alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Pasar Benpas Siap Beroperasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan pengecekan Pasar Benteng Pancasila (Benpas) menjelang peresmiannya, Kamis (22/10). Kunjungan yang dilakukan Ning Ita kemarin untuk memastikan pasar yang pernah terbakar pada 2017 lalu itu telah siap ditempati para pedagang.

Memakai face shield sebagai bagian dari protokol kesehatan (prokes), Ning Ita didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengelilingi bangunan yang telah rampung tersebut. Ia juga masuk ke kios yang belum berpenghuni untuk melihat-lihat dan membahas fasilitas yang ada.

Ning Ita bahkan menyempatkan diri berbicara dengan salah satu pedagang kios yang dulunya adalah penghuni lama saat pasar terbakar. Ia juga menyapa pedagang-pedagang lain sebelum melanjutkan inspeksi.

Pihaknya menerangkan bahwa ini merupakan pasar keempat yang dibangun setelah dua tahun menjabat. Tujuannya tentu untuk memajukan ekonomi, terlebih setelah krisis pandemi. Selain itu, ia juga mengenalkan bentuk transaksi modern yang akan digunakan di Pasar Benteng Pancasila nanti.

’’Kami juga telah menyiapkan aplikasi cashless Meeber. Aplikasi ini sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir, jadi bukan sesuatu yang tiba-tiba,’’ ucapnya menambahkan jika model transaksi ini juga dapat memutus rantai penyebaran virus korona.

Baca Juga :  Pembesuk Lapas Bakal Dibatasi

Ditemui secara terpisah usai proses pengecekan, Ruby menerangkan cara kerja aplikasi tersebut. ’’Para pedagang sudah kami bekali dan instal-kan aplikasi itu di masing-masing handphone. Cuma sekarang tergantung pembelinya, karena pembeli harus punya aplikasi itu juga. Kalau pembeli tidak punya aplikasi itu, tidak bisa,’’ ucapnya.

Kepala Disperindag itu juga mengatakan bahwa meski belum semua pedagang dapat mengoperasikan Meeber, pihaknya telah melakukan pelatihan. ’’Nanti kami akan terus dampingi dalam penggunaannya ke depan,’’ ujarnya.

Ruby juga menjelaskan jika Ning Ita tidak memberi catatan apa-apa selain bahwa pasar sudah harus siap untuk peresmian. Hanya saja, ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki seperti rolling door yang macet dan penambahan lampu oleh para pedagang. ’’Nanti kita coba mengklasifikasikan kios. Karena masih ada pedagang makanan minuman dan pedagang kain yang bersebelahan, jadi masih harus dipetak-petak,’’ tambahnya.

Ketika ditanya apakah ada keluhan dari pedagang sekitar, Ruby mengatakan, jika saat ini mereka telah merasa cukup dengan apa yang telah diberikan pemerintah. ’’Sementara tidak ada. Karena pada dasarnya mereka sudah sangat bersyukur dengan adanya bangunan ini,’’ katanya.

Baca Juga :  Digoyang Getaran Kendaraan, Belasan Rumah Warga Retak

Pasar di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini memiliki total 242 kios yang dibangun dengan dana sebesar Rp. 11,2 miliar. Kios-kios ini telah diisi oleh 198 eks pedagang alun-alun, 17 pedagang dari Tropodo dan 25 pedagang yang telah mendaftar di disperindag.

’’Hari ini akan diumumkan siapa saja yang terpilih untuk menempati pasar karena yang terdaftar di kami ada lebih dari 30-an orang,’’ terangnya.

’’Padahal yang tersedia hanya 25. Itu terserah Bu Wali milih yang mana. Kualifikasinya mereka yang sudah berjualan. Sudah ada jiwa-jiwa pedagangnya dan bukan orang baru,’’ katanya.

Terakhir, Ruby berharap agar sampai malam nanti, semua kios sudah langsung terisi. ’’Sehingga persiapan peresmian besok, waktu ditinjau oleh Bapak Ketua DPD, Bu Gubernur ataupun wali kota kiosnya sudah buka semua. Waktu peninjauan nanti, biar sudah bisa ada transaksi jual-beli. Bisa langsung berfungsi,’’ tutupnya. (ah)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan pengecekan Pasar Benteng Pancasila (Benpas) menjelang peresmiannya, Kamis (22/10). Kunjungan yang dilakukan Ning Ita kemarin untuk memastikan pasar yang pernah terbakar pada 2017 lalu itu telah siap ditempati para pedagang.

