengkap dengan amfiteater, food court berdesain Kapal Majapahit, dan masih banyak lainnya.

’’Tentunya, dari sekian grand design Wisata Bahari Majapahit, kami akan melakukan pembangunannya secara multiyears. Sembari menunggu pembangunan fisiknya, kami telah melakukan penanaman buah jeruk sebagai agrowisata di bantaran Sungai Ngotok dengan persetujuan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas,’’ terang wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini.

Dengan dibangunnya kawasan Wisata Bahari Majapahit, diharapkan mampu menjadi pemicu bangkitnya perekonomian pada bidang pariwisata. Terlebih, pembangunan wisata tersebut selaras dengan program wisata yang mendukung dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Jawa Timur se-Gerbang Kertosusila.

Baca Juga :  Lahan Pertanian Tergerus Luapan Kali Lamong

’’Apalagi tahun ini Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Tim Dayung Jawa Timur pada Pekan Olaraga Nasional (PON) Ke-20 yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19, dilaksanakan di Kota Mojokerto. Ini, merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Semoga, ini akan membawa dampak baik pada lingkungan sekitar dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan,’’ tandasnya. (rn/riv/adv)

Pergelaran seni dan budaya Mojotirto tahun ini kembali digelar Pemerintah Kota Mojokerto, Senin (22/3). Kegiatan yang sempat terhenti lantaran pandemi Covid-19 tersebut, menandai bangkitnya perekonomian pariwisata di Kota Mojokerto.

 

Bertempat di Bantaran Sungai Ngotok atau tepat di bawah Jembatan Rejoto, serangkaian kegiatan dihelat sejak pagi. Mulai melarungkan sembilan mata air, menebarkan benih ikan, menanam pohon jeruk, dan memberangkatkan  secara langsung atlet Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kegiatan Mojotirto diselenggarakan sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan kemurahan Allah yang telah melimpahkan sumber daya alam (SDA) berupa air. Di mana, air merupakan sumber kebutuhan hidup bersama. Festival Mojotirto ini dihelat sekaligus untuk memperingati Hari Air yang jatuh setiap tanggal 22 Maret.

’’Rasa syukur ini, kita implementasikan dengan memanfaatkan segala potensi yang kita miliki. Baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, melalui ide kegiatan yang dikemas dalam rangkaian kenduri banyu. Yang terdiri dari, prosesi kirab, prosesi Umbul Dungo Tirto Suci, menebarkan benih ikan dan menanam buah jeruk,’’ jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kota Segera Mulai

Lebih jauh, Ning Ita menjelaskan, melalui kegiatan Mojotirto, diharapkan ke depannya event-event kepariwisataan semakin berkembang seiring dengan pembangunan Wisata Bahari Majapahit. Di mana nantinya, sepanjang aliran Sungai Ngotok akan dibangun berbagai wisata. Mulai dari agrowisata, taman budaya yang lengkap dengan amfiteater, food court berdesain Kapal Majapahit, dan masih banyak lainnya.

- Advertisement -

’’Tentunya, dari sekian grand design Wisata Bahari Majapahit, kami akan melakukan pembangunannya secara multiyears. Sembari menunggu pembangunan fisiknya, kami telah melakukan penanaman buah jeruk sebagai agrowisata di bantaran Sungai Ngotok dengan persetujuan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas,’’ terang wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini.

Dengan dibangunnya kawasan Wisata Bahari Majapahit, diharapkan mampu menjadi pemicu bangkitnya perekonomian pada bidang pariwisata. Terlebih, pembangunan wisata tersebut selaras dengan program wisata yang mendukung dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Jawa Timur se-Gerbang Kertosusila.

Baca Juga :  Posko Jaga Desa Terbukti Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat

’’Apalagi tahun ini Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Tim Dayung Jawa Timur pada Pekan Olaraga Nasional (PON) Ke-20 yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19, dilaksanakan di Kota Mojokerto. Ini, merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Semoga, ini akan membawa dampak baik pada lingkungan sekitar dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan,’’ tandasnya. (rn/riv/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/