alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Terpapar Covid, Perawat Rumah Sakit Gugur

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto berinisial Y, 33 gugur akibat terpapar virus korona.

Tenaga kesehatan (nakes) tersebut diketahui mulai masuk ruang rawat inap Covid-19 sejak empat hari lalu, Jumat (18/12), bersamaan dengan suaminya. Suaminya sendiri merupakan anggota Satsabhara Polres Mojokerto Kota bagian tim penjagaan. ”Kebetulan suami juga positif, sedang kami rawat. Saat ini masih stabil dan mudah-mudahan sampai selesai nanti tetap bisa stabil kondisinya. Kemungkinan lima hari yang lalu baru diketahui kalau mereka positif,” ujar Plt Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, dr Triastutik Sri Prastini, Senin (21/10).

Awalnya, saat diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, nakes asal Madiun tersebut memiliki gejala ringan, yaitu panas dan batuk tanpa sesak dan kondisinya sehat. Kemudian ia menjalani perawatan di ruang rawat inap Kencono Wungu yang memang disediakan untuk kasus Covid-19 gejala ringan. Kemudian, pada pagi hari sekitar pukul 07.45 nakes tersebut mengalami kritis yang ditandai dengan sesak napas tiba-tiba, serta nyeri pada bagian dada. ”Padahal, sudah mau dipulangkan awalnya, ternyata tiba-tiba pagi pukul 07.45 nakes ini sesak. Terus keadaannya memburuk dan pukul 10.45 dinyatakan sudah meninggal,” kata Trias. Belakangan, Y sudah bertugas di RSUD sejak tahun 2008 lalu. Sejak Agustus lalu, ia bertugas di ruang isolasi Covid-19. Lalu, sebulan kemudian ia dipindahkan ke bagian OKA Covid-19. Dan diketahui terakhir ia bertugas sebagai nakes sejak Sabtu (19/12).

Baca Juga :  Promosikan Mojokerto Melalui Lukisan

Trias menuturkan, perjalanan dari penyakit Covid-19 memang tak dapat diprediksi. Sebab, masih banyak pasien yang memiliki gejala yang berbeda-beda. ”Ada yang stabil kemudian sesak, ada juga yang menderita happy hypoxia. Kemungkinan ya happy hypoxia, atau di dalam Covid-19 itu ada ketidakseimbangan imun. Sehingga ada beberapa kegagalan dalam organ,” jelasnya.

Happy hypoxia ditandai dengan saturasi oksigen dalam darah yang tiba-tiba menurun dan bisa berakibat fatal. Lebih lanjut, Trias membeberkan bahwa ini adalah kali pertama nakes di RSUD yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

Selain itu, masih ada 3 nakes lainnya yang juga terdampak Covid-19. Di antaranya, satu perawat dan dua dokter. Perawat tersebut saat ini juga masih menjalani isolasi di ruang rawat inap RSUD pelat merah tersebut. Kemudian, satu dokter bedah saat ini sedang melakukan isolasi mandiri, dan satu dokter anestesi kini menjalani perawatan salah satu rumah sakit di Surabaya.

Baca Juga :  Nomor Porsi Haji Bisa Diwariskan

”Mereka sudah terkonfirmasi positif juga. Dan dari kejadian pertama ini mudah-mudahan juga menjadi yang terakhir untuk kasus nakes yang meninggal karena Covid-19,” harapnya.

Terkait adanya kasus nakes yang terkena Covid-19, Trias menerangkan akan mengadakan pendisplinan lebih ketat lagi di lingkungan RSUD. Termasuk pelayanan yang dilakukan nakes kepada pasien serta penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak). Ia selalu mengimbau pada para nakes untuk tetap menjaga jarak saat melakukan pelayanan pada masyarakat dan meminimalisir adanya tatap muka.

Serta, penerapan penggunaan masker bagi para nakes sesuai dengan zona yang tertera sesuai SOP (standar operasional prosedur). ”Masker harus sesuai zona. Semisal, kalau di zona merah pakainya APD level 3 dan masker N95 itu sudah SOP-nya sendiri-sendiri. Harapan saya, SOP itu diperketat lagi baik untuk nakes. Nakes penunjang, bahkan juga warga yang datang,” tegas dokter spesialis anak ini. (oce)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto berinisial Y, 33 gugur akibat terpapar virus korona.

