alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Stok BBM di Kota Aman

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aparat kepolisian mengecek sejumlah SPBU di Kota Mojokerto, Kamis siang (21/10). Patroli ini untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM. Persediaan dipastikan aman kendati stok solar dan pertalite terbatas.

Di SPBU 5461306 Jalan Bhayangkara misalnya. Pasokan dari Pertamina sejauh ini dinilai masih mencukupi. ’’Tidak ada kenaikan permintaan juga. Masih sama seperti biasa,’’ kata Hardyanto, pengawas SPBU.

Namun, kuota jenis solar berkurang dalam dua hari terakhir. Dari awalnya 8 ribu liter menjadi 3 ribu liter. Pengiriman bahan bakar ini dilakukan dua hari sekali. Turunnya pasokan ini membuat persediaan solar terbatas.

Kendati demikian, pihaknya memastikan stok tersebut masih aman. Sebab, tak ada perubahan terhadap konsumsi pelanggar. Persediaan saat ini, lanjutnya, juga masih mencukupi. Setidaknya sampai stok berikutnya datang. ’’Besok (hari ini, Red) sudah datang lagi,’’ terang dia.

Konsumsi solar sejauh ini juga masih wajar. Pembelian hanya untuk kendaraan. Pihaknya tidak pernah melayani pengisian BBM bersubsidi tersebut pada jeriken atau drum. Di sisi lain, persediaan pertalite juga menipis. Hanya sekitar 12 ribu liter per kemarin. Konsumsi jenis BBM yang rata-rata untuk kendaraan roda dua ini memang tinggi.

Baca Juga :  Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik dan Tetap Bersinergi

Dari stok itu, setegahnya sudah habis. Dia memprediksi sisa stok hanya tersedia sampai sore hari. ’’Pukul 16.00 kalau tidak ada pengiriman insya Allah kosong. Informasinya ada pengiriman tapi lihat saja nanti,’’ ungkapnya.

Petugas patroli Satsabhara Polres Mojokerto Kota meminta pengelola memastikan pasokan tidak terlambat. Selain itu, pelanggan yang sedang mengisi di SPBU juga diimbau untuk tidak berlebihan dalam membeli BBM. Sebaliknya, pasokan BBM di SPBU 5461328 Jalan Gajah Mada tetap normal. Tidak ada pengurangan kuota. Kebutuhan pelanggan juga tidak mengalami peningkatan signifikan. ’’Belum ada pengurangan jatah. Sehari untuk semua minyak itu 10 ribu liter,’’ ungkap Ayu Tri Anita Sari, pengelola SPBU.

Kendati demikian, pengiriman bahan bakar sering terjadi keterlambatan. Pihaknya mengaku terus melakukan kontak dengan pihak pemasok guna memastikan stok tetap aman. ’’Untuk penjualan lancar-lancar saja. Tapi, ya gitu ada kendala di pengiriman kendala. Mungkin fasilitas motor itu untuk pertamax yang sering terlambat,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Daftar Haji Sekarang, Terbang 2050

Kaur Tipiring Satsabahara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto menyatakan, pengecekan ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM. Hasil pemantauan di dua SPBU, persediaan secara umum aman. Namun, terdapat sedikit kendala pada jenis solar. ’’Jumlah BBM terutama solar minim diakibatkan distribusi dari supplier lambat,’’ tegasnya di lokasi.

Berdasarkan keterangan pihak distributor, lanjutnya, penurunan pasokan BBM solar juga dialami sejumlah daerah lain. Hal ini terjadi karena ada upaya pemerataan suplai. ’’Jatahnya juga dikurangi untuk dibagi-bagi ke daerah lain yang tingkat konsumsinya lebih bayak,’’ sebut dia.

Masyarakat diimbau tidak perlu panik. Pelanggan diminta mengisi bahan bakar sewajarnya sesuai kebutuhan. ’’Kami terus melakukan pemantauan supaya tidak sampai menjadi langka. Saat ini persediaan masih ada dan cukup. Sehingga masyarakat tidak perlu sampai panic buying,’’ imbuhnya. (adi/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aparat kepolisian mengecek sejumlah SPBU di Kota Mojokerto, Kamis siang (21/10). Patroli ini untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM. Persediaan dipastikan aman kendati stok solar dan pertalite terbatas.

