alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Alif Akhirnya Mendapat Penanganan Medis

MOJOKERTO – Febrio Nur Alif, bocah berusia sembilan tahun dengan kondisi perut yang berlubang pasca mendapat operasi kolostomi diam-diam mulai mendapat perhatian publik.

Setelah sekian lama tidak tersentuh penanganan medis, anak asal Dusun/Desa Gembongan, RT 25, RW 7, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto itu dapat memeriksakan kesehatannya di rumah sakit.

Setelah dr Dewi Ema Anindia asal Jakarta terketuk hatinya untuk melihat kondisi Alif. Perempuan yang akrab disapa dr Ema mendatangi langsung ke rumahnya, siang (20/12). Ditemui Emik Jayanti, 32, ibunda Alif itu mulai menceritakan awal mula gejala yang dialami putra ketiganya.

Sejak usia 7 bulan, Alif mengalami gangguan pencernaan yang membuat perutnya semakin membesar. Saat dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, dokter menyarankan untuk melakukan operasi kolostomi.

Yakni tindakan operasi dengan mengeluarkan sebagian ususnya melalui lubang buatan di perut sebelah kanan. ”Kondisinya sangat memperihatinkan. Kalau BAB (buang air besar) ditampung ke plastik yang ditempel di perutnya,” ulasnya.

Baca Juga :  Gelar Science Camp, Cetak Santri Mandiri dan Inovatif

Lubang buatan di perut atau dalam istilah medis disebut sebagai stoma itu berfungsi sebagai pengganti anus untuk membuang fases. Sehingga, sejak usia 7 bulan itu, Alif tidak bisa BAB secara normal.

Akibat kendala ekonomi, orang tua terpaksa memodifikasi sendiri menggunakan plastik biasa. Padahal seharusnya menggunakan plastik khusus kolostomi bag. Tak hanya itu, saat menginjak usia sekitar 2 tahun, Alif juga didiagnosa mengalami kencing batu.

Sehingga harus menjalani operasi kedua untuk pengangkatan batu di ginjalnya. ”Jadi, kondisinya cukup kompleks. Kalau buang air kecil masih terasa sakit. Kasihan, terlebih usianya masih 9 tahun,” terang alumnus FK Universitas Pelita Harapan itu.

Melihat kondisi dan situasi itu, dr Ema menyarankan Alif agar dilakukan pemeriksaan medis yang lebih detil. ”Harus dicari tahu dulu. Mungkin dengan tindakan foto perut atau tindakan lain agar tahu penyebabnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Terlibat dalam Produksi AADC 1 dan Puluhan Iklan Televisi

Pada saat itu, dr Ema langsung mengajak Alif untuk melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Premier Surabaya. Dia menambahkan, berdasarkan hasil konsultasi dengan tim dokter menyatakan bahwa Alif akan dijadwalkan menjalani operasi pada 3 Januari nanti. ”Setelah operasi nanti tidak perlu plastik lagi. Jadi bisa BAB normal,” terang perempuan kelahiran 10 Mei 1988 ini.

Dia berharap, usai menjalani penanganan operasi nanti, Alif bisa melanjutkan sekolah. Mengingat, pasca mengalami operasi kolostomi, Alif cenderung minder sehingga menunda waktu sekolahnya.

”Di usianya yang sembilan tahun ini seharusnya sudah SD. Tapi karena kendala sakit, dia (Alif, Red) masih di bangku TK.  Saya harap, nanti bisa tetap melalanjutkan sekolah,” pungkasnya.

 

MOJOKERTO – Febrio Nur Alif, bocah berusia sembilan tahun dengan kondisi perut yang berlubang pasca mendapat operasi kolostomi diam-diam mulai mendapat perhatian publik.

Setelah sekian lama tidak tersentuh penanganan medis, anak asal Dusun/Desa Gembongan, RT 25, RW 7, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto itu dapat memeriksakan kesehatannya di rumah sakit.

Setelah dr Dewi Ema Anindia asal Jakarta terketuk hatinya untuk melihat kondisi Alif. Perempuan yang akrab disapa dr Ema mendatangi langsung ke rumahnya, siang (20/12). Ditemui Emik Jayanti, 32, ibunda Alif itu mulai menceritakan awal mula gejala yang dialami putra ketiganya.

Sejak usia 7 bulan, Alif mengalami gangguan pencernaan yang membuat perutnya semakin membesar. Saat dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, dokter menyarankan untuk melakukan operasi kolostomi.

- Advertisement -

Yakni tindakan operasi dengan mengeluarkan sebagian ususnya melalui lubang buatan di perut sebelah kanan. ”Kondisinya sangat memperihatinkan. Kalau BAB (buang air besar) ditampung ke plastik yang ditempel di perutnya,” ulasnya.

Baca Juga :  Kode Kendaraan Mojokerto Ganti W

Lubang buatan di perut atau dalam istilah medis disebut sebagai stoma itu berfungsi sebagai pengganti anus untuk membuang fases. Sehingga, sejak usia 7 bulan itu, Alif tidak bisa BAB secara normal.

Akibat kendala ekonomi, orang tua terpaksa memodifikasi sendiri menggunakan plastik biasa. Padahal seharusnya menggunakan plastik khusus kolostomi bag. Tak hanya itu, saat menginjak usia sekitar 2 tahun, Alif juga didiagnosa mengalami kencing batu.

Sehingga harus menjalani operasi kedua untuk pengangkatan batu di ginjalnya. ”Jadi, kondisinya cukup kompleks. Kalau buang air kecil masih terasa sakit. Kasihan, terlebih usianya masih 9 tahun,” terang alumnus FK Universitas Pelita Harapan itu.

Melihat kondisi dan situasi itu, dr Ema menyarankan Alif agar dilakukan pemeriksaan medis yang lebih detil. ”Harus dicari tahu dulu. Mungkin dengan tindakan foto perut atau tindakan lain agar tahu penyebabnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Terlibat dalam Produksi AADC 1 dan Puluhan Iklan Televisi

Pada saat itu, dr Ema langsung mengajak Alif untuk melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Premier Surabaya. Dia menambahkan, berdasarkan hasil konsultasi dengan tim dokter menyatakan bahwa Alif akan dijadwalkan menjalani operasi pada 3 Januari nanti. ”Setelah operasi nanti tidak perlu plastik lagi. Jadi bisa BAB normal,” terang perempuan kelahiran 10 Mei 1988 ini.

Dia berharap, usai menjalani penanganan operasi nanti, Alif bisa melanjutkan sekolah. Mengingat, pasca mengalami operasi kolostomi, Alif cenderung minder sehingga menunda waktu sekolahnya.

”Di usianya yang sembilan tahun ini seharusnya sudah SD. Tapi karena kendala sakit, dia (Alif, Red) masih di bangku TK.  Saya harap, nanti bisa tetap melalanjutkan sekolah,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/