alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Bergerak demi Kemerdekaan dan Kemajuan Bangsa

Bagi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, berbicara tentang seorang ibu, tentu tidak pernah lepas dari pembahasan tentang anak. Karena kehadiran seorang ibu tidak akan pernah terpisah dari keberadaan seorang anak.

Di mana pun seorang ibu, pasti akan mempunyai pemikiran yang sama. Hal apa yang bisa dia lakukan untuk anaknya. Bagaimana dia bisa melakukan apa pun untuk kebaikan dan kebahagiaan anaknya.

’’Momen Hari Ibu adalah saat yang luar biasa. Karena pada peringatan Hari Ibu mengingatkan kita semuanya bahwa Hari Ibu merupakan momen di mana para ibu bersama-sama sepakat melakukan pergerakan demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa,’’ ungkapnya.

Sehingga, sosok ibu, tidak hanya berperan skala domestik, melainkan pergerakan untuk kemajuan bangsa. Perjuangan ibu tidak bisa pribadi. Person-to-person. Tak sekadar menjadi landasan karakter anak, tetapi harus berjuang bersama memberikan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan anak. Bagaimana memperjuangkan pengasuhan bersama, pendidikan, dan bagaimana menciptakan lingkungan yang sesuai untuk tumbuh kembang anak. ’’Di situlah peran ibu keluar, selain peran domestik, di dalam,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Dua Pejabat Gugur

Era serba digital sekarang tentu menjadi tantangan tersendiri. Para ibu harus melek teknologi dalam menghadapi sosial masyarakat yang pasti sudah berbeda dari yang sebelumnya. Dan itu harus dihadapi dengan menjaga keamanan anak. Sehingga hemat bupati perempuan pertama di Mojokerto ini, ibu tidak bisa mengasuh anak pada dunia digital itu sendiri, melainkan harus bersama ibu-ibu yang lain. ’’Bagaimana kita membantu anak-anak kita bertemu dengan konten-konten mendidik,’’ ujarnya.

Maka, pada momen peringatan Hari Ibu Ke-93 Tahun 2021, dirinya sebagai seorang ibu sekaligus kepala daerah mengajak seluruh ibu di Kabupaten Mojokerto bersama-sama memperjuangkan lingkungan yang baik. Lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan pengasuhan dan pendidikan anak-anak. ’’Ingat saat ini kita tidak mengasuh dan mendidik anak seorang diri. Kita harus bersama-sama, bekerja sama, bersatu, saling membahu. Saling mengingatkan dan bersama-sama kita akan membesarkan anak-anak kita supaya mereka bisa menjadi anak-anak bangsa di masa yang akan datang,’’ paparnya.

Sebagai payung hukum dalam meningkatkan kedudukan, peran, dan kualitas perempuan, Pemkab Mojokerto juga membuat Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan daerah di segala sektor. Pengarusutamaan gender sejauh ini, lanjut Ikfina, lebih pada ke perempuan. Itu lantaran saat ini peran laki-laki masih dianggap mendominasi di kebanyakan sektor pembangunan di negara ini. Sehingga peran perempuan pun lebih dipacu dan didorong untuk mengisi peran yang bisa dilakukan perempuan. ’’Dengan tetap utamanya tidak boleh kemudian mengesampingkan pengasuhan pendidikan anak,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Hari Ini, Melukis On the Spot

Karena proses pengarusutamaan gender ini, maka momen Hari Ibu ini, Ikfina ingin semua perempuan di Kabupaten Mojokerto memiliki satu kesadaran. Bahwa perempuan harus berpendidikan, harus memainkan perannya. Baik domestik maupun di luar. Karena saat ini banyak program di luar yang membutuhkan peran perempuan sebagai seorang ibu untuk hadir sebagai ibu bangsa. ’’Pemerintah tetap sesuai koridor map yang sudah ada terkait pengarusutamaan gender. Dan memberdayakan perempuan di Kabupaten Mojokerto ini untuk berkontribusi pada pembangunan di Kabupaten Mojokerto,’’ jelasnya. (ori/abi)

 

Bagi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, berbicara tentang seorang ibu, tentu tidak pernah lepas dari pembahasan tentang anak. Karena kehadiran seorang ibu tidak akan pernah terpisah dari keberadaan seorang anak.