Di SPBU 5461306 Jalan Bhayangkara misalnya. Pasokan dari Pertamina sejauh ini dinilai masih mencukupi. ’’Tidak ada kenaikan permintaan juga. Masih sama seperti biasa,’’ kata Hardyanto, pengawas SPBU.

Namun, kuota jenis solar berkurang dalam dua hari terakhir. Dari awalnya 8 ribu liter menjadi 3 ribu liter. Pengiriman bahan bakar ini dilakukan dua hari sekali. Turunnya pasokan ini membuat persediaan solar terbatas.

Kendati demikian, pihaknya memastikan stok tersebut masih aman. Sebab, tak ada perubahan terhadap konsumsi pelanggar. Persediaan saat ini, lanjutnya, juga masih mencukupi. Setidaknya sampai stok berikutnya datang. ’’Besok (hari ini, Red) sudah datang lagi,’’ terang dia.

Konsumsi solar sejauh ini juga masih wajar. Pembelian hanya untuk kendaraan. Pihaknya tidak pernah melayani pengisian BBM bersubsidi tersebut pada jeriken atau drum. Di sisi lain, persediaan pertalite juga menipis. Hanya sekitar 12 ribu liter per kemarin. Konsumsi jenis BBM yang rata-rata untuk kendaraan roda dua ini memang tinggi.

Baca Juga :  Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik dan Tetap Bersinergi

Dari stok itu, setegahnya sudah habis. Dia memprediksi sisa stok hanya tersedia sampai sore hari. ’’Pukul 16.00 kalau tidak ada pengiriman insya Allah kosong. Informasinya ada pengiriman tapi lihat saja nanti,’’ ungkapnya.

- Advertisement -

Petugas patroli Satsabhara Polres Mojokerto Kota meminta pengelola memastikan pasokan tidak terlambat. Selain itu, pelanggan yang sedang mengisi di SPBU juga diimbau untuk tidak berlebihan dalam membeli BBM. Sebaliknya, pasokan BBM di SPBU 5461328 Jalan Gajah Mada tetap normal. Tidak ada pengurangan kuota. Kebutuhan pelanggan juga tidak mengalami peningkatan signifikan. ’’Belum ada pengurangan jatah. Sehari untuk semua minyak itu 10 ribu liter,’’ ungkap Ayu Tri Anita Sari, pengelola SPBU.

Kendati demikian, pengiriman bahan bakar sering terjadi keterlambatan. Pihaknya mengaku terus melakukan kontak dengan pihak pemasok guna memastikan stok tetap aman. ’’Untuk penjualan lancar-lancar saja. Tapi, ya gitu ada kendala di pengiriman kendala. Mungkin fasilitas motor itu untuk pertamax yang sering terlambat,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Puluhan Pelajar Gelar Aksi di Depan Kantor Pemkot dan Pemkab

Kaur Tipiring Satsabahara Polres Mojokerto Kota Bripka Suharmanto menyatakan, pengecekan ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM. Hasil pemantauan di dua SPBU, persediaan secara umum aman. Namun, terdapat sedikit kendala pada jenis solar. ’’Jumlah BBM terutama solar minim diakibatkan distribusi dari supplier lambat,’’ tegasnya di lokasi.

Berdasarkan keterangan pihak distributor, lanjutnya, penurunan pasokan BBM solar juga dialami sejumlah daerah lain. Hal ini terjadi karena ada upaya pemerataan suplai. ’’Jatahnya juga dikurangi untuk dibagi-bagi ke daerah lain yang tingkat konsumsinya lebih bayak,’’ sebut dia.

Masyarakat diimbau tidak perlu panik. Pelanggan diminta mengisi bahan bakar sewajarnya sesuai kebutuhan. ’’Kami terus melakukan pemantauan supaya tidak sampai menjadi langka. Saat ini persediaan masih ada dan cukup. Sehingga masyarakat tidak perlu sampai panic buying,’’ imbuhnya. (adi/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/