Memakai face shield sebagai bagian dari protokol kesehatan (prokes), Ning Ita didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengelilingi bangunan yang telah rampung tersebut. Ia juga masuk ke kios yang belum berpenghuni untuk melihat-lihat dan membahas fasilitas yang ada.

Ning Ita bahkan menyempatkan diri berbicara dengan salah satu pedagang kios yang dulunya adalah penghuni lama saat pasar terbakar. Ia juga menyapa pedagang-pedagang lain sebelum melanjutkan inspeksi.

Pihaknya menerangkan bahwa ini merupakan pasar keempat yang dibangun setelah dua tahun menjabat. Tujuannya tentu untuk memajukan ekonomi, terlebih setelah krisis pandemi. Selain itu, ia juga mengenalkan bentuk transaksi modern yang akan digunakan di Pasar Benteng Pancasila nanti.

’’Kami juga telah menyiapkan aplikasi cashless Meeber. Aplikasi ini sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir, jadi bukan sesuatu yang tiba-tiba,’’ ucapnya menambahkan jika model transaksi ini juga dapat memutus rantai penyebaran virus korona.

Baca Juga :  Target Vaksinasi Nakes di Kota Mojokerto Meleset

Ditemui secara terpisah usai proses pengecekan, Ruby menerangkan cara kerja aplikasi tersebut. ’’Para pedagang sudah kami bekali dan instal-kan aplikasi itu di masing-masing handphone. Cuma sekarang tergantung pembelinya, karena pembeli harus punya aplikasi itu juga. Kalau pembeli tidak punya aplikasi itu, tidak bisa,’’ ucapnya.

- Advertisement -

Kepala Disperindag itu juga mengatakan bahwa meski belum semua pedagang dapat mengoperasikan Meeber, pihaknya telah melakukan pelatihan. ’’Nanti kami akan terus dampingi dalam penggunaannya ke depan,’’ ujarnya.

Ruby juga menjelaskan jika Ning Ita tidak memberi catatan apa-apa selain bahwa pasar sudah harus siap untuk peresmian. Hanya saja, ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki seperti rolling door yang macet dan penambahan lampu oleh para pedagang. ’’Nanti kita coba mengklasifikasikan kios. Karena masih ada pedagang makanan minuman dan pedagang kain yang bersebelahan, jadi masih harus dipetak-petak,’’ tambahnya.

Ketika ditanya apakah ada keluhan dari pedagang sekitar, Ruby mengatakan, jika saat ini mereka telah merasa cukup dengan apa yang telah diberikan pemerintah. ’’Sementara tidak ada. Karena pada dasarnya mereka sudah sangat bersyukur dengan adanya bangunan ini,’’ katanya.

Baca Juga :  Plengsengan Jalan Antarkabupaten Longsor

Pasar di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini memiliki total 242 kios yang dibangun dengan dana sebesar Rp. 11,2 miliar. Kios-kios ini telah diisi oleh 198 eks pedagang alun-alun, 17 pedagang dari Tropodo dan 25 pedagang yang telah mendaftar di disperindag.

’’Hari ini akan diumumkan siapa saja yang terpilih untuk menempati pasar karena yang terdaftar di kami ada lebih dari 30-an orang,’’ terangnya.

’’Padahal yang tersedia hanya 25. Itu terserah Bu Wali milih yang mana. Kualifikasinya mereka yang sudah berjualan. Sudah ada jiwa-jiwa pedagangnya dan bukan orang baru,’’ katanya.

Terakhir, Ruby berharap agar sampai malam nanti, semua kios sudah langsung terisi. ’’Sehingga persiapan peresmian besok, waktu ditinjau oleh Bapak Ketua DPD, Bu Gubernur ataupun wali kota kiosnya sudah buka semua. Waktu peninjauan nanti, biar sudah bisa ada transaksi jual-beli. Bisa langsung berfungsi,’’ tutupnya. (ah)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/