Di mana pun seorang ibu, pasti akan mempunyai pemikiran yang sama. Hal apa yang bisa dia lakukan untuk anaknya. Bagaimana dia bisa melakukan apa pun untuk kebaikan dan kebahagiaan anaknya.

’’Momen Hari Ibu adalah saat yang luar biasa. Karena pada peringatan Hari Ibu mengingatkan kita semuanya bahwa Hari Ibu merupakan momen di mana para ibu bersama-sama sepakat melakukan pergerakan demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa,’’ ungkapnya.

Sehingga, sosok ibu, tidak hanya berperan skala domestik, melainkan pergerakan untuk kemajuan bangsa. Perjuangan ibu tidak bisa pribadi. Person-to-person. Tak sekadar menjadi landasan karakter anak, tetapi harus berjuang bersama memberikan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan anak. Bagaimana memperjuangkan pengasuhan bersama, pendidikan, dan bagaimana menciptakan lingkungan yang sesuai untuk tumbuh kembang anak. ’’Di situlah peran ibu keluar, selain peran domestik, di dalam,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Minta Gencar Promosikan Batik dan Cokelat

Era serba digital sekarang tentu menjadi tantangan tersendiri. Para ibu harus melek teknologi dalam menghadapi sosial masyarakat yang pasti sudah berbeda dari yang sebelumnya. Dan itu harus dihadapi dengan menjaga keamanan anak. Sehingga hemat bupati perempuan pertama di Mojokerto ini, ibu tidak bisa mengasuh anak pada dunia digital itu sendiri, melainkan harus bersama ibu-ibu yang lain. ’’Bagaimana kita membantu anak-anak kita bertemu dengan konten-konten mendidik,’’ ujarnya.

Maka, pada momen peringatan Hari Ibu Ke-93 Tahun 2021, dirinya sebagai seorang ibu sekaligus kepala daerah mengajak seluruh ibu di Kabupaten Mojokerto bersama-sama memperjuangkan lingkungan yang baik. Lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan pengasuhan dan pendidikan anak-anak. ’’Ingat saat ini kita tidak mengasuh dan mendidik anak seorang diri. Kita harus bersama-sama, bekerja sama, bersatu, saling membahu. Saling mengingatkan dan bersama-sama kita akan membesarkan anak-anak kita supaya mereka bisa menjadi anak-anak bangsa di masa yang akan datang,’’ paparnya.

- Advertisement -

Sebagai payung hukum dalam meningkatkan kedudukan, peran, dan kualitas perempuan, Pemkab Mojokerto juga membuat Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan daerah di segala sektor. Pengarusutamaan gender sejauh ini, lanjut Ikfina, lebih pada ke perempuan. Itu lantaran saat ini peran laki-laki masih dianggap mendominasi di kebanyakan sektor pembangunan di negara ini. Sehingga peran perempuan pun lebih dipacu dan didorong untuk mengisi peran yang bisa dilakukan perempuan. ’’Dengan tetap utamanya tidak boleh kemudian mengesampingkan pengasuhan pendidikan anak,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Physical Distancing Mengendur, Gugus Tugas Covid-19 Kewalahan

Karena proses pengarusutamaan gender ini, maka momen Hari Ibu ini, Ikfina ingin semua perempuan di Kabupaten Mojokerto memiliki satu kesadaran. Bahwa perempuan harus berpendidikan, harus memainkan perannya. Baik domestik maupun di luar. Karena saat ini banyak program di luar yang membutuhkan peran perempuan sebagai seorang ibu untuk hadir sebagai ibu bangsa. ’’Pemerintah tetap sesuai koridor map yang sudah ada terkait pengarusutamaan gender. Dan memberdayakan perempuan di Kabupaten Mojokerto ini untuk berkontribusi pada pembangunan di Kabupaten Mojokerto,’’ jelasnya. (ori/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Puluran

Tim Futsal Kota Dirampingkan

Pemkab Janji Keputusan sebelum 9 Desember

Artikel Terbaru


/