Tenaga kesehatan (nakes) tersebut diketahui mulai masuk ruang rawat inap Covid-19 sejak empat hari lalu, Jumat (18/12), bersamaan dengan suaminya. Suaminya sendiri merupakan anggota Satsabhara Polres Mojokerto Kota bagian tim penjagaan. ”Kebetulan suami juga positif, sedang kami rawat. Saat ini masih stabil dan mudah-mudahan sampai selesai nanti tetap bisa stabil kondisinya. Kemungkinan lima hari yang lalu baru diketahui kalau mereka positif,” ujar Plt Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, dr Triastutik Sri Prastini, Senin (21/10).

Awalnya, saat diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, nakes asal Madiun tersebut memiliki gejala ringan, yaitu panas dan batuk tanpa sesak dan kondisinya sehat. Kemudian ia menjalani perawatan di ruang rawat inap Kencono Wungu yang memang disediakan untuk kasus Covid-19 gejala ringan. Kemudian, pada pagi hari sekitar pukul 07.45 nakes tersebut mengalami kritis yang ditandai dengan sesak napas tiba-tiba, serta nyeri pada bagian dada. ”Padahal, sudah mau dipulangkan awalnya, ternyata tiba-tiba pagi pukul 07.45 nakes ini sesak. Terus keadaannya memburuk dan pukul 10.45 dinyatakan sudah meninggal,” kata Trias. Belakangan, Y sudah bertugas di RSUD sejak tahun 2008 lalu. Sejak Agustus lalu, ia bertugas di ruang isolasi Covid-19. Lalu, sebulan kemudian ia dipindahkan ke bagian OKA Covid-19. Dan diketahui terakhir ia bertugas sebagai nakes sejak Sabtu (19/12).

Baca Juga :  Belasan Nakes di RSUD Kota Terpapar Covid

Trias menuturkan, perjalanan dari penyakit Covid-19 memang tak dapat diprediksi. Sebab, masih banyak pasien yang memiliki gejala yang berbeda-beda. ”Ada yang stabil kemudian sesak, ada juga yang menderita happy hypoxia. Kemungkinan ya happy hypoxia, atau di dalam Covid-19 itu ada ketidakseimbangan imun. Sehingga ada beberapa kegagalan dalam organ,” jelasnya.

Happy hypoxia ditandai dengan saturasi oksigen dalam darah yang tiba-tiba menurun dan bisa berakibat fatal. Lebih lanjut, Trias membeberkan bahwa ini adalah kali pertama nakes di RSUD yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

Selain itu, masih ada 3 nakes lainnya yang juga terdampak Covid-19. Di antaranya, satu perawat dan dua dokter. Perawat tersebut saat ini juga masih menjalani isolasi di ruang rawat inap RSUD pelat merah tersebut. Kemudian, satu dokter bedah saat ini sedang melakukan isolasi mandiri, dan satu dokter anestesi kini menjalani perawatan salah satu rumah sakit di Surabaya.

Baca Juga :  Promosikan Mojokerto Melalui Lukisan
- Advertisement -

”Mereka sudah terkonfirmasi positif juga. Dan dari kejadian pertama ini mudah-mudahan juga menjadi yang terakhir untuk kasus nakes yang meninggal karena Covid-19,” harapnya.

Terkait adanya kasus nakes yang terkena Covid-19, Trias menerangkan akan mengadakan pendisplinan lebih ketat lagi di lingkungan RSUD. Termasuk pelayanan yang dilakukan nakes kepada pasien serta penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak). Ia selalu mengimbau pada para nakes untuk tetap menjaga jarak saat melakukan pelayanan pada masyarakat dan meminimalisir adanya tatap muka.

Serta, penerapan penggunaan masker bagi para nakes sesuai dengan zona yang tertera sesuai SOP (standar operasional prosedur). ”Masker harus sesuai zona. Semisal, kalau di zona merah pakainya APD level 3 dan masker N95 itu sudah SOP-nya sendiri-sendiri. Harapan saya, SOP itu diperketat lagi baik untuk nakes. Nakes penunjang, bahkan juga warga yang datang,” tegas dokter spesialis anak ini. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/